
“Ja-jadi kalau aku jatuh kamu lebih mementingkan ubinnya dari pada diriku?” tanya Arsya dengan wajah terkejut.
“Ya iya dong... kan secara ubin di kantor ini pasti harganya sangat mahal, jadi kalau rusak kan sayang. Tapi kalau Mas yang terluka ya tinggal di obatin, kasih plester selesai... lah kalau ubinnya yang sakit bagaimana cara nyembuhinnya? Pasti akan merombak semuanya kan...” ucap Suci dengan polosnya.
“Jadi jika sewaktu-waktu aku terluka dan meninggal, maka kamu tidak akan khawatir gitu?” tanya Arsya.
“Tidak, kan kalau Mas Arsya meninggal ya berarti tinggal di kubur saja. Jadi apa susahnya coba, dan Suci kan bisa cari suami lagi untuk ke-3 kalinya yang lebih dari Mas Arsya. Atau Suci bisa menikah dengan bodyguard tadi tuh yang tampan hihi..."
"Siapa tahu kan dia mau sama Suci, kan namanya juga rezeki anak sholehah ya hihi...” sahut Suci yang entah kenapa ini sudah kesekian kalinya dia menguras habis emosi Arsya.
“Kauuu... benar-benar ya dari tadi selalu saja membuatku kesal, lagian juga aku tidak akan mati!! Aku akan terus menjadi suamimu sampai kapan pun itu” tegas Arsya.
“Apa Mas Arsya punya 9 nyawa seperti kucing?” tanya Suci.
“Ya, aku bahkan punya 100 nyawa yang melebihi kucing, puuasss!!” ucap Arsya menekankan kata-katanya dengan keadaan kesal.
“Oh gitu...” ucap Suci sangat cuek yang malah membuat Arsya serasa ingin membunuhnya dengan kedua tangannya sendiri.
Entahlah kenapa Suci sering kali merasa senang saat bertemu orang lain bahkan sampai memeluknya, namun sedangkan dengan Arsya? Ia malah bersikap begitu menyebalkan. Sampai akhirnya mereka sampai di depan mobil kesayangannya Arsya.
Lalu mereka masuk ke dalam mobil tanpa ada percakapan sedikit pun, dan keduanya hanya mampu melirik satu sama lain. Setibanya di sebuah restoran yang cukup mewah, Arsya baru saja memarkirkan mobilnya tapi is sudah kembali di buat kesal.
“Apa kuping Mas bermasalah?” tanya Suci dengan wajah kesalnya dan Arsya yang mendengar itu malah mengeritkan dahinya dengan sangat bingung.
“Kenapa?” tanya Arsya dengan nada kesalnya.
“Aku kan sudah bilang aku mau makan di pinggir jalan, aku tidak mau makan di tempat seperti ini karena pasti harganya sangat mahal” jawab Suci dengan wajah cemberut.
“Ya ya ya... aku salah, jadi sekarang kita makan dulu di sini. Besok-besok baru kita makan di pinggir jalan sesuai sama kemauanmu” ucap Arsya yang sudah jengah, hingga ia menurunkan sedikit emosinya serta mengalah demi seorang wanita yang sangat menyebalkan.
“Issshh dahlah... malas aku sama kamu, Mas hump...” sahut Suci yang langsung keluar dari mobil dengan wajah di tekuk.
Tidak lupa Suci sedikit membanting pintu mobil agar bisa terlihat jika dirinya sedang marah. Lalu Suci masuk lebih dulu ke restoran meninggalkan Arsya yang masih berada di dalam mobilnya dengan tampang bo*dohnya.
__ADS_1
“Dia kenapa sih hari ini? Apa setelah mentalnya sedikit terobati, kini gantian otaknya yang terserang? Sumpah, baru sehari ini aku sungguh merasakan jika kewibawaanku yang sudahselama ini aku pertahankan seketika sama sekali tak ada artinya kalau harus berhadapan dengannya”
“Tapi tidak apa juga sih jika aku selalu salah dimatanya, yang terpenting Suci sudah mulai kembali mau berbicara. Ya walaupun sangat menyebalkan, tapi kan seenggaknya Suci tidak lagi menjadi wanita yang pendiam dengan semua kesedihannya”
Arsya berbicara di dalam mobil dengan wajah yang sedikit senang dan sedikit kesal. Cuma ya sudahlah, yang penting Suci tidak lagi kembali untuk mengingat hal-hal yang sudah membuatnya sangat hancur. Setelah selesai dengan berkutak di dalam mobil, Arsya segera turun dan menyusul Suci yang entahlah dia sudah ngapain saja di dalam.
Perlahan demi perlahan Arsya langsung melangkahkan kakinya dengan sangat gagah, bahkan membuat sebagian mata wanita cantik menoleh ke arahnya Arsya dengan memberikan kedipan dan juga senyuman termanis mereka. Tapi siapa sangka, Arsya malah tidak sama sekali menggubris semua wanita-wanita yang berusaha menggodanya.
Arsya hanya terus saja berjalan mencari wanita yang sudah selama seharian ini membuatnya sangatlah kesal. Sampai seketika, mata Arsya terhenti tepat di meja paling pojok restoran yang sudah terdapat seorang wanita berhijab tengah asyik makan dengan sangat lahap.
“Sebegitu laparnya dia sampai-sampai makan tanpa menungguku? Bahkan dia sama sekali tidak mengingat tentanku, seolah-olah dia itu datang ke sini hanya dengan badannya sendiri” gumam Arsya sambil berjalan mendekati wanita itu, yang tidak lain adalah Suci.
Ya itulah Suci, seorang wanita dengan segala sikap polosnya dan apa adanya. Suci bahkan mampu membuat seorang pria yang kaku dingin serta cuek itu, kini telah benar-benar menaruh hati padanya yang mana jelas-jelas banyak wanita menggodanya namun hanya Sucilah yang berhasil membuatnya hampir gila karena takut akan kehilangannya.
Sesampainya di depan mejanya Suci, lagi dan lagi Arsya melihat tingkahnya yang sangat membuatnya melongok tak percaya. Meja yang cukup luas itu telah terpenuhi oleh berbagai macam jenis makanan yang membuat Arsya menelan air liurnya dengan kasar.
“Nyam... nyam... nyam...” Suci memakan semua makanan pesanannya dengan sangat lahap, sambil ia melirik ke arah Arsya yang baru saja datang dan berdiri di sampingnya.
Arsya yang tidak bisa berkata apa-apa lagi saat itu, hanya mampu duduk serta membasahi tenggorokannya dengan minuman yang cukup menyegarkan di hadapannya untuk menghilangkan rasa dahaganya.
“Heemm... tadi apa yang kamu bilang? Semua ini gratis? Bagaimana bisa? Kita ini kan lagi di restoran yang sangatlah mahal, jadi tidak mungkin jika mereka memiliki menu gratis seperti yang kamu bilang barusan” ucap Arsya sembari ia memakan makanan yang ada di meja dengan perlahan.
Serta tak henti-hentinya ia menatap cara makan Suci yang hampir mirip dengan orang kelaparan. Atau lebih tepatnya itu Suci terlihat sangat rakus.
“Ada deh...” ucap Suci dengan keadaan mulut terisi makanan.
“Jangan bilang kalau kau tadi itu sudah menggoda pemilik resto di sini selama aku masih ada di dalam mobil?” sahut Arsya dengan tatapan intimidasi.
“Entahlah... pokoknya saat aku datang ke sini, sudah di sambut olehnya dengan senyuman. Terus tadi pemilik restonya malah menyuruh aku untuk memesan semuanya sepuasku. Katanya itu aku adalah pelanggan spesial jadi semua yang aku mau itu gratis"
"Ya sudah aku iyain saja, kan lumayan rezeki anak Sholehah jadi enggak boleh di tolak dong hihi...” jawab Suci sambil makan dengan lahap, sedangkan Arsya yang mendengar ucapan Suci membuat hatinya tidak nyaman.
“Ckk... apa maksud dari pemilik resto itu yang memberikan Suci makanan secara gratis, dia juga bilang kalau Suci adalah pelanggan spesial? Pasti ada yang tidak beres ini. Dia belum tahu aja kalau Suci itu adalah calon istriku, jadi dia dengan sangat berani telah menggodanya serta memberikannya iming-iming seperti ini pada Suci cihhh...”
__ADS_1
Arsya yang sudah sangat cemburu buta seketika langsung berdiri dari kursinya sambil menggebrak meja dengan wajah penuh emosi.
Braaakkk...
Uhuukk... uhuukkk...
Suci yang lagi asyik makan, tak sengaja tersendat makanan yang ada di dalam mulutnya karena keterkejutannya saat dia mendengar suara yang cukup keras. Bahkan semua mata pun mengarah ke arah meja mereka dengan tatapan penasaran. Arsya yang melihat Suci tersendat, langsung gerak cepat untuk memberikan segelas air minum dan lalu membantu Suci meminumnya.
“Uhuuk uhuuk... apa kau sudah gila Mas! Udah tahu orang lagi makan ehh malah di kagetin. Kalau aku tersendat sampai mati bagaimana?” ucap Suci dengan raut wajah begitu kesal.
“Y-ya... ma-maaf ak-aku tidak sengaja... lagian juga kamu tidak mati kan, jadinya aman dong...” Arsya menjawab dengan tampan polosnya.
Suci yang sangat kesal tak menggubris Arsya dan kembali untuk minum, karena lehernya begitu sakit akibat ia tersendat makanan yang cukup banyak. Semakin ke sini Arsya mulai semakin terhanyut dalam emosi kecemburuannya itu yang begitu besar.
Entah mengapa tapi Suci seperti senang membuat Arsya begitu kelagepan akibat tingkahnya yang selalu berubah-ubah. Hingga akhirnya Arsya mulai menatap ke sekeliling penjuru restoran itu untuk mencari keberadaan pemilik resto yang Suci ceritakan, namun nihil. Arsya tidak menemukannya, jadi satu-satunya cara ialah Arsya memanggil pelayan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1