Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Layaknya Adik dan Kakak


__ADS_3

Selama ini Dion dan Dimas selalu menjaga image mereka agar terlihat berwibada di depan semua karyawannya, tapi saat ini mereka bagaikan anak kecil yang sedang rebutan mainan.


“Haha... aduh, mereka lucu banget ya udah kayak bocah kejar-kejaran bahkan ini kejadian yang sangat langka. Baru kali ini gua liat bos mengejar bawahannya seperti sedang lomba lari saja” saut karyawati dengan tertawa.


“Ya, lu benar banget. Tapi kenapa kesannya mereka malah jadi tambah tampan ya... Senyumannya itu loh bikin hati merasa meleleh haha...” jawab karyawati lainnya.


“Sumpah baru kali ini gua liat Tuan Dimas dan Pak Dion kaya gini, apa lagi mereka terkenal sangat dingin. Ya meskipun Pak Dion tidak terlalu dingin tapi mereka itu sama-sama selalu menjaga image mereka” ucap karyawan dengan wajah bingung.


“Maklum saja karena mereka kan memang bersahabat, tapi lebih baik begini sih jadi kita semua ada hiburan ya kan haha... Dari pada tiap hari melihat muka mereka yang asem, jadi mending kayak gini jadi kita semua bisa tertawa” saut karyawan lainnya.


Dion dan Dimas memang sangat jarang bercanda seperti ini, namun jika berdebat mereka memang setiap hari seperti itu. Tapi semua itu bukannya membuat mereka menjauh, melainkan malah semakin dekat bahkan persahabatan mereka malah seperti layaknya adik dan Kakak kandung.


Dion dan Dimas pun kembali berlari hingga tidak menghiraukan tatapan serta tawaan dari yang lainnya. Sampai akhirnya mereka berada tepat di atap kantor yang mana di sana tempat yang cocok untuk merenung hingga menghilangkan beban masalah yang ada di pundak. Jadi kalau teriak pun tidak ada yang mendengarnya.


“Hah... hah... hah... Stop dulu ya gua cape” saut Dion yang duduk di kursi panjang sambil nafasnya terengah-engah.


“Hah.. hah... Gua juga sama” ucap Dimas yang duduk di sebelah Dion.


5 menit berlalu...


Saat nafas mereka sudah mulai membaik, kini mereka saling menatap satu sama lain. Kemudian mereka tertawa bersama saat mengingat kejadian tadi.


“Haha... Gila ini sih kek uji nyali, selama ini kita menjaga image sama semua pegawai tapi seketika hancur dengan sendirinya dan malah menjadi sebuah pertunjukkan yang langka” ucap Dion.


“Haha... ya lu benar banget, tapi gua merasa senang karena dengan begini persahabatan kita semakin kuat. Lalu gua juga berharap persahabatan kita tidak sampai ikut hancur seperti image kita” ucap Dimas.


“Gua juga berharap seperti itu, siapa tahu kan nanti anak-anak kita bisa kita jodohin kalau memang sepasang. Kalau tidak kan bisa sahabatan sama kaya kita” celetuk Dion tanpa sadar membuat wajah Dimas tadinya tersenyum kini menjadi sedih.


Dion yang menyadari ucapannya itu pun langsung meminta maaf pada Dimas karena dia secara tidak sengaja sudah mengatakannya, bahkan Dimas pun tersenyum sambil mengatakannya bahwa dia tidak masalah karena memang semua ini sudah takdirnya.

__ADS_1


“Gua enggak tahu lagi, harus bagaimana agar gua sama Suci bisa memiliki anak kayak yang lainnya. Gua sempat ada pikiran buat adopsi anak karena mungkin dengan begitu kan bisa buat pancingan kami, tapi Mamah selalu menolak itu dengan ancaman akan membuat anak itu tidak nyaman nantinya. Jadi gua bingung harus apa lagi, berbagai cara udah gua lakuin buat Suci bahkan gua enggak tega selalu lihat Suci dikucilkan kayak gitu sama Mamah serta adik gua sendiri” ucap Dimas sambil sedikit membungkukkan badannya dan menggenggam kedua tangannya.


“Sabar, ini semua ujian buat kalian. Mungkin Allah memberikan cobaan ini agar kalian bisa terus bersama-sama sampai akhir. Nanti di saat Allah tahu kalau waktu kebersamaan kalian sudah cukup, jadi Allah akan mengirimkan seorang malaikat kecil untuk menemani hari tua kalian nantinya” ucap Dion sambil menepuk punggung Dimas untuk memberikan semangat.


“Tapi, apa mungkin gua sama Suci akan bisa punya anak? Lu tahu sendiri kan bagaimana hasil pemeriksaan Suci“ tanya Dimas penuh dengan harapan.


“Gua yakin, suatu saat nanti kalian pasti akan memiliki anak yang sangat lucu. Lu harus percaya akan keajaiban Allah, jangan mudah untuk putus asa kayak gini karena yang terpenting kita semua sudah usaha semampu kita. Selebihnya kita serahkan saja sama yang Maha Kuasa, kita hanya bisa meminta, berdoa dan bersabar saja” ucap Dion.


“Terima kasih, lu selalu menguatkan gua di saat gua rapuh kaya gini. Terima kasih juga lu sudah mau ada di saat gua suka mau pun duka, dan tetap jadi sahabat gua ya. Mungkin kalau enggak ada lu, pasti gua enggak bisa lewatin ini semua” ucap Dimas sambil memeluk Dion.


“Sama-sama... Lu bukan hanya sekedar teman bagi gua atau pun sahabat, tapi gua sudah menganggap lu sebagai Kakak gua sendiri, jadi gua harap lu jangan mudah menyerah. Kasihan Suci, dia butuh banget suport dari lu. Apa lagi lu sangat tahu bagaimana sikap keluarga lu sama Suci saat tahu Suci tidak bisa memiliki anak, tapi bukan tidak bisa sih cuma belum dikasih aja. Bahkan dokter pun bilang kemungkinan kalian memiliki anak hanya ada 5%, bukan? Jadi masih ada harapan untuk kalian tetap memiliki seorang anak. Gua yakin suatu saat nanti kalian akan memiliki seorang anak kok, percaya deh...” ucap Dion sambil memeluk Dimas.


Kemudian, tak lama mereka melepaskan pelukannya satu sama lain sambil tersenyum.


“Tetap jadi adik gua yang gua kenal saat ini, jangan pernah berubah apa pun keadaannya” ucap Dimas sambil menatap Dion.


“Lu juga, tetap jadi Kakak gua yang gua kenal saat ini. Jangan pernah putus asa dan berubah hanya karena keadaan atau pun ujian berat yang sedang kalian alami ini” jawab Dion.


Sebelumnya mereka tertawa bahkan melakukan aksi kejar mengejar satu sama lain, tapi saat ini malah kembali dengan wajah datar seolah-olah mereka telah amnesia saat kejadian tadi. Sampai akhirnya mereka sampai tepat di ruangan yang mana ruangan Dimas dan Dion memang bersebelahan jadi mereka saling masuk satu sama lain sambil sesekali menatap.


Akhirnya mereka masuk serta kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing, dengan rasa malu yang sejak tadi mereka tahan sampai membuat mereka menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil saat kembali mengingat kejadian memalukan tadi.


Sedangkan Elsa yang tadi sedang ke toilet tidak menyadari apa pun, jadi ia tidak tahu kejadian tersebut. Elsa hanya bisa berdiri serta sedikit membungkuk hormat sambil tersenyum saat Dimas dan Dion memasuki ruangan mereka.


Kemudian mereka semua kembali mengerjakan tugasnya masing-masing, dan Elsa yang sudah mulai menyesuaikan diri pun tidak terlalu sulit untuk mengerjakannya karena dia sedikit tahu tentang tugas tersebut.


...*...


...*...

__ADS_1


Hari sudah semakin larut...


Orang kantor sudah pulang pukul 5 sore. Namun Dion, Dimas dan Elsa masih harus menyelesaikan pekerjaannya yang sedikit lagi selesai. Dion yang sudah selesai lebih dulu pun langsung keluar dari ruangannya dan berpamitan kepada Dimas yang mana Dimas masih harus mengerjakan pekerjaannya.


Elsa yang melihat Dion ingin masuk ke ruangan Dimas pun langsung berdiri dan tersenyum, kemudian Dion masuk tanpa mengetuknya karena Dimas sudah hafal betul dengan Dion jadi hanya Dion saja yang boleh masuk tanpa mengetuk lebih dulu.


“Hai Tuan Dimas, bolehkah saya pulang duluan? Badan sudah lengket dan bau nih, enggak apa-apa kan gua duluan pulang?” tanya Dion.


“Ya sudah pulang duluan aja, gua tinggal dikit lagi selesai kok” ucap Dimas sambil menatap Dion.


“Oke... Gua balik duluan ya, sampai ketemu besok” ucap Dion sambil berjalan keluar ruangan yang hanya diangguki oleh Dimas.


Saat pintu tertutup setelah keluar dari ruangan Dimas, Elsa pun kembali berdiri sambil menatap Dion dan lalu dia tersenyum manis pada Dion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇


Maaf tapi untuk beberapa hari ini jadwal Author sedang sibuk 😔😔😔


Jadi Author hanya bisa up 1 bab saja untuk beberapa hari ini... 😓😓😓


Tapi tenang saja, karena hari ini Author akan update 2 bab yeayy... 🥳🥳🥳


Semoga kalian menyukainya dan enjoy your life guys... 😆😆😆


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2