
Deghh.. deghh.. deghh..
Jantung Elsa berpacu dengan cepat mendengar penjelasan dari dokter yang mana kalau golongan darah Elsa dengan Diva tidak cocok, berarti hanya ada satu harapan yaitu Dimas. Ya, Dimas tetapi jika Dimas tidak cocok maka habislah riwayat Elsa hari ini berkat semua rahasianya selama ini telah terungkap.
"Mari kita buka hasil tes milik Tuan Dimas, di sini menjelaskan bahwa golongan darah Tuan Dimas sama sekali tidak cocok dengan Nona Diva. Apa lagi hasil tes tulang sumsum pun sangat jauh dari apa yang kita bayangkan. Untuk itu saya katakan bahwa Tuan dan Nyonya tidak bisa menjadi pendonor akibat tidak adanya kecocokan pada Nona Diva" Jelas sang dokter.
"Ji-jika go-golong da-darah kami berbeda dengan Di-diva, a-apakah itu tandanya Di-diva bukan anak kandung saya Dok?" Tanya Dimas dengan tubuh yang mulai menegang.
"Loh me-memangnya Tuan tidak tahu semua ini? Jika memang menurut hasil kedua golongan darah antara Ibu dan Bapak berbeda dengan sang anak, maka bisa di pastikan jika anak itu bukanlah anak kandung dari salah satu orang tuanya" Jawab Dokter.
Piiiyaaaarrrrr!!!!
Jantung Dimas berpacu dengan cepat begitu juga Mamah Mita yang dadanya benar-benar berdetak sangat cepat hingga akhirnya ia jatuh pingsan tepat ketika kebenaran tentang Diva telah terungkap, Arsya yang melihat itu langsung membantu Suci serta Papah Angga dan segera menolongnya.
Tubuh Dimas mulai melemas hingga terjatuh dilantai, sedangkan Elsa matanya membola begitu lebar dan mencoba untuk menolong Dimas dengan semua sandiwaranya.
Hancur, sakit, dan juga sesak kini melanja hati Dimas dimana anak yang selama ini ia besarkan bukanlah anak dari darah dagingnya sendiri. Lalu anak siapa itu? Entahlah. Dimas terdiam membuat sang dokter langsung menyadarkan Dimas dari lamunannya.
"Tuan, Tuan tidak apa-apa? Ayo Tuan bangunlah.. sepertinya Tuan butuh minum, mau saya ambilkan?" Ucap sang dokter.
Dimas mengangkat tangannya membuat sang dokter sedikit menjauhinya. Kemudian Dimas menghempaskan Elsa sampai mendorongnya cukup jauh darinya. Dimas pun berdiri sambil menatap Elsa.
"Katakan padaku, apa maksud dari semua ini ELSA ANANDITA!!! A-apa benar beberapa tahun yang lalu Suci pernah mengatakan bahwa Diva memang bukan anak yang aku hasilkan saat bersamamu. Melainkan Diva adalah anak dari mantan kekasihmu FAJAR!!"
"Ti-tidak Mas, ti-tidak.. do-dokter pasti salah mengecek. Si-siapa tahu darah kita tertukar dengan orang lain. Bisa saja kan, ingat Mas Diva itu anak kamu Mas. Anak kamu!!"
Elsa mencoba berdiri sambil memegang lengan Dimas namun dengan keras Dimas menepis semua itu dan membuat Elsa berkali-kali terjatuh dengan air mata yang cukup deras.
"Selama ini aku terlalu bod*doh mempercayai wanita selicik dirimu, dengan mudahnya kau menipuku menggunakan semua ucapan mani itu sampai-sampai aku sendiri dibutakan oleh cinta yang pada akhirnya malah menusukku. Asal kau tahu aku sudah merelakan kehilangan Suci cuman demi dirimu yang sedang mengandung anakku. Tapi sekarang apa Elsa, apa yang aku dapat hahh apaaaaa!!!!" Tegas Dimas.
"Ma-maafkan aku Mas, a-aku juga kaget me-mendengar semua ini. Please.. percaya padaku Mas tolong percaya. Aku sangat mencintaimu Mas, aku tidak mau kehilanganmu hiks.." Ucap Elsa sambil memeluk kaki Dimas.
"Alaaaaahhhh.. semua sudah basi Elsa, sudah basi!!! Semua kenyataan yang selama ini aku tepis jauh-jauh ternyata benar adanya, aku telah menyia-nyiakan orang yang selama ini selalu ada di dekatku hingga akhirnya aku melepaskan sebuah permata demi sebuah batu krikil yang tidak ada nilainya" Sahut Dimas dengan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Aku mohon Mas ma-maafkan aku, a-aku salah karena aku su-sudah mengkhianatimu waktu itu. Tapi aku tidak tahu jika semua akan berakhir seperti ini maafkan aku hiks.. sudahlah jangan marah-marah lebih baik kita fokus pada Diva saja agar dia bisa segera sembuh kasihan Diva Mas hiks.." Elsa mencoba mengalihi suasana yang semakin menegang.
"Enggak usah sok peduli dengan Diva!! Kau sendiri sebagai Ibu kandungnya tidak pernah memberikan kasih sayang padanya, pantas saja selama Diva sakit hingga saat ini kamu hanya bersikap biasa saja. Ketika aku membawa Diva kau selalu melarangnya dengan berbagai alasan. Dan sekarang lihatlah, karena ulahmu Diva bisa menjadi seperti ini! Dasar Wanita Licik!!!"
"Sudah cukup Elsa, sudah cukup selama ini aku berada di dalam perangkapmu. Tetapi sekarang tida lagi karena mulai detik ini aku akan langsung menalak tiga dirimu, jadi detik ini juga kau bukan lagi istriku paham!!"
"Dan cepat beri tahu aku dimana mantan kekasihmu berada? Tunjukkan padaku sekarang juga, aku akan segera mencarinya dan meminta tolong padanya supaya dia bisa menyelamatkan nyawa Diva. Bagiku saat ini yang terpenting adalah Diva, dan kau cepat angkat kaki dari rumahku paham!!"
Dimas berteriak dengan penuh emosi yang membuat semua orang ewat langsung menatap kearah mereka, sang dokter pun cuman bisa terdiam melihat kenyataan yang benar-benar di luar dugaan. Tes dilakukan untuk mengetahui kecocokan pendonor untuk Diva kini malah telah berhasil mengungkap sebuah kebenaran.
Sedangkan Elsa yang tidak terima terus saja menyuarakan suaranya dan sampai menimbulkan perdebatan diantara keduanya sampai-sampai Papah Angga datang dari kejauhan segera melerai Dimas dan juga Elsa.
"Cukup Elsa, Dimas!! Apa-apaan ini, hahh!! Dimana urat malu kalian, lihat baik-baik ini rumah sakit bukan hutan, jadi pelankan suaramu atau aku akan menyuruh security untuk mengusir kalian!"
"Dari pada kamu meributkan hal yang tidak penting dengan wanita itu, mendingan kamu tengok Mamahmu yang benar-benar membutuhkanmu saat ini. Asal kamu tahu Mamahmu itu mengalami serangan jantung untuk kesekian kalinya dan yang lebih mengejutkannya adalah dokter itu mengatakan bahwa Mamahmu terkena struk secara permanen serta badannya menjadi lumpuh total dan dia sudah tidak bisa berbicara dengan benar!"
Kalimat Papah Angga mampu membuat Dimas serta Elsa terdiam membeku, Mamah Mita yang awalnya terlihat sehat bugar kini benar-benar sudah tidak bisa ngapa-ngapain selain berbaring di atas bangkar rumah sakit.
Dimas langsung berlari menuju ruangan Mamahnya dalam keadaan menangis, begitu juga dengan Elsa yang baru saja ingin mengejar Dimas namun Papah Angga menahannya serta mengancam Elsa. Jika dia tidak segera meninggalkan Dimas maka Papah Angga akan mengusut semua ini ke dalam penjara atas tuduhan penipuan.
Disisi lain Dimas melihat kondisi Mamah Mita hanya bisa menangis serta memeluknya, Suci dan Arsya pun cuman bisa saling menatap satu sama lain melihat nasib malang yang menimpa Mamah Mita.
Arsya yang tidak tega dengan Dimas segera mengatakan bahwa dia akan mencari Fajar untuk memintanya datang ke rumah sakit supaya bisa menyelamatkan nyawa Diva.
...*...
...*...
3 Hari telah berlalu dimana Fajar sudah berhasil di temukan oleh Arsya dengan bantuan Dion dan beberapa orang pintar lainnya untuk melacak keberadaa Fajar. Sehingga saat Fajar mengetahui itu semua langsung segera kembali ke Indonesia untuk melihat kondisi Diva.
Tepat di rumah sakit, tanpa menunggu lama lagi Fajar langsung melakukan beberapa tes untuk memenuhi syarat pendonor buat Diva. Dan hasilnya sempurna, Fajarlah Ayah kandung Diva yang sebenarnya hingga setelah mengetahui semua itu membuat Dimas berusaha menahan semua rasa kekecewaan dan juga sakit hatinya.
Tapi ada satu perjanjian diantara mereka yang mana saat Diva kembali sembuh, Fajar ingin mengambilnya dari Dimas serta membawanya tinggal bersama keluarga kecilnya yang kini sudah sangat bahagia.
__ADS_1
Dengan berat hati Dimas menyetujuinya lantaran Dimas juga tidak berhak untuk melarang Fajar mengambil anaknya sendiri, hanya saja Fajar tidak akan mengganti nama belakang Diva yang mana akan selalu ada nama Dimas. Di tambah lagi kapan pun Dimas mau dia bisa berkomunikasi dengan Diva atau pun menemuinya.
Setelah Diva tersadar dan kondisinya sudah mulai membaik, dengan perlahan Dimas serta Fajar menjelaskan semuanya. Awalnya Diva tidak percaya namun mau bagaimana lagi kenyataan sebenarnya memang sedikit pahit untuk ditelan, cuman Diva harus bisa mengikhlaskan semuanya. Setidaknya Fajar serta keluarga kecilnya mereka jauh lebih baik dalam mengurus serta menyayangi Diva.
Diva berpamitan sama semuanya untuk pergi dengan orang tua kandungnya, dan akan meneruskan pengobatannya ke luar negeri. Dimana Dimas hanya bisa memeluk Diva berkali-kali sambil meminta maaf atas semua yang terjadi pada hidupnya yang malang itu, serta Diva banyak-banyak berterima kasih kepada Mamah Mita yang sudah merawatnya dari kecil.
...*...
...*...
1 Minggu setelah kepergian Diva, sececar kebahagiaan datang dari Papah Angga dan Umi Lena. Dimana tepat hari ini mereka melangsungkan pernikahan yang cukup meriah dengan dihadiri oleh beberapa kolega besar atau pun kecil.
Sedangkan Dimas, dia harus mengerusi Mamah Mita setiap hari yang sudah tidak bisa ngapa-ngapain sampai Papah Angga yang melihatnya pun merasa kasihan lalu mengirimkan seorang perawat yang akan menjaga Mamah Mita selama Dimas mengurus perusahaannya yang semakin berantakan.
Semua biaya hidup mereka ditanggung oleh Papah Angga yang memang sudah sesuai janjinya di mana Papah Angga akan mengirimkan uang setiap bulannya. Dimas hanya bisa berterima kasih kepada Papah Angga serta meminta maaf karena pernah berburuk sangka padanya.
Kini hanya tinggal jati diri Kay yang belum berungkap, tetapi Suci dan Arsya pun sedang merancang semua kata-katanya agar Kay bisa menerima kenyataan yang akan mereka katakan padanya.
Sudah 1 bulan lamanya, akhirnya Suci dan Arsya sekarang telah siap untuk mengatakan semuanya kepada Kay tepat saat mereka berkumpul di dalam kamar.
"Mommy sama Daddy mau ngomong soal apa sama Kay? Kok wajah kalian terlihat serius banget? Apa ini tentang pria itu? Jika memang benar ayo Mom, Dad ceritakan semuanya sama Kay"
"Kay sudah tidak sabar karena beberapa hari ini, enggak tahu kenapa Kay selalu mimpi buruk tentang pria itu. Padahak Kay sudah baca doa tetapi pria itu selalu kebawa mimpi, tetapi anehnya lagi di mimpi itu Mommy sama pria itu sangat dekat bahkan dia menyuruh Kay untuk memanggilnya Ayah"
Kay yang mengatakan semua mimpinya kepada kedua orang tuanya, hingga membuat mereka saling menatap satu sama lain dan berusaha agar tetap tenang mengungkap semua kebenaran ini pada Kay.
Dengan perlahan Suci menarik nafasnya, kemudian memulai menceritakan kisahnya dengan Dimas dimana Arsya hanya bisa memegangi tangan Suci selama Suci bercerita semua itu kepada Kay.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1