
1 bulan telah berlalu...
Kini keadaan rumah tangga Suci dan Dimas kembali membaik. Bahkan Dimas pun jarang pergi ke apartemen Elsa yang membuat Elsa merasa kesepian dan juga kesal karena kepulangan Suci membuat ia susah bertemu dengan Dimas, apa lagi mereka menjaga ketat hubungan ini sampai waktunya tiba nanti.
Bahkan karena Elsa merasa kesepian ia malah kembali menghubungi Fajar beberapa kali, dan pada akhirnya Fajar mencari alasan yang kuat untuk menipu Sindi. Di saat itulah Fajar dan Elsa kembali memadu kasih, yang mana Fajar tidak tahu jika Elsa memiliki hubungan dengan pria lain selain dirinya.
Elsa hanya memanfaatkan Fajar di saat ini kesepian tanpa kehadiran Dimas. Entah kenapa Fajar juga sedikit curiga kepada Elsa, karena makin kesini kelakukan Elsa seperti semakin gila akan se*x. Tapi ya karena cinta, Fajar merasa senang melakukannya berbeda jika ia melakukannya bersama Sindi.
...*...
Di perusahaan Mashar Group
Dimas sedang fokus mengerjakan beberapa berkas yang ada di mejanya, namun saat ia sedang fokus tiba-tiba saja Elsa masuk sambil membuatkan kopi hangat untuk menemani Dimas saat bekerja.
“Mas... Ini aku buatkan kopi” ujar Elsa sambil berjalan memasuki ruangan Dimas dan segera menaruh gelas imut itu di atas meja kerjanya.
“Sa... Ini di kantor loh, bisa kan panggil aku dengan sebutan Tuan. Jika kamu seperti ini, hubungan kita akan ketahuan Sa. Kamu tahu sendiri di sini ada Dion dan juga Lisa yang sudah balik dari kampungnya”
“Belum lagi karena aku membelamu untuk tetap menjadi sekretarisku, sepertinya Lisa mulai curiga. Aku dan Lisa sudah bekerja sangat lama tapi aku malah mempertahankan kamu menjadi sekretarisku bukannya Lisa. Bahkan aku malah membuat Lisa menjadi sekretarisnya Dion, karena aku tidak mau memecatnya"
"Aku ingin mempertahankan Lisa karena dia yang sudah hafal seluk beluk perusahaan ini dan kamu juga pasti tahu kan, jika mereka adalah orang yang paling dekat denganku dan juga Suci. Bagaimana jika mereka mulai curiga?”
Dimas mulai dilanda dengan serangan kepanikan saat Elsa selalu saja membuatnya resah. Seakan-akan Elsa tidak memperdulikan keadaannya yang sudah mulai membaik dengan Suci. Elsa tersenyum, lalu ia duduk tepat di pangkuan Dimas dan tangannya terangkat untuk mengusap rahang Dimas dengan lembut.
“Tenang saja Mas. Mereka sedang melakukan meeting di luar kantor kok untuk membahas beberapa kontrak yang sudah di sepakati, jadi tidak perlu khawatir” ucap Elsa.
“Hem... Baiklah, jika begitu aku jadi sedikit tenang. Hoya... bagaimana keadaanmu selama di apartemen sendirian? Apa kamu merasa kesepian?” tanya Dimas sambil membetulkan rambut Elsa yang sedikit menutupi wajahnya.
“Ya mau bagaimana lagi, Mas. Mungkin sudah takdirku untuk merasakan semua ini, apa lagi kita menjalin hubungan yang begitu rumit. Jadi aku cuma bisa sabar diri saja” ucap Elsa dengan membuat wajah sepolos mungkin.
“Maaf ya Sa, aku sudah buat kamu sedih. Tapi aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi, aku cuma mau memperbaiki hubunganku dengan Suci dengan begitu perlahan demi perlahan aku akan mengajaknya untuk membicarakan tentang hubungan kita"
"Bagaimana pun Suci memang sudah setuju dengan pernikahan keduaku ini, hanya saja dia belum tahu jika wanita itu adalah sahabatnya sendiri” Dimas berusaha membuat Elsa agar tidak kembali bersedih, karena Dimas melihat jika Elsa sangat takut jika kehilangannya.
Dimas tidak tahu jika di dalam hati Elsa malah sebaliknya, sampai kapan pun Dimas akan selalu menjadi miliknya. Mau tidak mau, terima tidak terima maka Suci harus membagi Dimas dengannya. Jika Suci tetap tidak mau atau menyuruh Dimas mencari wanita lain selain Elsa, maka Elsa akan menggunakan jurus andalannya yaitu menunjukkan hasil rekaman itu.
Entah kenapa Elsa merasa akhir-akhir ini kepalanya selalu saja pusing, yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Namun Elsa berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja di depan Dimas dan tak lama ponsel Dimas pun berdering, lalu ia melihat ada notif yang bertuliskan “Bidadari Tak Bersayap”
Itu artinya, Sucilah yang sedang menelepon Dimas. Dengan cepat Dimas mengangkatnya sambil memberikan kode kepada Elsa untuk tidak bersuara. Ya meskipun saat ini keadaan mereka sangat intim, dan juga tangan Elsa yang tidak mau diam membuat nafas Dimas semakin tidak beraturan. Tapi ia harus bersikap biasa saja dan menahan sesuatu di dalam tubuhnya, agar tidak membuat Suci curiga.
📱 “Assalammuaikum, Mas. Apa hari ini Mas sibuk?” salam Suci dengan suara lembutnya.
__ADS_1
📱 “Waalaikumsalam, sayang. Tidak kok, memang ada apa?” jawab Dimas sambil melihat Elsa yang sedang menggoyangkan pinggulnya sambil menatapnya.
📱 “Alhamdulillah, jika Mas tidak sibuk. Soalnya ini Suci sudah ada di dalam lift dan sebentar lagi juga mau sampai di ruangan Mas” ucap Suci yang membuat Dimas tersontak kaget.
Dimas lalu berdiri yang membuat Elsa terjatuh, namun untungnya Elsa tidak mengeluarkan suara dan hanya bisa menahan rasa sakitnya sambil menatap kesal ke arah Dimas. Sedangkan Dimas yang melihat itu pun segera memberi kode minta maaf di sela-sela sambungan teleponnya dengan Suci.
Lalu Dimas membantu Elsa untuk berdiri dan lupa jika ia masih melakukan panggilan. Suci merasa aneh dan juga bingung, karena Dimas tiba-tiba terdiam lalu Suci kembali menyuarakan suaranya.
📱 “Halo... Mas. Apa Mas baik-baik saja? Kenapa Mas diam saat Suci bilang jika Suci sudah mau sampai ke ruangan? Apa Mas tidak suka Suci ke sana?” ucap Suci saat ia baru keluar dari lift.
📱 “Ti-tidak, sayang. Bukan begitu, ya sudah kamu segaralah ke sini ya aku tunggu” ucap Dimas dengan sangat panik lalu tanpa sengaja ia memutuskan sambungan teleponnya.
📱 “Bai- ...” ucapan Suci terputus saat ia mendengar sambungan teleponnya terputus begitu saja.
Tuutt... Tutt... Tuttt...
“Loh kok tiba-tiba mati, tidak biasanya Mas Dimas seperti ini” gumam Suci sambil berhenti di depan lift sambil menatap layar ponselnya.
“Ada apa ini? Apa benar yang dikatakan orang misterius itu, jika di kantor Mas Dimas ada yang tidak beres. Bahkan ia mengirim pesan seolah-olah memberitahuku tentang apa yang terjadi di kantor Mas Dimas”
“Lalu kenapa saat aku telepon balik nomornya sudah tidak aktif. Apa ini salah satu karyawan di kantor? Tapi siapa? Bahkan Mas Dion dan Lisa saja tidak ada yang menghubungiku, jika kantor ada masalah maka mereka akan menyelesaikannya bersama-sama”
Sedangkan Dimas dan Elsa masih setia berada di dalam ruangan karena Elsa kesal diperlakukan seperti itu dan membuat ia tidak mau menerima tawaran Dimas untuk membantunya agar berdiri. Melainkan Elsa malah memarahi Dimas yang seolah-olah ia di perlakukan seenaknya dengan Dimas.
Itulah yang membuat Dimas sedikit lupa jika Suci sudah tepat di depan ruangannya. Suci lalu mencoba untuk berjalan mendekati ruangan itu dengan keadaan yang cemas, dan tak sengaja Lisa dan juga Dion baru saja pulang dari meetingnya di luar. Mereka melihat Suci berjalan mengendap-endap seperti maling.
“Bu Suci...” ucap Lisa yang mengagetkan Suci, lalu ia segera membalik tubuhnya.
“Astaghfirullah, Lisa. Kamu ini mengagetkan saya saja” ucap Suci dengan wajah terkejut.
“Hehe... Maaf, Bu. Lagian Ibu ngapain ada di sini? Bukannya langsung masuk saja ke dalam, kenapa malah seperti maling” celetuk Lisa.
“Kalau ngomong di jaga ya dia atasanmu, ingat itu! Jadi jangan seenaknya bicara dan mengatakan jika Bu Suci seorang maling. Jika Tuan Dimas tahu, saya yakin kamu langsung di pecat” jawab Dion dengan dingin.
“Ckk! Apaan sih, Pak Dion. Lagian saya juga bercanda kali, toh Bu Suci juga tidak marah benar kan Bu?” ucap Lisa yang meminta pembelaan.
“Iya, tidak apa-apa. Saya cuma bingung dan khawatir karena ada 1 nomor misterius yang mengirim pesan jika di dalam kantor Mas Dimas ada yang tidak beres, jadi aku disuruh mengeceknya di sini. Apa kalian tahu ada masalah apa?” tanya Suci dengan wajah bingungnya.
Dion serta Lisa malah saling memandang satu sama lain dan seketika mereka menggelengkan kepalanya.
“Tidak ada masalah, Bu. Bahkan kami baru selesai mengurus beberapa kontrak yang baru, itu tandanya kantor ini semakin maju Bu” ucap Lisa.
__ADS_1
“Apa yang di katakan Lisa benar, Bu. Mungkin orang itu hanya ingin membuat hubungan Bu Suci dan Tuan Dimas kembali renggang, jadi sebaiknya jangan di tanggapi Bu” sambung Dion.
Suci yang mendengar itu pun terdiam di tempat, lalu ia melihat ke arah samping tepat di meja sekretaris, tapi Suci tidak melihat adanya Elsa pada saat itu.
“Kemana Elsa? Apa dia ikut bersama kalian ke luar kantor?” tanya Suci yang membuat mereka berdua pun menatap meja Elsa.
“Yaelah Bu, kaya tidak tahu saja. Dia kan setiap hari selalu membuatkan kopi untuk Tuan Dimas, biasalah mencari perhatian biar jabatannya tidak di turunkan dan malah merebut jabatan saya begitu saja” saut Lisa dengan kesal.
“Sepertinya bukan itu, Lis. Bahkan aku sempat beberapa kali menaruh curiga kepada mereka, namun aku urungkan niatku karena aku tidak ada bukti yang kuat untuk menuduh jika mereka memiliki hubungan yang bukan sekedar teman atau pun atasan dan bawahan. Melainkan hubungan lain” ucap Dion yang membuat Suci syok.
“Pak Dion!!!! Jangan berbicara sembarangan ya, kasihan Bu Suci” pekik Lisa sambil menyikut perut Dion.
Bugh !...
“Arrrghhh... Sakit woi... Jadi cewek kok kasar banget sih, gak ada anggun-anggunnya amat. Lihat noh Bu Suci, dia gak sekasar dirimu. Itu namanya perempuan, lah ini main sikut-sikut aja di kata perutku ini samsak kali” keluh Dion sambil mengusap perutnya.
“Lagian kalau ngomong suka benar aja” ucap Lisa tanpa sadar yang membuat Suci kembali syok dan Dion langsung menoyor keningnya.
“Hyyakk... Dasar cewek somplak! Tadi saja menganggapku asal bicara lalu menyikutku, lah ini malah setuju” pekik Dion dengan kesal.
Suci yang sudah tidak bisa menahan rasa ketakutannya itu pun langsung membuka pintu ruangan Dimas dengan kasar.
Brakkk...
Dimas yang sedang duduk di sofa sambil memangku Elsa, membuat Suci benar-benar merasa sakit. Sedangkan Dion dan Lisa yang melihat itu sedikit terkejut, padahal yang mereka tahu Dimas sangat dingin terhadap siapa pun dan hanya dengan Sucilah Dimas bisa mencair. Elsa yang melihat itu pun langsung cepat-cepat berdiri bersamaan dengan Dimas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊
Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1