Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
My Baby Honey Vina


__ADS_3

Suci menarik tangan Arsya ke arah wajahnya lalu Suci pun mencium punggung tangan Arsya yang membuat Arsya, Bunda Reni dan Ayah Al tersenyum. Kemudian Arsya berdiri dan dia mencium keningnya Suci dengan lembut dan penuh kasih sayang.


“Ada apa ini... kenapa tiba-tiba kamu jadi romantis seperti ini. Padahal biasanya kami selalu malu-malu untuk melakukan skinship denganku. Apakah setelah melahirkan istriku jadi tidak lagi malu-malu hemm...” goda Arsya sambil tersenyum penuh arti.


“Ihh... Mas mah enggak bisa apa ya tidak usah komen kayak gitu, kan kelihatannya itu kayak Suci enggak pernah mesra-mesraan sama Mas Arsya huump...” ucap Suci sambil melepaskan tangannya Arsya dengan kasar dan memalingkan wajahnya.


“Hahaha... maaf ya aku cuma bercanda saja kok, jadi jangan marah ya sayang. Aku cuma merasa senang saja karena kamu semakin mau terbuka padaku, rasanya sungguh sangat membahagiakan untukku hihi...” tawa Arsya sambil menoel ujung hidungnya Suci.


Lalu Suci pun tersenyum sambil menatap Arsya karena dia memang merasa kalau hubungannya dengan Arsya kini semakin membaik. Tidak seperti saat mereka baru saja menikah di mana Suci masih malu-malu dan tertutup akan dirinya sendiri pada Arsya.


“Ohh iya sayang, tadi kami sedang membicarakan tentang akikahannya Baby Kay. Menurut kamu akikahannya lebih baik di lakukan secara terbuka atau tertutup saja? Aku, Bunda dan Ayah bingung jadi bagaimana menurut kamu?” tanya Arsya sambil menggenggam tangannya Suci.


“Hmm... aku lebih suka kalau secara tertutup saja Mas, aku takut orang-orang akan membicarakan Baby Kay kalau akikahannya secara terbuka. Tapi aku tidak tahu apakah Bunda dan Ayah tidak masalah akan hal ini” ucap Suci sambil sedikit melirik ke arah Bunda Reni dan Ayah Al.


“Tentu saja Bunda dan Ayah tidak akan keberatan sama sekali sayang. Bagaimana pun Baby Kay adalah anak kalian, jadi semua keputusan tersebut ada di dalam tangan kalian sebagai orang tua dari Baby Kay” ucap Bunda Reni sambil tersenyum bersama dengan Papah Al.


“Terima kasih Bunda dan Ayah, kalian selalu ada untuk Suci selama ini. Suci merasa sangat tidak enak karena Suci tidak bisa memberikan apa pun pada Ayah dan Bunda sebagai balasan atas kebaikan kalian selama ini” jawab Suci dengan mata berairnya.


“Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih karena kamu adalah menantu dan juga putri dari keluarga Valleanno. Lagi pula sekarang kamu sudah memberikan kami cucu, jadi ini sudah jauh lebih baik dari apa pun” ucap Ayah Al yang membuat Suci tersentuh.


Arsya juga tersenyum saat dia melihat bahwa Ayah Al dan Bunda Reni tidak memiliki sedikit pun penentangan terhadap Suci dan Baby Kay. Kemudian mereka menghabiskan waktu mereka dengan penuh kebahagiaan bersama dengan Baby Kay kecil yang imut dan tampan itu.

__ADS_1


*


*


Di sebuah kampus di Ibu kota, terdapat sepasang kekasih yang sedang menikmati makan siang mereka di kantin kampus. Mereka makan sambil suap-menyuapi yang mana membuat semua mahasiswa/i di sana merasa iri pada mereka berdua.


Pasangan kekasih tersebut adalah Vina dan Bray, mereka memang di juluki sebagai CC atau Campus Couple terbaik tahun ini. Selama setengah tahun terakhir ini hubungan antara Vina dan Bray benar-benar maju dengan sangat pesat dari sebelumnya.


“Sayang... nanti malam kita pergi ke club yuk sama anak-anak yang lain, kan sudah lama kita tidak clubing. Nanti kalau kita pulangnya kemalaman, maka kamu bisa nginap di tempatku seperti biasanya. Bagaimana sayang?” tanya Bray sambil menatap manis Vina.


“Aku sih ikut-ikut saja, asalkan kamu membayarkan semuanya hihi... habisnya Bang Dimas tidak pernah lagi memberikan aku uang lebih, jadi aku tidak bisa membeli barang-barang mahal lagi...” ucap Vina sambil cemberut menatap Bray.


“Tenang saja sayang, selama kamu menghabiskan waktu denganku maka aku akan membelikanmu apa pun yang kamu inginkan. Lagi pula kekayaan keluargaku tidak beda jauh dengan keluargamu, jadi tenang saja” ujar Bray dengan bangganya.


“Heehh... kalau begitu aku sangat menantikan hadiah yang akan kamu berikan padaku nanti malam. Aku jadi ingin waktu cepat-cepat berlalu dan berubah menjadi malam hari sekarang juga hihi...” tawa Bray sambil menjilat bibirnya sendiri dengan menggoda.


Begitu hubungan antara Bray dan Vina saat ini, mereka bahkan tidak malu melakukan dan membicarakan semua itu di tempat umum. Padahal dulu Vina selalu tidak suka membicarakan atau mengatakan tentang hal seperti itu.


Namun tidak tahu mulai kapan dan bagaimana, tapi hubungan mereka benar-benar sudah melewati batasan yang ada. Bahkan terkadang Vina yang memulai segalanya karena dia merasa sensasi yang tidak bisa dia lupakan.


Mungkin juga faktor dari suasana rumah keluarga Dimas yang sudah berubah, jadi membuat kebiasaan Vina pun ikut berubah. Atau juga karena circle pergaulan Vina yang semakin bebas sehingga itu mempengaruhi gaya hidup dan pacarannya Vina.

__ADS_1


Bahkan Vina dan Bray sering bolos kuliah bersama dengan teman-teman mereka yang lainnya. Vina juga membayar orang untuk menyelesaikan semua tugas kuliahnya agar Dimas, Papah Angga serta Mamah Mita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Krrriiiiiinnnggg...


Bel kampus pun berbunyi yang menandakan bahwa kelas siang sudah di mulai. Lalu Bray dan Vina berjalan pergi dari kantin menuju ruang kelas mereka yang mana saat ini Vina dan Bray memiliki mata kuliah yang sama.


“Aduuh... rasanya aku tidak ingin masuk ke dalam kelas dosen killer itu, dia selalu saja mengecek daftar kehadiran dengan ketat. Jika kita tidak hadir di kelasnya, maka bisa-bisa kita akan mendapatkan ‘F’ sebagai hasilnya” gerutu Vina sambil berjalan bersama Bray.


“Aku juga tidak suka dengan dosen killer itu, kalau bisa aku juga ingin membolos saja hari ini. Tapi aku tidak mau jika harus mengulang kelasnya hanya karena dia selalu memberikan aku nilai ‘F’ di semua mata kuliahnya” gerutu Bray sambil merangkul pinggulnya Vina.


“Ya tapi biarlah, toh kita cuma perlu hadir di kelasnya saja. Kalau untuk masalah tugas dan nilai, ya kita bisa membayar orang untuk menyelesaikan semua tugas kita toh selama ada duit maka semuanya akan selesai dengan baik” ucap Vina dengan gampangnya.


“Kamu sangat benar sayang, selama kita memiliki banyak uang maka anak banyak orang yang mengantri untuk mendapatkannya. Bahkan jika mereka harus melakukan segala cara untuk mendapatkan uang seperti itu haha...”


Bray berbicara sambil tertawa dengan puasnya yang mana membuat Vina ikut tertawa bersamanya.


Mereka selalu membayar orang lain untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka karena Vina dan Bray sering absen di beberapa kelas mata kuliah yang tidak wajib.


Apalagi Vina sudah menemukan seorang mahasiswi miskin yang pintar sehingga dia selalu meminta mahasiswi tersebut untuk mengerjakan tugasnya dan Vina akan membayarnya. Jika mahasiswi tersebut tidak mau, maka Vina mengancamnya akan membuat dia keluar dari kampus.


Bagaimana pun pemilik kampus tersebut merupakan salah satu orang tua dari sahabat satu kampusnya Dimas dulu sehingga Vina sangat mengenal keluarga mereka. Itulah kenapa mahasiswi miskin tersebut takut dengan ancamannya Vina karena mahasiswi tersebut kuliah dengan beasiswa penuh.

__ADS_1


Akibatnya mahasiswi tersebut hanya menurut semua perkataannya Vina dan dia juga yang mengerjakan semua tugas kuliahnya Vina. Meskipun Vina membayarnya, namun semua itu tetap tidak baik karena mahasiswi tersebut melakukannya di bawah paksaan dan bukan dengan perasaan senang sama sekali.


__ADS_2