
Ketika Suci ingin melontarkan sebuah pertanyaan pada Elsa yang kini masih terlihat gugup tetapi dia sangat pandai menutupinya, datanglah seorang dokter yang telah menangani kondisi Kay. Suci dan Arsya segera mendekati sang dokter dengan perasaan cemas, gelisah dan juga sangat takut.
"Permisi semuanya, apa di sini ada keluarga dari Kaysan Suarsya Valleanno?" Tanya sang dokter sambil menatap semuanya.
Dimas yang mendengar itu langsung berdiri dan juga menatap sang dokter, entah kenapa Dimas sangat kepo dengan keadaan Kay. Bahkan rasa cemasnya terbagi menjadi dua, dimana satu sisi Dimas mengkhawatirkan keadaan Diva tapi di sisi lainnya enggak tahu kenapa rasa cemas melanda di dalam dirinya untuk mengetahui kondisi Kay saat ini.
"Saya Dok, saya Mommy-nya dan ini Daddy-nya. Lalu bagaimana keadaan anak kami Dok? Kay baik-baik saja kan, tidak ada sesuatu yang terjadi dengannya kan Dok? Please jawab Dok jawab hiks.."
Suci terlihat sangat antusias untuk mengetahui keadaan Kay, sehingga dia mencecar sang dokter dengan semua pertanyaan yang mana sang dokter belum sempat menjawabnya Arsya langsung mencoba untuk menenangkan Suci.
"Ssttt.. Sayang, heii.. dengarkan aku baik-baik. Kay itu anak yang kuat dia tidak akan ada apa-apa dengannya, percaya padaku. Jadi kamu tenang dulu ya, kita coba dengarkan pelan-pelan apa yang akan dokter sampaikan tentang kondisi Kay"
Arsya meraup wajah Suci yang langsung di anggukin olehnya dan Arsya membawa Suci kedalam dekapannya sambil menatap sang dokter yang kini hanya bisa tersenyum kecil.
"Sabar ya Tuan, Nyonya. Kalian tidak perlu khawatir, keadaan Kaysan saat ini baik-baik saja bahkan dia sudah berhasil melewati masa kritisnya. Hanya saja Kaysan masih membutuhkan waktu yang banyak untuk beristirahat, jadi saya sarankan untuk beberapa hari ke depan Kaysan harus di rawat dulu agar pernafasannya kembali stabil"
"Tapi apakah tadi Kaysan memakan atau meminum sesuatu yang memacu alerginya kambuh? Jika benar, baiklah. Nanti saya akan siapkan resep obat agar bisa segera di minum ketika Kaysan terbangun di tengah malam"
"Saya cuman ingin mengingatkan kepada Tuan dan juga Nyonya selaku kedua orang tua Kaysan untuk lebih berhati-hati lagi menjaganya serta tolong hindari apa pun yang akan memicu kembalinya alergi di dalam tubuhnya, lantaran alergi Kaysan bukanlah alergi biasa. Jika terlambat sedikit saja akan berakibat fatal untuknya"
Sang Dokter menjelaskan semua kondisi Kay, sehingga Suci dan juga Arsya langsung mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena Sang dokter sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kini Arsya dan Suci kembali berpelukan dengan erat saking senangnya mendengar kabar Kay telah baik-baik saja.
Tetapi berbeda cerita dengan Dimas yang mendengar itu membuatnya kembali menaruh curiga. Entah kenapa saat ini Dimas malah berpikir bahwa Kay adalah anaknya, tapi bagaimana mungkin? Hanya Dimaslah yang tahu perasaannya sendiri kenapa bisa sampai berpikir sejauh itu. Sedangkan Elsa dia masih tidak bisa terlihat tenang banyak pikiran yang kini melanda dirinya.
__ADS_1
"Astaga, bagaimana ini? Lagian itu bocah ngapain sih pakai pingsan segala jadi ribet kan urusannya, kalau udah begini siapa yang pusing? Arrrghhh.. si*alll!!!"
"*Semoga saja tuh anak enggak punya penyakit yang serius biar enggak usah melakukan tes-tes apalah itu. Karena aku belum sepenuhnya yakin dia itu anak Dimas atau Fajar?"
"Ckkkk.. arrrghhh.. menyebalkan!! Pokonya aku harus tahu lebih dulu jika memang Diva bukan anaknya maka aku sudah bisa mencari cara supaya kebenaran ini tidak akan terungkap! Sampai kapan pun mereka cuman harus tahu jika Diva adalah anak Dimas. Titik*!!!"
Elsa berbicara di dalam hatinya seperti berperang dengan dirinya sendiri, kecemahan dan juga ketakutan kini bercampur aduk menjadi satu dimana Elsa harus segera mencari jalan keluar agar Diva tidak sampai melakukan tes yang akan membuat jati dirinya terungkap.
Tetapi tanpa Elsa sadari Suci menatap ke arahnya dengan tatapan penuh arti sambil tersenyum, baru kali ini Elsa terlihat cemas tapi jangan salaj Suci sudah mengetahui siapa Diva sesungguhnya. Cuman kali ini bukan dirinya yang akan mengungkapnya, melainkan takdirlah yang akan bergerak untuk mengungkap semua kebenaran yang selama ini Elsa tutupi.
Dokter yang menangani Kay kembali masuk ke dalam untuk mengurus semuanya agar Kay bisa segera di pindahkan ke ruangan inap, selang beberapa detik Dokter yang menangani Diva pun keluar.
"Permisi, apakah ada dari kalian yang keluarga Kinandiva Nafiza Hartawan?" Tanya dokter tersebut dengan wajah cemasnya. Dimas dan Elsa yang mendengar itu langsung mendekati sang dokter.
Kemudian Arsya membawa Suci untuk duduk di kursi tunggu sambil mendengar apakah yang akan dokter katakan tentang kondisi Diva, Suci yang memang sangat penasaran dan juga gereget hanya bisa menyimaknya dengan wajah serius.
Elsa hanya bisa terdiam dengan keadaan wajah yang mulai pucat akibat jantungnya berdebar sangat kencang, dan juga rasa ketakutan benar-benar sudah melanda di dalam diri Elsa sehingga ia terlihat tidak tenang. Suci dan Arsya hanya bisa tersenyum melihat Elsa, bukan berarti mereka tidak mengkhawatirkan tentang Diva. Hanya saja mereka cuman senang ketika sebentar lagi semua ini akan terungkap.
Sang dokter menatap ke arah Dimas dan juga Elsa secara bergantian. Lalu ia berkata, "Apakah sebelumnya anak Tuan dan Nyonya sering mengeluh sakit kepala, atau suhu badannya meninggi secara tiba-tiba? Dan apa benar ini adalah kali pertamanya anak kalian mengalami mimisan?"
Elsa terdiam membeku dengan wajah ketakutan lantaran dia memang beberapa kali melihat kodisi Diva yang seperti ini, Sedangkan Dimas langsung menoleh ke arah Elsa dengan kode seolah-olah meminta jawaban dari Elsa. Tetapi ketika melihat Elsa malah terdiam Dimas kembali menatap sang Dokter.
"Ya-ya Dok, i-ini adalah ka-kali pertamanya Diva seperti ini, saya juga bingung kenapa bisa separah ini" Jawab Dimas dengan tidak yakin.
__ADS_1
Sang dokter menganggukan kepalanya dan ingin melanjutkan ucapannya, namun malah di berhentikan dengan seseorang yang kini sudah berada di belakang Elsa dan juga Dimas dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Tidak, Dok. Mereka bohong hiks.. cu-cucuku sudah lama seperti ini. Bahkan di saat dia berusia 3 tahun sudah beberapa kali mimisan hanya saja saya dan IBUNYA"
Mamah Mita sambil melirik Elsa yang kini semakin terpojok dan juga ketakutan hanya bisa menangis.
"Sudah mengetahui semua itu, tetapi kami berusaha menanganinya sendiri. Tapi entah semakin bertambahnya usia Diva mimisan itu sering terjadi yang mana saya mau membawa Diva ke rumah sakit tetapi Ibunya selalu melarang saya dengan alasan tidak ada biaya atau pun mimisan itu adalah hal bisa"
"Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya tidak mau cucu saya semakin di siksa olehnya, bahkan kemarin saat suhu Diva sangat tinggi mereka malah membawakan obat dari Apotek dan bukan membawa anaknya ke rumah sakit SEMUA ITU ATAS SURUHAN IBUNYA"
"IBU MACAM APA DIA DOK, SETIAP HARI KETIKA ANAKNYA SAKIT DIA SELALU MENGABAIKANNYA, BAHKAN KETIKA AYAHNYA KERJA DAN DIVA INGIN BERMAIN PADANYA. DIA MALAH SELALU MENYAKITINYA DAN BERBICARA KASAR KALU DIA SANGAT MALU PUNYA ANAK PENYAKITAN, ANAK TIDAH TAHU DIRI. YANG LEBIH PARAHNYA LAGI DIA SANGAT MENYESAL TELAH MELAHIRKAN DIVA CUMAN KARENA DIVA ANAK PEREMPUAN BUKAN ANAK LAKI-LAKI YANG AKAN BISA MENJADI PENERUS DI DALAM KELUARGA KAMI HIKS.."
Duaaaaarrrrrr.....
Suci dan Arsya yang mendengar ucapan Mamah Mita langsung terkejut dan berdiri menatap ke arah Elsa yang hanya bisa melototkan matanya menatap Mamah Mita. Sedangkan Mamah Mita menangis sesegukan karena merasa sudah lega apa yang dia tahan selama ini telah berhasil di keluarkan meskipun di depan seorang dokter.
Bagaimana dengan Dimas? Dia terdiam membeku mendengar semua ucapan Mamah Mita yang sangat tidak masuk akal, tetapi tidak mungkin Mamah Mita berbohong pada Dimas. Apa lagi Dimas sangat tahu jika Mamah Mita begitu menyayangi Diva, sehingga Diva menatap Elsa dengan tatapan penuh kekecewaan.
Elsa yang tidak bisa berkutik mau tidak mau dia harus berpikir ekstra keras untuk menyangkal semuanya, namun ketika Dimas ingin melayangkan satu tampan cantik lagi untuk Elsa tiba-tiba saja seseorang langsung menahan tangan Dimas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...