
Saat ini sorotan matanya Dimas pun sudah benar-benar di penuhi dengan rasa amarah yang begitu besar. Sampai seketika Dimas langsung mendorong Suci dengan kasar hingga ia tersungkur di lantai dalam keadaan terduduk.
Buughhh...
“Diimaaasss!” pekik Ayah Angga sambil membantu Suci untuk berdiri.
Namun Suci yang benar-benar terkejut atas sikap Dimas, tapi itu membuat Suci tersenyum di sela isak tangisannya.
“Seperti inikah cara balasanmu terhadapku, Mas?” sahut Suci sambil menatap remeh ke arah Dimas.
Sedangkan Mamah Mita dan juga Vina yang melihat itu pun, mereka malah tersenyum miring dan kali ini Dimas berada di dalam pihak mereka.
“Terima kasih Pah...” ucap Suci saat ia sudah berdiri karena bantuan Papah Angga yang selama ini selalu memihak pada kebenaran.
“Wahh... Rupanya kalian semakin hari semakin romantis ya... Dasar wanita murahan!” ucap Mamah Mita dengan tatapan amarah dan remeh.
“Sasmita!!! Jaga ucapanmu” tegas Papah Angga penuh emosinya.
“Sudah puas menyakiti istri dan juga anakku? Berapa kali aku selalu mengingatkanmu tentang keadaan Elsa yang sangat lemah, tapi apa yang aku dapat? Kamu benar-benar sudah membuatku kehilangan kepercayaan, Suci” ucap Dimas dengan menatap Suci penuh kobaran api yang menggebu-gebu.
“Kepercayaan? Kepercayaan apa yang kau bahas ini, Mas! Apa kamu lupa sudah berapa kali kamu telah menghancurkan kepercayaanku? Tapi hasilnya apa? Kamu terus memintaku agar aku tetap mempercayaimu meskipun rasanya begitu menyakitkan” ucap Suci sambil berdiri tepat di depan Dimas dengan sorotan mata yang penuh kehancuran.
“Aku bilang, sabar!!! Kamu tahu keadaan Elsa tidak sekuat dirimu, dia benar-benar lemah sangat lemah. Tapi kenapa kamu enggak bisa mengerti?” ucap Dimas dengan nada membentak tepat di depan wajah Suci.
“Baru kali ini aku melihatmu benar-benar bukan seperti Dimas yang aku kenal. Padahal kamu dan aku menikah sudah bertahun-tahun, namun pada kenyataannya orang yang baru saja hadir bisa merubah segalanya”
“Jika kamu selalu menuntut aku untuk mengerti, mengalah, dan juga sabar lalu bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu sudah adil dalam memperlakukan aku dengan Elsa?”
“Kalau pun membicarakan masalah sakit, akulah yang paling sakit di sini bukan ELSA!! Kalau pun ada korban di sini, maka hanya AKU adalah korbannya dan bukan ELSA!”
“Aku sudah mencoba untuk mengikhlas apa yang terjadi, bahkan kamu selalu bilang setelah kamu menikah dengan Elsa maka keluarga kita akan bisa hidup jauh lebih bahagia. Tapi mana kenyataannya, hahh! Manaaaaaaaaaa...”
“Aku di hina, di caci, di maki, di jatuhkan, bahkan di perlakukan sangat rendah oleh Mamah kandungmu sendiri pun kamu tidak pernah sedikit saja membelaku semenjak kehadiran Elsa. Apa kamu lupa hal itu?"
"Apa aku juga harus ingatkan betapa bahagianya aku saat kamu bilang 'Cukup mah, cukup! Dimas tidak akan pernah menikah lagi dengan wanita lain, kalau pun harus hidup berdua dengan Suci tak masalah. Tapi Dimas tidak bisa menyakiti hati Suci' seperti itu...”
__ADS_1
“Bagaimana? Sudahkah kamu ingat dengan kata itu yang berulang-ulang kali kamu ucapkan saat Mamahmu selalu memperlakukan aku seperti aku ini bukanlah seorang menantu di rumah”
“Tapi lihatlah sekarang! Bahkan kamu sendiri pun tidak becus dalam menjaga kehormatan istrimu. Sakit Mas sakit... Satu sisi aku harus bertahan dengan semua perasaan menyakitkan ini, cuma di satu sisi lainnya aku juga sudah sangat lelah dengan semuanya”
“Lalu yang harus kamu ingat kalau jauh sebelum kamu dekat dengan Elsa bahkan sampai menikah seperti ini, aku adalah saksi dimana Elsa sama kekasihnya yang bernama Fajar telah mengikat janji dalam waktu 5 bulan kalau Fajar akan melepaskan istrinya dan mereka akan kembali bersama"
"Tapi lihatlah nyatanya sekarang, Elsa malah memilih suami orang serta membuat luka yang cukup dalam di hati Fajar. Jadi stop berpikir jika Elsa adalah orang yang baik! Asal kalian semua tahu kalau dia itu adalah ular berkepala 2 yang sangat licik"
"Elsa akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk dirimu dan juga hartamu. Bahkan kalian saja baru menikah beberapa bulan saja, tapi Elsa sudah penuh dengan kemewahan sedangkan aku? Selama ini aku mati-matian menjaga hasil kerja keras suamiku"
"Oh ya... Aku sampai lupa kan aku juga pernah berbelanja bersama Mamahmu menggunakan uang bulananku dan itu dengan harga yang tidak sedikit, tapi bagaimana responsmu hemm...”
" Oh Ya ampun... Aku juga sampai lupa mau kasih tahu pada kalian, jika anak yang ada di dalam kandungan Elsa itu bukanlah anakmu loh Mas dan juga bukan cucu dari keluarga ini. Tapi itu adalah anak dari Fajar, kekasih gelapnya Elsa!!”
Suci mengoceh tiada henti untuk meluapkan apa yang selama ini ia rasakan sehingga kata-kata terakhir dari Suci mampu membuat emosi Dimas sudah tidak bisa ia tahan.
Plaaaakkkk !!...
Suci tersungkur dengan keadaan sudut bibir yang sudah berdarah sambil wajahnya menatap ke arah lantai.
“Dimmmaaasssssss...” geram Papah Angga.
Dimas hanya sekedar menoleh ke arah samping saat menerima tamparan keras dari Papah Angga
“Paapaahh...” pekik Mamah Mita yang langsung mendekati Dimas.
“Kamu gapapa, Dim?” sahut Mamah Mita sambil mengecek pipi Dimas yang hanya sekedar merah bekas tangan Papah Angga.
“Papah kenapa sih selalu saja membela wanita mandul kek dia! Sebenarnya sekeluarga Papah itu siapa hahh!? Kita atau diaa...?” teriak Vina dengan semua emosinya.
“Kau bilang apa tadi? Keluarga? Sejak kapan saya merasakan jika saya memiliki sebuah keluarga? Dari dulu saya sudah sabar melihat kelakuan kalian semua kepada Suci, tapi kali ini tidak lagi!!”
“Jika saya harus memilih antara kalian atau Suci, maka saya akan jawab dengan lantang kalau saya memilih SUCI!!”
Suara Papah Angga menggelegar dimana-mana sehingga membuat semua orang menatap ke arah mereka. Suci berusaha berdiri sendiri tanpa bantuan siapa pun, hingga ia bertepuk tangan sambil tersenyum bersamaan dengan runtuhnya air mata yang begitu menyakitkan.
__ADS_1
“Sepenting itukah Elsa untukmu, Mas? Apa karena dia bisa mengandung dan aku tidak, jadi kau seenaknya saja memperlakukanku bagaikan sampah seperti ini”
“Bertahun-tahun Mas, bertahun-tahun aku mencoba untuk bersabar dengan sikap Mamah dan juga adikmu yang selalu merendahkanku. Tapi apa balasan yang aku dapat hari ini?”
“Kau lebih mempercayai dia, istri barumu ketimbang istrimu yang sudah menemanimu di saat kau susah mau pun senang. Apa kau lupa kalau akulah yang ada di sampingmu bukan Mamah atau Papah atau bahkan Adikmu dan juga bahkan bukan Elsa!!”
“Apa kamu tahu, aku mempunyai kesalahan terbesar dalam hidupku karena aku yang telah mempercayai Elsa. Di saat aku kembali bertemu dengannya, aku sangat senang dan benar-benar bahagia karena aku bisa mempunyai sahabat yang tidak pernah aku miliki”
“Aku membantu dia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan aku pula yang telah menyelamatkan Elsa dari aksi bunuh dirinya. Dia sangat kecewa karena Fajar telah meninggalkannya hanya demi menikahi wanita lain, kau tahu... Di situ Elsa sangat hancur karena ia telah melakukan hal lebih dengan Fajar sehingga membuat Elsa frustrasi”
“Di situlah aku masuk sebagai sahabat yang memberikan semangat serta dukungan untuknya sehingga saat bertemu dengan Fajar mereka melakukan perjanjian itu. Namun apa kamu tahu jika sebelum menikah denganmu Elsa memiliki seorang kekasih?"
"Tidak kan, itu karena apa? Karena Elsa tidak berani mengatakannya, dia bingung harus memilih siapa di antara kalian. Sehingga saat kamu telah masuk ke dalam perangkap Elsa, di saat itu juga Elsa mengabaikan seseorang yang benar-benar tulus padanya”
“Sudah 1 bulan lebih sebelum pernikahanmu dengan Elsa, kamu selalu menghabiskan waktu denganku tanpa terlewatkan sedikit pun setelah kepulanganku. Jadi saat Elsa hamil 1 bulan itu lalu anak siapa? Anakmu atau anak Fajar?”
Suci benar-benar membuka semua kedok Elsa, namun malah membuat Dimas bukannya percaya pada suci malah Dimas semakin marah karena kini keributan mereka menjadi tontonan banyak orang.
“Tutup mulutmu atau-...” geram Dimas dengan wajah memerah penuh dengan amarah sambil menatap Suci.
“Atau apa, hah! Atau apa? Atau kamu mau mengatakan jika kamu akan menceraikan aku? Begitu? Hahaha... Tidak usah repot-repot DIMAS HARTAWAN”
“Sebelum kau mengatakannya, maka aku yang lebih dulu akan mengatakan jika aku ME-NYE-RAH!! Aku ingin kita BERPISAH!!!”
Suci yang benar-benar tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya membuat hatinya sangat hancur karena semakin ia berusaha mempertahankan, maka semakin sakit rasanya. Mungkin ini udah saatnya ia terlepas dari semua rasa sakit yang begitu merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
__ADS_1
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻