
Keesokan paginya Sezha bangun dengan tubuh yang bugar, malam ini ia tidur dengan sangat pulas dan nyenyak.
"Wih manjur nih minyaknya tadi malam tidurku enak bener." Sezha merenggangkan otot-otot tubuhnya.
Diluar pintu Sezha mendengar suara ibunya sedang memanggilnya.
"Sezha, kamu sudah bangun ?!"
Sezha yang sekian lama tidak mendengar suara ibunya, merasa tidak percaya dengan ibunya yang memanggil namanya di pagi ini.
"Eh itu kayak suara ibu ? apa aku gak salah denger ya ? masa iya ibu, apa aku masih mimpi ?" Sezha masih belum percaya jika itu adalah suara ibunya.
Sezha yang masih enggan menjawab panggilan ibunya, si ibu kembali memanggil dari luar pintu.
"Sezha..Zha ! ya ampun ni anak, bukannya bangun." Seru ibunya sekali lagi.
__ADS_1
Setelah memastikan jikalau itu adalah benar-benar suara sang ibu. Ia pun lompat kegirangan dari atas ranjangnya.
"Astaga, benaran aku gak mimpi itu suara ibu. Ibu manggil aku." Wajah Sezha begitu sumringah.
"Ya bentar Bu !" Sahut Sezha sambil berlari kecil kearah pintu.
Sezha membuka pintunya, dilihatnya ibu masih berdiri di depan pintu kamarnya lalu ia pun menanyakan pada sang ibu.
"Hoammm..maaf Bu, Sezha kesiangan." Sezha menguap ciri khas orang baru bangun tidur.
"Ish kamu ya, anak gadis tuh pamali bangun siang entar jauh dari jodoh." Kata ibu.
"Udah..udah, sekarang kamu mandi terus ke meja makan, kita sarapan bareng, ayah dan adik kamu sudah ada di meja makan." Perintah ibu.
"Ok Bu, makasih ibu mmuaahhh, Sezha sayang sama ibu." Sezha memeluk ibunya kemudian secara spontan Sezha mengkecup pipi sebelah kiri ibunya.
__ADS_1
"Apa-apaan kamu, astaga kayak pertama kali aja ibu banguni kamu. Buruan gih mandi bau nafas naga kamu." Ibunya menggelengkan kepalanya.
"Hehehe siap bu, otw." Sezha nyengir kuda karena malu.
"Ibu balik kedapur lagi, soalnya ibu belum buatkan teh untuk ayah kamu."
Ibu kembali kedapur, begitu ibunya sudah melangkah beberapa langkah menuju dapur, Sezha menutup pintu kamarnya kemudian ia berlari keatas ranjang dan dengan perasaan yang sangat senang, ia melompat-lompat diatas ranjangnya.
"Ya ampun dah kayak mimpi aku, liat ibu udah gak marah sama aku bahkan ibu seperti lupa dengan masalah aku. Ya ampun, gak nyangka seneng banget aku. Apa karena minyak bau ini ya ? ck top juga ni minyak, walaupun bau nya gak jelas tapi manjur, tadi malam aku tidur nyenyak eh bangun tidur dapet sambutan ramah dari ibu. Yaudah deh buruan mandi kasian dah pada nungguin dimeja makan."
Sezha berjalan sambil tak berhenti tersenyum sembari bernyanyi penggalan lagu.
"🎶Emang lagi syantik, ku benar-benar syantik, syantik-syantik sayang kita cuma temenan. Lala...Lala...laaallaa....🎶"
Setiba di kamar mandi, ia menutup pintunya lalu ia pun segera mandi.
__ADS_1
Sezha yang sedang berada didalam kamar mandi, sukma Tukijan kembali datang dan seperti tadi malam. Ia hanya sekedar muncul sekilas, sambil tersenyum misterius. Tak lama kemudian ia pun kembali menghilang pergi meninggalkan kamar Sezha.
Belum tau apa maksud tindakannya Tukijan seperti ini, ia mendatangi Sezha tanpa sepengetahuan Sezha. Intinya Tukijan memiliki niat terselubung pada Sezha.