
Bulek sudah menunggu di luar. Melihat bulek berdiri di teras, Sezha dan Nova menghampiri.
"Bulek." Sapa Nova.
"Kalian benar-benar sudah mau pulang ? jika kalian ingin tetap disini, bulek dan paklek tidak keberatan yang terpenting kalian nyaman disini." Bulek menawarkan untuk tinggal di rumahnya.
"Terimakasih banyak bulek, kami ingin sekali tetap tinggal tapi sebentar lagi kami harus bersekolah dan kami juga izin ke orang tua hanya pergi beberapa hari saja bulek." Nova menjelaskan.
"Iya bener bulek, terutama saya begitu sangat mengucapkan rasa terimakasih sekali karena bulek mau dengan senang hati membantu saya bebas dari persinggahan itu dan mungkin pengalaman ini tidak akan saya lupakan sampai kapanpun." Imbuh Sezha.
"Pesan bulek cuma satu, ingat selalu kepada Gusti Allah dan jangan pernah biarkan pikiran kita kosong tanpa mengingat - Nya. Sebab arwah-arwah penasaran dan orang yang memiliki ilmu jahat akan cepat tau jika ada sedikit saja celah apalagi kepada orang yang berputus asa dalam hidupnya maka sihir akan cepat mempengaruhi seluruh pikiran dan hati. Jadi ingat pesan bulek yo." Bulek memberikan wejangan.
"Baik bulek, pesan bulek akan kami ingat." Ucap Sezha.
"Alhamdulillah." Bulek lega.
"Oh ya bukannya tadi bulek bilang kalo ada sesuatu yang mau diberikan pada Arin." Sela Nova.
"Oawalah dalah sampe lali toh ( bulek menepuk keningnya pelan). Iki lho bulek mau nitip pakaiannya Arin, kemarin dia tanya pakaiannya yang pernah tertinggal sewaktu datang kesini. Jadi bulek titip yo." Bulek menyerahkan sebuah bungkusan plastik kepada Nova.
__ADS_1
"Iya bulek, in sya Allah nanti pasti kami berikan pada Arin sesampai dirumah."
Ditengah obrolan mereka, terdengar suara klakson mobil. Ya taksi yang dipesan Nova melalui aplikasi sudah datang.
Sopir taksi kemudian turun dari taksi dan berjalan menghampiri kami yang masih berdiri di teras.
"Selamat siang, apa benar jika di alamat ini ada yang memesan taksi atas nama mbak Nova ?" Tanyanya sopan.
"Ya pak, benar. Saya Nova." Jawab Nova.
"Baik kalo begitu silahkan naik mbak ( pak sopir taksi mempersilahkan) atau ada barang-barang yang harus saya bantu naikan terlebih dahulu ?"
"Gak ada kok pak, cukup kami aja yang naik taksi." Nova becanda.
Sebelum mereka naik kedalam taksi, mereka berpamitan lagi dengan bulek.
"Bulek, kami pulang." Nova lebih dulu menyalami tangan kanan bulek.
"Iyo, hati- hati di jalan. Nanti kalo ada waktu senggang main-main kesini ajak Arin juga yo."
__ADS_1
"Iya bulek." Timpal Nova.
"Assalamualaikum bulek." Lanjut Sezha menyalami tangan kanan bulek sembari mengucap salam.
"Waalaikum salam. Jaga diri baik-baik." Bulek menjawab salam sambil berpesan.
Sezha terenyuh, Sezha membalas dengan senyuman dan anggukan.
Usai berpamitan, Sezha dan Nova naik ke dalam taksi diikuti sopir taksi di belakang mereka.
Di dalam taksi mereka melambaikan tangan kearah bulek.
"Sudah bisa berangkat mbak?" Tanya sopir.
"Iya pak, kita berangkat sekarang." Jawab Nova.
"Sabuk pengamannya dipakai ya mbak."
"Sudah kok pak." Balas Nova.
__ADS_1
Taksi mulai berjalan meninggalkan perkarangan rumah bulek.
Sebenarnya Sezha masih sangat ingin di desa ini, terlepas dari kengerian persinggahan pondok Mak iyem. Sezha merasa nyaman berada di rumah bulek Sukini, apa yang ia rasakan tidak ia dapatkan saat dirumah.