
Setelah saling mengobrol, Deon berpamitan untuk pulang.
"Kalo gitu, saya permisi pulang sudah terlambat soalnya. Mari Bu." Deon menyalami punggung tangan ibu Sezha.
"Hati-hati dijalan ya."
Deon mendekati Sezha yang sedang menggendong bayinya.
"Papa pulang ya, disini dulu sama mama. Nanti kalo kerjaan papa udah selesai baru deh papa tinggal sama kamu dan mama."
"Iya papa." Sezha menjawab menirukan suara anak kecil.
"Yaudah ya mas berangkat dulu, nanti mas transfer untuk kebutuhan adek dan untuk kamu juga."
"Makasih ya mas, hati-hati dijalan."
Sezha mengantarkan Deon sampai masuk kedalam mobil.
"Dah papa.." Sezha melambaikan sebelah tangan bayinya kearah Deon.
Deon hanya tersenyum lalu Deon pun pergi.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari kejauhan istri Deon menyaksikan kedekatan Sezha dan Deon. Hatinya semakin tersayat, ternyata bener jikalau Deon telah memiliki anak dari perempuan lain.
"Astaghfirullah mama gak nyangka ternyata papa benar-benar bermain gila dibelakang mama." Istri Deon syok dan tidak terima.
Setelah memastikan mobil Deon telah pergi menjauh, istri Deon memutuskan untuk mendatangi Sezha.
"Aku harus temui perempuan itu, gak seharusnya dia menjalin hubungan dengan laki-laki yang telah beristri."
Istri Deon dengan langkah tergesa-gesa mendatangi Sezha yang baru akan masuk kedalam rumah.
"Tunggu.."
Sezha menoleh.
"Perkenalkan saya istri sah Deon." Ucap istri Deon tanpa basa-basi.
"Ohhh istrinya mas Deon, ada apa ? aduh sayang sekali mas Deon nya baru aja pergi." Ekspresi Sezha seperti mengejek.
"Saya tidak menyangka kamu masih muda tapi pemikiran kamu licik melebihi usia wanita dewasa." Istri Deon tak mau kalah.
"Ach masa sih saya licik, ni ya saya tuh calon istrinya mas Deon dan bayi ini hasil dari hubungan cinta kami. Jadi licik darimana coba, saya hanya ingin mas Deon bertanggung jawab gak lebih." Sezha menerangkan tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Huh, saya tau tipe perempuan kayak kamu cabe-cabean yang pengen punya banyak uang tapi gak mau usaha. Harusnya sebelum kamu menjalin hubungan kamu cari tau dulu statusnya bukan main rebut milik orang." Sindiran pedas dari istri Deon.
"Idih emang ya perempuan kalo udah tua itu suka emosian gak jelas. Hello kamu tanya aja sana sama suami kamu, siapa dulu yang deketin saya atau dia. Enak aja main salahin orang." Sezha balik menyindir.
Ibu Sezha yang masih berasa diruang tv mendengar jikalau Sezha seperti berbicara dengan orang lain, ibu pun memutuskan untuk keluar melihat.
Ibu menghampiri Sezha.
"Kamu bicara sama siapa sih daritadi ibu dengerin ?"
"Bukan siapa-siapa Bu, cuma perempuan tua stres yang ditinggal sama suaminya. Udah ah gak usah diladeni Bu, buang-buang energi."
Sezha tidak mau jika ibunya mengetahui jikalau Deon telah memiliki istri dan juga anak. Sezha mendesak ibunya untuk segera masuk kedalam rumah.
"Ih Sezha, kok ibu didorong-dorong sih. Emang siapa sih temen kamu ?"
"Bukan Bu, perempuan stres. Udah ibu masuk aja deh." Sezha mulai kesel dengan sikap ibunya.
Istri Deon tersenyum tipis.
"Kenapa hem takut ibu kamu tau saya siapa ?"
__ADS_1
"Kamu siapa dan ada perlu apa hah ?" Sela Ibu Sezha bertanya.
"Saya istri sah dari calon suami anak ibu. Dan saya masih sah istrinya." Tegas istri Deon.