
Meniggalkan cerita Arin yang lagi berduka. Di kediaman Sezha, Sezha merasa begitu senang karena hari ini baru bertemu lagi dengan Deon dan mereka juga berbelanja. Kemudian Deon membelikan Sezha sebuah ponsel baru sebab ponsel Sezha tertinggal di persinggahan pondok Mak Iyem.
"Ya ampun aku hari ini seneng banget, akhirnya terulang lagi masa menyenangkanku yang sempat tertunda. Deon, Deon, kamu tidak akan bisa lepas dari aku karena apa ? karena aku punya minyak ajaib ini, kamu akan memenuhi semua kebutuhanku lagi, lagi dan lagi. Ummm bahagianya aku." Sezha sumringah sembari sebelah tangan kanannya memegang ponsel baru sedangkan tangan kirinya memegang minyak yang dari Tukijan.
"Bodo amat aku mah' sama istri dan anaknya, kan aku juga lagi hamil anaknya Deon jadi aku juga berhak donk sepenuhnya atas Deon termasuk pengasilan Deon harus setengah buat aku dan setengahnya lagi buat anak sama istrinya." Sezha mengesampingkan perasaan istri dan anak Deon yang terpenting saat ini Sezha merasakan kesenangan.
Sezha melirik jam dinding, dilihatnya sudah hampir pukul 12 malam. Sezha segera mengoleskan minyak ke bagian lehernya.
Usai mengoleskan minyak itu sebanyak 4 kali kemudian Sezha memutuskan untuk tidur.
"Abis olesin ni minyak, hoaaamm...ngantuk mataku. Tidur ahh.."
Sezha pun tertidur pulas dengan sekejap. Sezha yang sudah tertidur, sukma Tukijan hadir di kamar Sezha.
Kehadiran sukma Tukijan bukan tanpa tujuan, ia ingin mengambil minyak yang sudah diberikan oleh Sezha tempo hari, sebab Tukijan ingin Sezha menemuinya lagi esok malam di kediamannya. Tukijan ingin membuat Sezha untuk menjadi pengikut dari Ratu Ajeng. Tukijan merasa belum puas membuat Sezha jauh dari agama saja, Tukijan menginginkan Sezha juga sama seperti dirinya untuk menjadi pemuja setia Ratu Ajeng.
"Minyak ini aku ambil kembali, aku tunggu kedatanganmu besok malam jika kau menginginkan minyak ini lagi ."
__ADS_1
Minyak ini sudah berada di genggaman Sukma Tukijan, setelah itu sukma Tukijan pun menghilang dari kamar Sezha.
Sukma Tukijan kembali masuk kedalam raganya.
Selepas perginya Tukijan dari kamar Sezha, sosok arwah anak perempuan Mak Iyem pun hadir di dalam kamar Sezha tentunya juga dengan arwah bayi Sezha.
Kemunculan mereka tidak bisa mendekati Sezha, sosok arwah anak perempuan ini hanya memastikan Sezha tapi ternyata ia tidak dapat mendekati Sezha. Tak lama mereka meninggalkan kamar Sezha dan sosok arwah anak perempuan ini menuju kediaman Tukijan.
Tukijan yang masih berada di ruangan ritualnya merasakan kehadiran sosok makhluk ghaib.
Tukijan berbicara lewat batin karena ini sudah tengah malam, ia tidak ingin jika tetangga mendengar ia berbicara dengan makhluk ghaib.
Mau apa setan bocah seperti kalian mendatangi ku?
Aku ingin kau membiarkan kami untuk memilikinya. Jawab sosok arwah anak perempuan ini dengan sorot mata tajam.
Memiliki siapa, setan bocah hem ?
__ADS_1
Gadis itu, gadis itu adalah milik kami.
Owh kalian juga menginginkannya. Tenang saja jika aku sudah selesai, aku akan memberikan dia pada kalian.
Iya, karena adikku menginginkan dirinya
Aku tau siapa kau dan bayi itu, tapi intinya aku belum selesai dengan dia jadi bersabarlah.
Setelah percakapan batin singkat, sosok arwah anak perempuan ini pun menghilang dari hadapan Tukijan.
Note :
Kehidupan Sezha yang sudah salah dari awal, ya dia masih duduk di bangku sekolah menengah tapi berani menjalin hubungan dengan Deon yang notabenenya adalah seorang suami wanita lain. Karena dosanya itu Sezha jadi sasaran empuk pengikut Ratu Ajeng mulai dari Mak Iyem dan sekarang Tukijan. Belum lagi salah satu arwah anak perempuan Mak Iyem juga menginginkan Sezha, dan ia juga selalu menggendong arwah bayi Sezha kemanapun ia pergi.
Pusaran hidup Sezha benar-benar seperti balasan yang tidak berkesudahan. Akankah Sezha bisa terlepas dari ini dan ia dapat sadar ataukah Sezha mengikuti alur yang diperdaya oleh keinginan duniawi nya ?
Komen ya dikolom komentar ^. Terimakasih.
__ADS_1