MAMA

MAMA
Bab 137


__ADS_3

Ayah dan ibunya membuka paksa pintu kamar Sezha, saat pintu kamar sudah terbuka, sosok arwah anak perempuan dan arwah bayi Sezha sekejap menghilang dari kamar Sezha.


"Ada apa Sezha ? kenapa kamu teriak minta tolong ?" Tanya ibu segera duduk di sisi ranjang.


"Sezha diganggu sama setan, Bu." Jawab Sezha sambil mengatur nafas.


"Setan ?" Ibunya nampak bingung sembari menatap ke ayah.


"Iya ibu, ayah, Sezha gak bohong. Bukan cuma satu setannya Bu, melainkan dua. Yang satu anak perempuan, yang satunya lagi bayi. Sezha gak tau kenapa Sezha didatengin sama tuh setan-setan."


Ayah yang berdiri di dekat ibu, menyarankan agar dipanggil seorang ustadz untuk meruqyah kamar Sezha.


"Sudah berapa kali kamu diganggu sama makhluk halus itu?" Tanya ayah.


"Udah sering yah, cuma kali ini tuh setan makin lama makin deket sama Sezha makanya Sezha teriak, abis setan bayi itu nempel ke kaki Sezha ihhh mana serem lagi mukanya."

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu kita panggil aja ustadz Dedek, buat ngusir makhluk halus itu agar tidak menggangu kamu lagi." Saran ayah.


"Iya ibu setuju, besok siang ibu yang panggil ustadz Dedek kesini." Timpal ibu.


Mendengar nama ustadz Dedek, seketika raut wajah Sezha berubah tegang.


Gawat ni kalo sampe ayah sama ibu manggil ustadz kesini yang ada bisa gak ampuh lagi ni minyak. Gak, aku gak mau. Ayo Sezha cari alasan, berfikir.


"Sezha, kenapa wajah kamu jadi tegang gitu ? Tenang aja setelah ustadz Dedek meruqyah rumah ini terutama kamar kamu pasti makhluk halus itu tidak akan berani mengganggu kamu lagi." Ucap ayah.


"Kalo tidak segera diruqyah kamar kamu dan kamunya juga, bisa aja kamu terus diganggu sama makhluk halus itu. Mungkin ini sebabnya, makanya kamu lupa ucapin salam dan sholat gara-gara bisikan kedua makhluk halus itu." Dugaan Ayah.


"Beneran gak usah yah, Sezha gak apa-apa kok. Mulai besok Sezha sembahyang kok yah, Sezha janji. Munculnya tuh setan bukan karena Sezha gak sembahyang yah, ya mungkin Sezha lagi apes kali makanya diganggu." Sezha terus memberi alasan menolak kamarnya untuk diruqyah.


Ibu memperhatikan gelagat Sezha berbicara, kemudian ibunya menegur Sezha yang mengucapkan kata sholat dengan pengucapan sembahyang.

__ADS_1


"Kamu mengucapkan sholat aja, sembahyang Sezha..Sezha (ibunya menghela nafas diiringi gelengan kepala). Kita ini beragama muslim sebaiknya mengatakan sholat ya sholat bukan sembahyang, kalo sembahyang itu lebih tepat untuk kegiatan ibadah agama lain bukan agama Islam. Paham kamu, Sezha ? jangan lagi menggantikan kata sholat dengan kata sembahyang." Terang ibu membenarkan.


"Iya Bu, maaf. Eee Sezha udah ngantuk ni hoammmm. Oh ya ayah sama ibu lupain aja tentang setan itu, dan gak perlu repot-repot manggil ustadz kesini. Sezha baik-baik aja kok."


"Yaudah kamu segera tidur, jangan lupa berdoa sebelum tidur." Ayah mengingatkan.


"Iya yah pasti Sezha gak akan lupa lagi hoammmm." Sezha berpura-pura terus menguap agar ayah dan ibunya percaya kalo ia benar-benar ngantuk saat ini.


"Yaudah yuk Bu, kita kembali ke kamar. Sezha sudah mengantuk." Ajak ayah pada ibu.


Ibu mengangguk sembari beranjak dari ranjang Sezha, tak lupa ibunya mengingatkan lagi.


"Dan jangan lupa sholat sebelum tidur." Sambung ibu sambil berjalan kearah pintu kamar Sezha lalu ayah dan ibu bersamaan meninggalkan kamar Sezha.


Seusai ayah dan ibunya keluar kamarnya Sezha lagi lagi menggerutu kesal.

__ADS_1


"Ck ayah sama ibu lama-lama bawel amat. Perasaan ayah kemarin gak ribet gini, sekarang ayah udah kaya ibu jadi bawel. Ach gak asyik ayah sama ibu, kerjaannya selalu ceramah...mulu gak bosen bosen heran aku. Ni gara-gara tuh setan, ahh jadi teriak aku tadi. Malah mau manggil ustadz segala lagi bisa luntur khasiat ni minyak. Pokoknya aku harus batalin rencana ayah sama ibu buat manggil tuh ustadz kesini. Pusing kepalaku mikirin, mending aku oles ni minyak biar besok ayah sama ibu lupa jadi aku gak usah capek-capek bujuk ayah sama ibu buat gak manggil tuh ustadz. Emang ni minyak TOP dah, gak salah pilih dukun aku."


__ADS_2