MAMA

MAMA
Bab 172


__ADS_3

Usai Ratu Ajeng pergi, ibu Sezha masuk ke kamar dengan membawa seorang bidan. Namun kali ini bidan yang di bawa ibunya berbeda.


"Sezha, ibu dateng sama ibu bidan ini." Ucap ibunya sewaktu masuk ke kamar Sezha.


Saat mengatakan itu, pandangan ibunya tertegun takjub sebab Sezha sudah melahirkan dan sedang menggendong bayi.


"Sezha." Gumamnya takjub.


Sezha menatap ibunya dengan raut wajah bahagia sembari berkata.


"Sini Bu, cucu ibu udah lahir."


Ibunya melangkah dengan tatapan tak percaya. Ibunya perlahan duduk ditepi ranjang sambil memperhatikan bayi Sezha.


"Siapa yang bantu kamu, nak?" Tanya ibu heran.


"Ibu tidak usah khawatir, kebetulan tadi ada yang bantu proses lahiran Sezha, Bu."


"Siapa ? ibu gak liat ada orang lain di kamar kamu." Ibu menyisir sudut kamar.

__ADS_1


"Udah ibu gak perlu tau siapa, intinya sekarang Sezha sehat dan bayi Sezha juga sehat."


"Ibu udah bawa ibu bidan ini kesini untuk bantu kamu lahiran eh gak taunya bayi kamu sudah lahir."


"Tidak apa-apa Bu, kalo memang anak ibu baik-baik saja, saya permisi pulang." Kata bidan ingin pamit.


"Eh jangan dulu Bu, tolong cek kesehatan anak saya. Soalnya kan saya bersalin hanya dibantu seseorang bukan bidan atau dokter." Sezha menahan langkah bidan.


Bidan mengangguk tersenyum dan berjalan mendekati Sezha yang masih di atas ranjang.


Bidan memeriksa keseluruhan tubuh bayi Sezha. Tibanya dibagian pusar, bidan memasang raut wajah heran.


"Oh biasalah Bu, bayi zaman now. Udah deh Bu gak usah dibahas kali tentang pusar bayi saya. Yang saya mau tanyakan bagaimana kondisi tubuh bayi saya, sehatkan Bu ?" Sezha mengalihkan.


"Bayi ibu sehat kok. Oh ya saran saya setelah usia satu Minggu atau 2 Minggu sebaiknya ibu segera ke posyandu untuk di imunisasi agar bayi ibu memiliki kekebalan tubuh dan terhindar dari resiko penyakit berbahaya yang sering menyerang sistem kekebalan tubuh bayi mulai usia 0-12 bulan."


"Iya Bu, saya mengerti."


"Kalo begitu saya permisi pulang."

__ADS_1


"Silahkan Bu." Balas ibu.


Usai keluar dari rumah Sezha, bidan merasa heran sekaligus bingung dengan Sezha.


"Aneh, padahal baru melahirkan. Hm sewaktu sampe juga gak ada siapapun di kamar itu. Yang lebih gak masuk akalnya, kondisi ranjang dan bayi tidak seperti habis melahirkan. Baru kali ini, ck udah ah pusing mikirinnya."


Disela bidan berbicara sendiri dari belakang ada yang menepuk pundaknya.


"Bu." Sapa seseorang suara perempuan.


"Eh iya Bu, ada apa ?" Bidan terperanjat sembari menoleh kebelakang.


"Saya mau tanya, ibu kan baru dari sini emangnya siapa yang sakit Bu ?" Tanya kepo.


"Oh gak ada apa-apa kok Bu, maaf Bu kalo begitu saya permisi pulang dulu. Mari." Bidan enggan memberitahu.


"Iya Bu, hati-hati dijalan."


Bidan pergi tanpa mau memberitahu, seketika rasa julid ibu tetangga ini sangat besar.

__ADS_1


"Hm ada apa ya ? perasaan aku tadi denger suara bayi. Apa jangan-jangan Sezha melahirkan ? tapi aku liat perutnya gak terlalu besar. Masa iya ibu Sezha yang melahirkan, gak mungkin kan. Kapan juga hamilnya ? Ish sumpah penasaran aku, mending nanti malam pura-pura aja aku pinjem sesuatu gitu, sekalian nanya. Gimana ya kalo gak jelas, rasa penasaran ini susah lunturnya. Au ah udah kayak orang stres aku ngomong sendiri disini, kesambet setan bisa kejang aku. Pulang ah." Gumamnya seorang diri dengan suara lirih.


__ADS_2