MAMA

MAMA
Bab 12


__ADS_3

Deon menyuruh Sezha untuk kembali pulang kerumah, karena ia masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan.


"Masalah ini nanti saja kita bahas, aku masih ada pekerjaan. Kamu pulanglah." Deon dengan ekspresi dingin.


"Gak mas, aku gak mau pulang. Kamu harus kasih kepastian buat aku. Mas, ini anak kamu mas. Tolong jangan bersikap begini. Aku ngelakuin hal berdosa itu cuma sama kamu mas." Sezha mendesak Deon.


"Cukup Sezha, cukup ! sentak Deon.


"Ok, sekarang juga kamu ikut aku."


Deon menarik lengan Sezha dengan cukup kasar. Deon membawa Sezha masuk kedalam mobil .


Setelah Sezha masuk kedalam mobil, Deon menyalakan mesin mobilnya.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan perusahaan.


Di dalam mobil, Sezha tak tahan membendung air matanya. Sikap Deon sungguh diluar dugaannya. Sezha meneteskan bulir air mata.


Ia gak menyangka sikap Deon berubah drastis dari sebelumnya.

__ADS_1


"Mas, mas kenapa berubah kasar ? emang aku salah kalo beri tahu kalo aku sedang mengandung anak kamu mas?" Sezha terisak sedih sambil menundukkan kepalanya tanpa mau menatap wajah Deon.


Ya suasana di dalam mobil begitu sesak dirasa Sezha karena sikap Deon yang begitu dingin dan tak mau peduli sedikitpun dengan Sezha .


Deon yang sedang menyetir mendadak menghentikan mobilnya dan menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Sezha, begini dengarkan aku baik-baik. Kamu tau kan kalo aku ini sudah berkeluarga, jadi mana mungkin aku bertanggung jawab atas kehamilan kamu, bisa hancur hidupku Sezha, hancur." Deon menghardik Sezha.


"Hiks tapi mas, bagaimana dengan janin yang ada di rahimku ? ini juga anak kamu mas, aku dan anak ini juga butuh kamu.'' Sezha menengadahkan kepalanya. Sezha mengatakan dengan terisak.


Deon semakin frustasi dengan tuntutan Sezha terhadapnya.


"Aku tau Sezha..aku tau...please Sezha jangan terus mendesak ku..kepalaku pusing tau gak."


"Hiks mas." Sezha masih terisak.


"Gugurkan anak itu." Deon berkata serius.


Bagai disambar petir, ucapan Deon sangat membuat perasaan Sezha semakin terpuruk. Laki-laki yang dahulunya begitu lembut dan penuh perhatian memperlakukannya tapi sekarang laki-laki itu sudah berubah 360° dengan Deon yang pernah ia kenal dalam hidupnya.

__ADS_1


"Mas udah gila ! tega mas...ini anak kamu mas..anak kamu..sampai hati kamu menyuruhku menggugurkan anak ini. Keterlaluan kamu mas, kejam kamu huhuuu."


Sambil berurai air mata Sezha menarik baju Deon.


Raut wajah Deon begitu sangat tidak peduli dengan Sezha. Deon merasa tidak bersalah dengan ucapan yang ia lontarkan.


"Hentikan Sezha ! hentikan ! berhenti bersikap begini (Deon kembali menyentak Sezha). Terserah kamu menganggapku apa, tapi maaf aku gak bisa bertanggung jawab. Kalo kamu tidak mau menggugurkan anak itu, itu hak kamu. Jika kamu memilih mempertahankan anak itu, aku akan memberimu sejumlah uang untuk mengurus anak itu." Deon berkata dengan pandangan lurus kedepan tanpa menoleh kearah Sezha.


"Huh uang, aku gak butuh uang kamu mas, aku gak butuh. Aku cuma butuh tanggung jawab kamu mas, aku mau kamu menikahi ku mas, aku mau anak ini memiliki seorang ayah."


Sezha menolak tawaran Deon. Sezha terus saja mendesak Deon untuk secepatnya bertanggung jawab.


Karena Sezha terus saja mendesaknya, terlintas pikiran jahat diisi kepala Deon.


Deon memiliki rencana licik untuk Sezha.


Deon tiba-tiba saja berubah menjadi luluh.


"Baiklah, aku akan bertanggung jawab tapi aku belum bisa bertemu dengan keluarga kamu, beri aku waktu. Sekarang kamu sudah tenang kan, aku masih ada pekerjaan, aku akan mengantarkan kamu pulang."

__ADS_1


__ADS_2