
Setibanya Sezha dirumah, ia langsung bergegas masuk kedalam kamar. Ia masih merasakan tidak nyaman sedari tadi dirumah Nova hingga sampai saat ini, ia berada dirumah. Sezha mengunci pintu kamarnya karena ia tidak ingin jika ada yang masuk.
"Kenapa aku gelisah gini sih ? air apa tadi yang dipercikan oleh ibu Nova ya ?" Sezha bertanya-tanya.
Bukan hanya gelisah yang Sezha rasakan, melainkan secara mendadak lehernya juga terasa gatal.
"Aduh leher ku, kok jadi gatal gini. Kenapa sih ya ampun, ada-ada aja aduhhh ssshhhhh ?" Sezha tidak tau dengan reaksi tubuhnya, ia terus menggaruk lehernya yang terasa gatal.
Ditengah ia sibuk dengan menggaruk lehernya, dari arah luar pintu ibu memanggilnya.
"Sezha ! kamu sudah pulang ?" Tanya ibu Sezha.
"Ya, Sezha udah pulang Bu !" Sahut Sezha dari dalam kamar.
"Pintunya kok dikunci, ibu mau masuk lho ! Seru ibu sembari memutar handle pintu.
"Bentar Bu, Sezha mau mandi dulu. Nanti kalo Sezha udah selesai Sezha keluar, tunggu ya Bu !" Balas Sezha masih didalam kamar tanpa mau membuka kuncinya.
__ADS_1
"Yaudah, ibu cuma mau bilang, kalo ibu sama ayah mau pergi sebentar ! kamu jaga rumah soalnya adek kamu lagi belajar bersama dirumah temennya !"
"Iya Bu, pergi aja !"
Suara ibu sudah tidak terdengar lagi, Sezha lanjut menggaruk lehernya yang terasa gatal.
"Diihh gak jelas ni dukun, masa baru oles sekali udah gatal gini leher aku. Astaga gak bisa dibiarin ni, mending aku buruan kesana aja deh."
Sezha berjalan kearah cermin, ia ingin melihat rasa gatal yang ada dilehernya.
Saat dilihatnya dari cermin, ia dibuat kaget dengan kondisi lehernya. Lehernya yang gatal, nampak ruam kemerahan, dan bekas kukunya yang menggaruk lehernya.
Ditengah rasa kesalnya terhadap Tukijan, secara tiba-tiba muncul sosok Tukijan di dalam kamarnya.
"Kamu ingin menemui saya, tidak perlu saya sudah disini." Suara Tukijan berbicara kepada Sezha.
Sezha yang masih bercermin, merasa kalo ia mendengar suara bapak-bapak sedang berbicara padanya.
__ADS_1
"Aku kok kayak dengar ada yang ngomong ya ? apa aku halusinasi gegara ni gatal, dih parah ni." Gumam Sezha masih sibuk menggaruk lehernya.
"Dasar gadis b*doh ! saya dibelakang kamu." Sentak Tukijan.
Sezha langsung berbalik.
"Lho, bapak ?! bapak kok bisa masuk kamar saya ? pintu kamar kan saya kunci." Sezha kaget bukan kepalang karena Tukijan sudah ada dibelakangnya.
"Saya bisa tau kamu ada dimana saja. Sekarang saya mau tanya, kenapa kamu ngomel-ngomel menyebut nama saya ?" Hardik Tukijan
"Bapak juga denger saya tadi ngomel-ngomel ?" Sezha memasang mimik wajah tegang.
"Tidak usah balik bertanya cukup jawab apa yang saya tanyakan."
"Aisshhh..iya deh pak. Ini saya mau protes, saya baru satu kali oles tadi malam lah ini kenapa leher saya jadi gatal terus merah gini ? udah gitu makin lama, terasa panas lagi. Sebenernya minyak apa sih yang bapak kasih ke saya ?" Sezha bertanya perihal minyak itu.
"Sebelum saya jawab pertanyaan kamu, terlebih dahulu saya ingin menanyakan. Dari mana saja kamu hari ini ?"
__ADS_1
"Ya ampun pak, tiap saya nanya bukan jawaban yang saya dapat melainkan pertanyaan balik, ini gimana titik temu pak. Leher saya kenapa ini pak, apa ini efek samping nya ? tolong beritahu saya pak, saya sudah tidak tahan ni, gatal sekali."
"Ya itu efek samping dari minyak yang kamu oleskan." Tandas Tukijan.