MAMA

MAMA
Bab 130


__ADS_3

Sezha masih berseragam sekolah, ia saat ini sedang bersama Deon disebuah restoran seafood, kemudian Deon menanyakan perihal kandungan Sezha.


"Gimana kalo sehabis makan, kita ke dokter kandungan buat periksa keadaan bayi kita."


"Nanti deh mas, lagian aku masih pake seragam sekolah masa iya ke dokter kandungan, lucu donk."


"Gampang nanti kita ke butik terus kamu beli baju nah seragam kamu diganti."


"Mas yakin, ntar kalo ditanya sama dokternya gimana hayo ? soalnya mas kan bukan suami aku, masa iya aku bilang calon suami eh udah periksa kandungan aja, ketauan deh."


"Gak usah mikirin apa kata orang, intinya sekarang kita. Ok."


"Iya deh mas, oh ya kapan mas mau nikahin aku ? karenakan kehamilan aku makin lama pasti makin besar nanti, malu donk aku masa hamil gak ada suaminya."


"Nanti ya, pasti secepatnya mas lamar kamu. Tunggu kerjaan mas dikit rampung soalnya untuk sebulan kedepan mas bakalan sibuk." Deon menggenggam tangan Sezha lembut.


"Iya mas, aku pasti nungguin kok."


"Yaudah kalo gitu sekarang aja kita ke dokter kandungan ya, soalnya mas harus balik ke perusahaan masih ada kerjaan yang belum mas selesaikan."


"Hayuk."


Sezha dan Deon meninggalkan restoran, sebelum berangkat ke klinik kandungan, mereka lebih dulu menuju ke sebuah butik. Sezha memilih dress pendek selutut berwarna cream.


Usai mengganti seragam sekolahnya dengan dress, mereka pun langsung menuju ke klinik kandungan.

__ADS_1


Mobil Deon berhenti di sebuah klinik Dr. Prita SpOG.


"Kita udah sampai." Kata Deon.


"Mas kenal sama dokter ini ?


"Mas gak kenal, intinya kamu mau periksa kandungan kan jadi kenapa harus punya kenalan dokter."


"Yaudah yuk turun."


Sezha mengangguk kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam klinik.


Di dalam klinik Sezha langsung menuju ke resepsionis guna mendaftar terlebih dahulu.


"Siang mbak, Dr. Prita nya ada ?" Tanya Sezha kepada Mbak resepsionis.


"Saya Sezha."


"Usia mbak ?" Tanya resepsionis lagi.


"17 tahun mbak."


"Masih muda ya mbak ini. Sekedar informasi mbak kalo Dr. Prita itu adalah dokter spesialis kandungan, maaf kalo boleh saya tau keluhan apa yang mbak rasakan ?"


"Hm ini lho mbak, saya mau periksa kandungan saya." Wajah Sezha berubah canggung.

__ADS_1


"Baik kalo gitu mari ikut saya mbak, saya anter ke ruangan Dr. Prita."


Sezha menoleh kearah Deon saat akan memasuki ruangan Dr. Prita.


Deon yang sibuk dengan ponselnya, tidak sadar jikalau Sezha melihat kearahnya.


Si mbak resepsionis tau jika pandangan Sezha menuju kearah Deon.


"Itu suami mbak ya ? gak apa-apa mbak suruh ikut masuk aja."


"Eh bukan mbak, itu Abang sepupu saya. Dia cuma nganterin saya aja." Sezha berbohong.


"Owh saya kira itu suami mbak. Kalo gitu silahkan masuk, ini ruangan Dr. Prita."


Si resepsionis membuka pintu, begitu pintu dibuka si resepsionis langsung menghampiri Dr. Prita yang sedang duduk santai di kursinya.


"Siang dok, ada pasien yang ingin memeriksakan kandungannya." Resepsionis memberikan selembar kertas kepada dokter Prita.


Dokter Prita membaca isi kertas itu, ya kertas itu bertuliskan nama, usia dan pemeriksaan pasien.


Dokter Prita melirik sekilas kearah Sezha saat mengetahui usia Sezha yang masih muda tapi dokter Prita bersikap biasa tidak mau menanyai pertanyaan yang tidak berhubungan dengan bidangnya sebagai seorang dokter kandungan.


Usai membaca sebentar, dokter Prita meminta Sezha untuk duduk.


"Ok, Silahkan duduk." Dokter Prita mempersilahkan Sezha untuk duduk.

__ADS_1


"Terimakasih dok."


Sezha duduk dengan jantung yang berdebar.


__ADS_2