
Bu Ani pun dibawa kerumah sakit untuk penanganan lebih lanjutnya, kemudian para tetangga pulang kerumah masing-masing.
Setibanya ibu Sezha dirumah, Sezha keluar dari kamarnya dan bertanya.
"Ada apa Bu rame-rame diluar ?"
"Oh itu Bu Ani, tetangga kita sebelah. Kejang-kejang tadi, tapi sekarang udah dibawa ke rumah sakit."
"Kejang-kejang ? kok bisa."
"Ntahlah ibu juga heran, baru aja tadi dari rumah kita eh tau-tau Bu Ani kejang-kejang diteras rumahnya."
"Ohhh...yaudah deh gak penting juga. Sezha laper mau makan." Sezha acuh.
"Perasaan ibu, kamu satu jam yang lalu baru makan ? nah sekarang udah laper lagi." Ibu tercengang.
"Ish ibu kayak gak pernah nyusui aja, namanya juga laper Bu masa iya Sezha tahan. Yang ada Sezha pingsan Bu karena kelaparan." Sezha manyun.
"Ibu becanda, yaudah makan gih. Untung aja tadi pagi ibu masaknya banyak. Soalnya ibu tau, kalo menysui itu emang bawaannya laper mulu. Yaudah deh, ibu mau angkat pakaian dulu. Oh ya cucu ibu lagi tidur kan ?"
"Iya Bu lagi tidur, abis nyusu tadi. Ampun Bu, nyusunya kuat banget."
__ADS_1
"Ya emang harus gitu. Ibu tinggal dulu ya. Kamu makan yang banyak biar ASI kamu banyak."
"Iya Bu."
Sezha menuju dapur, di dapur ada Ega yang sedang santai menikmati makanannya.
"Hai kak, sini kak makan bareng. Anak kakak lagi tidurkan."
"Hm pasti ada maunya ni, ya kan. Udah hafal."
"Hehe tau aja kakak. Biasa kak, nagih janji yang kemarin." Ega cengengesan.
"Kakak belum dapat transferan, uang kakak juga gak banyak."
"Gini aja deh, kakak bisanya kasih kamu 1juta nah kamu cari deh tuh ponsel harga segitu. Misalnya kalo kurang ya kamu cari tambahannya."
"Woah kalo sejuta palingan dapet ponsel yang biasa kak, ram nya rendah plus spek rendah. Terus kalo mau arsip tugas sekolah, bingung juga Ega." Ega mengeluh dengan uang yang akan diberikan Sezha.
"Hilih, mau gimana lagi. Uang kakak adanya segitu, ya terserah kamu mau apa gak. Kalo gak mau yaudah tahan deh sampe uang kakak banyak."
Sezha selesai mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk. Sezha pun beranjak meninggalkan dapur.
__ADS_1
"Ishh yaudah deh kak, Ega mau. Mayan daripada gak punya ponsel." Akhirnya Ega mau.
"Yaudah yuk ke kamar kakak, uangnya ada dilemari."
"Ok kak."
Ega meninggalkan piringnya yang masih berisikan makanan. Ega mengikuti Sezha masuk ke kamar.
Sezha membuka lemari pakaian dan mengambil 10 lembar uang seratu ribu, lalu diberikan kepada Ega.
"Nih satu juta, ingat dibeliin ponsel ya jangan warnet. Uang kakak gak ada lagi."
"Tenang kak, pasti Ega beliin ponsel kok."
"Nanti kalo udah kamu beli, kamu harus tunjukkin ke kakak. Kakak mau liat tipe ponselnya."
"Siap kak. Makasih kakakku yang paling baik."
Ega yang duduk bersebelahan dengan bayi Sezha yang sedang tertidur. Usai diberi uang oleh Sezha, pandangan Ega tertuju pada bayi Sezha.
"Kak, hm aku kok kayak ada rasa gimana ya." Ega merasa ada kejanggalan dengan bayi kakaknya ini.
__ADS_1
"Mulai sotoy, udah sono pergi beli atau mau uangnya kakak ambil lagi."
"Eitsss jangan donk kak, sesuatu yang udah dikasih pamali kalo diminta lagi. Yaudah deh Ega keluar, dah ponakan om." Ega membuang rasa mengganjal di hatinya.