MAMA

MAMA
Bab 155


__ADS_3

Hampir pukul setengah satu Deon sudah sampai ditepi jalanan tepat didepan rumah Sezha.


Deon membunyikan klakson mobil agar Sezha mengetahui kalo ia sudah sampai. Deon masih enggan untuk turun dari mobilnya. Dalam hati ada rasa berat untuk menemui kedua orangtua Sezha.


Sezha yang menunggu diruang tamu mendengar suara klakson mobil, ia pun segera keluar dari rumahnya. Saking senangnya Deon sudah datang menjemputnya, ia sampai lupa berpamitan kepada ibunya. Padahal ia berjanji akan mengenalkan Deon kepada ibunya tapi sepertinya Sezha melupakannya.


Sezha tanpa mau menunggu lama, langsung masuk ke mobil dan mengambil posisi duduk di depan tepat di samping Deon.


"Mas kok lama banget sih jemputnya ?" Tanya Sezha manyun manja.


"Iya maaf ya sayang jangan ngambek gitu donk ntar makin nambah cakep lho." Jawab Deon sembari menggoda Sezha.


"Dih gak lucu, garing deh. Yaudah deh hm aku hari ini pengen makan sea food. Bolehkan mas ?" Sezha merangkul lengan Deon centil.


"Boleh donk, ok kita berangkat sekarang tapi pake safety belt nya dulu."


"Ok." Sezha segera memasang sabuk pengaman.


Setelah itu mereka pun berangkat menuju kesebuah rumah makan sea food yang tidak terlalu jauh dengan rumah Sezha.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di sebuah rumah makan sederhana namun walaupun rumah makan ini terlihat sederhana, menu sea food disini tidak kalah enak dengan restoran yang mahal.


Mereka pun turun dari mobil kemudian berjalan menuju ke rumah makan ini sambil bergandengan tangan mesra.


Mereka memilih duduk di sudut rumah makan ini.


Usai duduk salah seorang waiters menghampiri mereka sembari membawa daftar menu.


"Selamat siang, mbak, mas. Mau pesan apa ? silahkan ini daftar menu di sini." Si waiters memberikan selembar daftar menu yang tersedia.


Sezha mengambil daftar menu dan memesan 3 porsi untuk dirinya.


"Baik mbak. Maaf masnya mau pesan apa ?" Tanya waiters pada Deon.


"Oh ya, saya pesan nasi goreng aja sama es jeruk. Jangan lama ya, soalnya waktu saya tidak banyak."


"Secepatnya ya mas, mohon ditunggu."


Usai mencatat pesanan waiters pun berjalan menuju ke dapur.

__ADS_1


Disela menunggu waiters itu membawakan pesanan mereka, Deon mengatakan apa yang ia alami hari ini di kantornya.


"Sayang, mas mau bilang ke kamu sesuatu."


"Sesuatu ? serius amat kayaknya. Apaan emangnya mas bilang aja." Timpal Sezha.


"Pagi ini diruangan mas tadi pagi sampe siang ini mas mau berangkat jemput kamu, dua kali entah darimana muncul di ruangan kerja mas itu bunga kantil. Padahal sebelumnya gak ada, aneh kan ?"


"Kok bisa mas ? hm mungkin OB kali yang naruh mas, bisa aja donk ya mungkin dia iseng biar mas parno gitu." Sezha asal menuduh.


Kenapa bunga kantil malah ada diruangan mas Deon sih, ada-ada aja ? hm ntar aku tanya sama pak Tukijan aja. Batin Sezha.


"Gak mungkin sayang, OB nya itu udah lama kok kerja di perusahaan, jadi gak mungkin kalo dia. Cuma mas heran aja maksudnya apa coba kalo pun ada orang iseng, naruh bunga kantil diruangan mas ?" Deon menyanggah tuduhan Sezha pada OB.


"Setau aku ni ya mas, kalo tiba-tiba muncul bunga kantil gitu pasti ada orang yang punya niat gak baik sama mas. Saran aku, mas harus selalu hati-hati ya, jaga diri mas, aku gak mau kalo calon suami aku dan juga calon ayah untuk anak aku kenapa-kenapa." Sezha menggenggam tangan Deon.


"Yaudahlah gak usah dipikirin, maaf ya kalo mas cerita malah bikin kamu kepikiran." Deon membalas genggaman tangan Sezha.


"Gak kok mas." Ucap Sezha tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2