MAMA

MAMA
Bab 79


__ADS_3

Setibanya di rumah bulek, mereka dibuat terkejut karena melihat celana panjang yang dikenakan Sezha basah berlumur darah.


"Bulek ! lihat bulek, darah." Nova membelalakkan matanya.


"Iya bulek sudah tau, tidak salah lagi hm." Bulek berwajah cemas.


"Tidak salah lagi ? maksudnya gimana bulek ?"


"Seperti yang sudah bulek katakan tadi, temen kamu hamil dan sekarang janinnya pasti sudah diambil paksa oleh Mak Iyem."


"Astaghfirullah, Sezha." Nova menutup mulutnya karena terkejut.


Nova begitu syok mendengar jika Sezha selama ini ternyata sedang mengandung seorang bayi.


"Sudahlah, yang terpenting sekarang teman kamu selamat, ya walaupun janin didalam kandungannya sudah tidak ada.'' Bulek menenangkan.


"Iya, tapi bulek. Bagaimana bisa dia hamil ? karena setau saya, dia tidak ada berhubungan serius dengan seorang laki-laki. Ya Allah, Sezha kenapa kamu gak cerita sama aku ?" Nova terduduk lemah bercampur sedih melihat kondisi Sezha yang menyedihkan.


"Berhenti bersedih, sebaiknya teman kamu bawa masuk kedalam kamar yang ada didekat dapur. Nanti kamu bersihkan sekujur tubuhnya, bulek mau bikin ramuan agar teman kamu bisa kembali pulih."

__ADS_1


"Ya bulek, sekali lagi saya dan teman saya berterima kasih banyak sama bulek, karena bulek sudah mau repot-repot menolong kami. Jika tidak ada bulek dan pak Kasan, kami tidak tau bagaimana nasib kami setelah ini." Mata Nova berkaca-kaca.


"Wes, wes ah ojo ngomong koyo ngono. Bulek ikhlas, nolong kalian."


Nova mengangguk tersenyum lega.


"Sedih ne wes siap toh, nah saiki kuwe ing kene, kita angkat koncomu melebu nang kamar yo." Pinta bulek berbahasa Jawa.


"Maaf bulek, saya kan belum paham bahasa Jawa. Bulek ngomong apa juga saya bingung."


"Owaladalah...sampe lali kalo kamu ndak paham bahasa jowo." Bulek menepuk jidatnya pelan.


"Ya sudah kalo gitu kamu kesini, kita bopong temen kamu ke kamar belakang."


"Baik bulek."


Mereka berdua kembali memapah Sezha, dan kemudian membaringkan Sezha dikamar dekat dapur.


Usai membaringkan Sezha, bulek ke dapur akan menyiapkan segelas ramuan, ramuan ini berupa jamu untuk diminum oleh Sezha. Bahan-bahan jamu ini terdiri dari bahan tradisional seperti kunyit, asam Jawa, dan juga gula merah.

__ADS_1


Di desa ini, jamu kunyit dipercaya dapat meringankan area bagian perut setelah melahirkan. Paling tidak bisa bertindak sebagai pertolongan pertama, karena di desa ini hanya memiliki satu unit kesehatan saja yaitu puskesmas, jarak puskesmas dengan desa juga lumayan cukup jauh kira-kira jika ditempuh dengan berjalan kaki bisa memakan waktu hampir setengah jam lebih atau tepatnya 45 menit.


Bulek di dapur menyiapkan jamu, sementara Nova sedang membersihkan tubuh Sezha. Dengan sabar Nova membasuh dengan menggunakan secarik kain basah mulai dari wajah Sezha, kedua tangan Sezha.


Setelah membasuh bagian wajah dan kedua tangan Sezha, Nova beralih ingin membersihkan tubuh Sezha. Nova membuka baju Sezha perlahan namu belum lagi Nova membuka baju Sezha, Sezha tersadar dari pingsannya.


Sezha mengeluarkan suara parau dan meringis.


"Aku dimana ?"


"Zha, kamu sudah sadar ?" Tanya Nova pelan.


"Nov." Suara Sezha lemah.


"Iya Zha, ini aku." Nova menggenggam tangan Sezha sambil mengusap pucuk rambut Sezha.


"Hiks, hiks, hiks, Nov, hiks..." Mendadak Sezha menangis sesenggukan.


"Kenapa kamu nangis?" Kedua mata Nova juga ikut berlinang cuma Nova masih menahan agar tidak menetes.

__ADS_1


"Nov hiks...aku..hiks..hiks" Ucapan Sezha menggantung.


__ADS_2