MAMA

MAMA
Bab 25


__ADS_3

Satu Minggu berselang semenjak Sezha didatangi oleh sosok anak perempuan yang entah darimana datangnya ,sosok anak perempuan itu sudah tidak nampak lagi.


Sezha sebenarnya bingung dengan apa yang ia alami, tapi ya inilah Sezha ia tidak mau menceritakannya kepada siapapun, ia memedamnya sendiri dan bertanya pada dirinya sendiri.


Sezha melupakan kejadian aneh yang ia alami seminggu kebelakang ini. Ia sudah tidak sabar menunggu hari libur yang tinggal satu hari lagi.


Ya sekolah Sezha sedang melangsungkan ujian semester ganjil. Biasanya setelah selesai ujian semester maka sekolah meniadakan absen harian sampai tiba waktu pembagian raport.


Libur yang dimaksud Sezha disini adalah libur yang dibuatnya sendiri karena setelah ujian absen dibebaskan. Pembagian raport paling lama akan diberikan ke para siswa setidaknya 2 Minggu setelah selesai ujian ganjil.


Sezha sangat bersemangat untuk pergi ke persinggahan itu. Hari ini, hari terakhir sekolah Sezha melangsungkan ujian semester ganjil.


Jam dinding yang ada didalam kelas Sezha menunjukkan tepat pukul 1 siang, waktu mengerjakan soal ujian pun selesai.


Pak Abram menyuruh kami untuk mengumpulkan soal dan lembar jawaban ke meja pak Abram.


"Baiklah, waktu sudah selesai. Silahkan kumpulkan lembar ujian kalian. Setelah itu kalian boleh pulang." Ujar pak Abram.


Siswa dikelas Sezha pun bergiliran mengumpulkan lembar ujian mereka.


Saat mengumpulkan lembar ujian, Sezha bertanya pada pak Abram.

__ADS_1


"Pak, saya mau tanya. Bagi raportnya kira-kira kapan ya pak ?"


Pak Abram hanya memberi anggukan.


Sezha masih berdiri menunggu jawaban dari pak Abram.


Pak Abram melirik kearah Sezha.


"Kamu mau ngapain berdiri disini hem ? mau bantui saya bawa kertas ujian ini ?"


Pak Abram bertanya nada ketus


"Ah gak pak, hm bapak belum menjawab pertanyaan saya yang tadi." Sezha kikuk.


"Iya pak." Sezha bingung.


"Nah kamu paham tidak saya mengangguk tadi ?"


"Tidak pak." Sezha menggeleng.


"Saya capek jelasinnya, udah kamu kembali duduk." Titah pak Abram.

__ADS_1


"Eh iya pak." Sezha bergegas kembali ke kursinya .


Setelah Sezha duduk, pak Abram berdiri dari duduknya.


"Oh ya ada satu hal yang mau bapak informasikan. Mengenai kapan pembagian raportnya bapak harus menunggu konfirmasi terlebih dahulu dari bapak kepala sekolah." Seru pak Abram dari depan kelas.


"Iya pak !!" Siswa kelas serentak.


"Saya permisi, kalian sudah boleh pulang. Selamat siang." Pak Abram keluar kelas.


"Siang pak !!" Sahut siswa kelas.


Para siswa keluar kelas. Sezha menghampiri Nova yang sudah berjalan lebih dulu.


"Nov, main tinggalin aja sih. Gak nunggu-nunggu." Sezha menepuk pundak Nova dari belakang.


"Hilih biasanya juga kamu yang gak mau pulang barengkan ? ni tumben ada apa emang ?" Nova to the point.


"Ish jutek amat nih, senyum donk. Masa ajak pulang bareng temen baik kudu ada alasan dulu ya kan." Sezha nyengir kuda.


"Dih biasa aja, gak usah nyengir nunjukin gigi gitu. Ya gak apa-apa sih cuma kan biasanya kamu yang gak mau pulang bareng, nah ini kok tumben kamu ngajak pulang barengan gitu aja sih makanya aku heran. Soalnya kan beberapa waktu belakangan ini kamu lebih seneng sendiri ." Tutur Nova.

__ADS_1


"Yaudah ah lupain aku yang kemarin ok, ni kan aku dah balik lagi. Gimana kalo sekarang kita warung dulu yuk? udah lama juga kayaknya gak ngoborol bareng." Ajak Sezha.


"Astaga ni anak abis kebentur apaan ya (Nova menghela nafas sembari memutar bola matanya malas.'


__ADS_2