MAMA

MAMA
Bab 151


__ADS_3

Keesokan paginya Sezha bangun dan ia merasakan jika perutnya sedikit membesar tidak seperti biasanya. Sezha begitu senang karena keinginannya benar-benar terwujud.


"Woahhh perutku (Sezha memegangi perut), pasti aku hamil lagi. Yesss ! terimakasih Ratu, terimakasih banget." Sezha sumringah.


Sezha segera mengambil ponsel dan menghubungi Deon. Ia ingin bertemu dengan Deon hari ini.


2 kali Sezha mencoba menghubungi namun tidak dijawab oleh Deon.


"Ck kemana sih Deon ? ditelpon bukannya diangkat. Hm aku chat aja deh kalo gitu."


Sezha mengirimkan pesan singkat.


\=Mas, hari ini aku pengen jalan-jalan. Jemput aku pokoknya, titik ! Kalo gak, aku bakalan ngambek. See you mas\=


Usai mengirimkan pesan singkat kepada Deon, Sezha bergegas bangun menuju kamar mandi. Setelah mandi dan berpakaian santai, Sezha keluar kamar langsung ke dapur.


"Pagi ayah, pagi ibu dan pagi juga adikku yang ganteng." Sapa Sezha dengan rona bahagia.


"Pagi.." Sahut ayah dan ibu berbarengan.

__ADS_1


"Pagi kak ( imbuh Ega ), hm seneng banget kak hari ini ?" Tanya Ega sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Iya donk, tiap hari itu harus seneng biar gak keriput." Ucap Sezha mengumbar senyum.


"Kak, boleh tanya gak ?" Lanjut Ega tanya lagi.


"Tanya apa ?" Sezha balik bertanya.


"Ega boleh pinjem ponsel kakak, gak ? soalnya ponsel Ega rusak kak, abis kebanting semalam pas ambil dari saku celana. Nih layarnya retak, gak bisa di sentuh, lari-lari layarnya sewaktu mau discroll gitu." Ega menunjukkan ponselnya yang rusak karena terjatuh.


"Owh yaudah ntar kakak beliin yang baru, kalo ponsel kakak gak boleh kamu pinjem. Sabar aja hari ini bakal kakak beliin ponsel baru buat kamu." Kata Sezha enteng sambil mengambil nasi dan juga lauk yang sudah tersedia diatas meja.


"Udah mau darimana intinya hari ini kakak beliin ponsel baru." Jawab Sezha santai tanpa beban.


Ayah dan ibunya yang mendengar merasa heran, sebab harga ponsel itu tidak murah, sementara Sezha masih pelajar. Mana mungkin ada uang sebanyak itu untuk membelikan ponsel baru untuk adiknya, Ega.


"Kamu uang darimana Zha?" Tanya ayah heran.


"Iya Zha, uang darimana kamu ?" Timpal ibu juga menanyakan hal yang sama.

__ADS_1


Sezha hanya memasang wajah tenang.


"Ayah, ibu, udah lupa ya ? kan Sezha udah punya pacar, nah nanti kalo waktunya udah tepat pasti dateng kesini buat ngelamar Sezha. Pacar Sezha bakalan tanggung jawab, jadi ayah sama ibu gak perlu khawatir lagi." Jawab Sezha percaya diri.


"Hm Alhamdulillah kalo begitu, soalnya makin lama pasti kandungan kamu akan semakin besar, sekarang aja udah keliatan perut kamu." Kata ibu.


"Iya Bu syukur Alhamdulillah, ayah juga senang dengarnya. Oh ya kapan laki-laki itu dateng kesini temui ayah sama ibu ?" Lanjut ayah bertanya.


"Iya yah pasti, cuma dia masih sibuk kerja jadi belum bisa dateng kesini."


"Emang kerja apa kak ? pasti duitnya banyak, ya kan kak." Celetuk Ega memotong pembicaraan.


"Kerja kantoran biasa kok." Jawab Sezha lagi.


"Udah jangan ngobrol aja, abisin dulu sarapannya nanti kalo udah abis sarapan baru lanjut lagi ngobrolnya." Sela ibu menegur untuk berhenti bicara ketika sedang menyantap makanan.


"Ok Bu." Sahut Sezha.


Mereka pun melanjutkan sarapan dengan tanpa suara.

__ADS_1


__ADS_2