MAMA

MAMA
Bab 167


__ADS_3

Begitu alat USG itu di tempelkan ke perut Sezha nampak jelas di layar jikalau jabang bayi yang ada di dalam kandungan Sezha sudah terlihat sempurna. Seperti sudah usia janin yang tak lama lagi akan lahir.


"Bayi kamu sehat coba lihat." Kata bidan.


"Iya nak, bayi kamu sehat ini dan anggota tubuhnya lengkap, tapi~." Ucapan ibu menggantung sambil pandangannya serius memperhatikan layar.


Sezha yang melihat ibunya seperti sedang melihat adanya keanehan. Ia pun menegur ibunya untuk meminta penjelasan.


"Tapi apaan sih Bu ? jangan buat Sezha panik deh." Tanya Sezha protes.


"Ini lho Zha, ibu perhatiin kuku jari tangan bayi kamu kelihatan panjang-panjang."

__ADS_1


Bidan memfokuskan kearah jari yang dikatakan oleh ibu Sezha. Benar saja ke sepuluh jari tangan bayi Sezha telah tumbuh kuku-kuku yang panjang.


"Yang dikatakan ibu kamu benar, coba kamu perhatikan ke 10 jari tangan bayi kamu. Saya zoom ya agar terlihat jelas."


Sezha melihat layar USG, begitu ia melihat dengan kedua matanya apa yang dikatakan oleh ibu dan bidan ternyata benar.


"Kok bisa? Ibu yakin gak ada kesalahan dengan alat USG ibu. Jangan-jangan alat ini rusak, masa iya bayi aku udah tumbuh kuku-kuku panjang gitu." Sezha tidak mempercayai hasil tangkap layar USG, malah ia menyalahkan alat USG milik bidan.


Ibu Sezha menengahi sebab bidan memasang wajah sedikit kecewa karena ucapan Sezha yang menyalahkan alat USG.


"Tidak perlu Bu, saya percaya dengan alat USG ini. Maafkan anak saya telah menyinggung perasaan ibu dengan ucapannya."

__ADS_1


"Anak ibu tidak salah kok Bu, mungkin anak ibu ingin lebih jelas lagi melihat kondisi fisik janinnya. Makanya saya menyarankan untuk pergi ke rumah sakit yang memiliki fasilitas alat USG 4D."


"Saya rasa tidak perlu, sama saja. Ya sudah Bu, bisa dicetak hasil USG nya sekarang ?" Tanya ibu Sezha.


"Bisa kok Bu tapi maaf sebelumnya ibu sama anak ibu bisa tunggu diluar nanti jika sudah selesai akan saya berikan hasil fotonya."


"Baik Bu. Yuk Zha, kita tunggu diluar biar ibu bidan cetak fotonya dulu." Ajak ibu Sezha pada Sezha yang masih berbaring diatas ranjang pemeriksaan.


"Kenapa kita harus keluar ? emang gak boleh disini aja. Kalo emang ibu bidan mau cetak fotonya, ya cetak aja tinggal print doank kan. Soalnya kan aku mau liat bagian mana aja yang mau di ambil gambarnya." Sezha menolak untuk meninggalkan ruangan ini dengan nada kurang menyenangkan.


"Sezha jaga bicara kamu, nak. Biar ibu bidan melakukan tugasnya. Kita menunggu diluar saja. Jangan keras kepala begini." Ibu menegur Sezha yang keras kepala.

__ADS_1


"Tapi Bu, aku mau liat. Pokoknya aku gak mau keluar. Aku mau di sini aja. Bu bidan kan ambil fotonya disitu dekat alat USG itu jadi kita disini juga gak akan ganggu Bu bidan." Sezha nyolot dan kekeh tidak ingin meninggalkan ruangan USG ini.


__ADS_2