
Ustadz Dedek meninggalkan rumah Sezha, ia telah mengetahui apa yang ada di dalam rumah Sezha. Sebab tanpa sepengetahuan Sezha, ustadz Dedek melihat menggunakan mata batinnya.
Sezha kembali ke kamar, meminta ibunya untuk keluar dari kamarnya.
"Bu, Sezha ngantuk pengen istirahat, ibu keluar dulu ya."
"Kamu kok nampak capek gitu, abis ngapain kamu?" Ibunya heran karena Sezha nampak lemas.
"Gak apa-apa bu, Sezha cuma pengen istirahat aja." Sezha memegangi tengkuknya karena terasa pegal.
"Ya sudah, oh ya tadi siapa yang datang. Ibu gak denger ada suara ngobrol diruang tamu atau kuping ibu yang udah budek kali ya."
"Bukan temen Sezha, gak tau siapa tadi katanya sih ustadz. Tanya ayah aja deh, Sezha capek." Sezha langsung rebahan di ranjangnya.
"Ibu keluar ya, dah cucu nenek. Sama mama disini ya, nenek mau kedapur dulu." Ibu Sezha tak lupa mencium pipi bayi Sezha.
Usai ibu Sezha keluar kamar, sukma Tukijan muncul.
__ADS_1
"Berhati-hatilah kamu, ustadz itu tidak bisa diremehkan."
"Ya pak, saya tau. Tapi tubuh saya seperti habis kerja berat, pegel dan rasanya capek banget. Padahal tadi gak apa-apa, lepas tuh ustadz si*lan dateng jadi gini tubuhku."
"Segera mandi dan berendam lah maka rasa lelahmu akan segera hilang."
"Emangnya saya kenapa pak ? pasti gegara ustadz itu kan, pasti dia."
"Ya, dia membacakan sesuatu bacaan yang dapat membuatmu lemah karena kamu belum ada perbentengan diri. Nanti kamu minta saja pada Ratu, agar kamu tidak mudah terkena serangan."
"Itu efeknya, jangan tidur. Segera kamu berendam, agar kamu bisa kembali pulih."
"Sekarang pak ? gak bisa nanti aja gitu. Saya mau tiduran sebentar aja."
"Tidak bisa, cepat kamu berendam atau kamu mau rasa lelah kamu tidak akan hilang hingga besok."
"Iya pak, iya. Saya berendam sekarang."
__ADS_1
Dengan rasa berat dan malas, Sezha beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Sukma Tukijan menghilang setelah memastikan Sezha telah masuk ke kamar mandi.
Walaupun Tukijan beda tempat tinggal tapi Tukijan bisa mengetahui apa aja yang dilakukan oleh Sezha. Tukijan selalu mengawasi Sezha, karena Sezha sering sekali ceroboh.
Sezha sudah dianggap murid oleh Tukijan, makanya Sezha sepenuh tanggung jawab dirinya. Ya terkadang Ratu Ajeng juga ikut turun tangan dalam menyelesaikan masalah Sezha karena Tukijan memiliki batas kemampuan. Semuanya harus seizin Ratu Ajeng apapun itu.
Sezha berendam di dalam ember air yang ada dikamar mandinya, ukuran ember ini terbilang cukup besar. Bisalah membuat Sezha berendam sambil berjongkok.
Dikamar mandi Sezha tidak ada yang namanya bak mandi yang ada hanya ember.
Sezha berendam sudah 10 menit, ia mulai merasa enakan. Rasa lelah yang tadi ia rasakan perlahan tidak lagi ia rasakan.
"Woah bener kata pak Tukijan, baru berendam kira-kira 10 menitan tapi tubuhku udah ringan gini beda sama yang tadi berattt banget rasanya. Emang tuh ustadz si*lan, baca apa sih dia sampe lemes seluruh tubuhku. Lain kali gak usah basa-basi langsung aja aku usir ustadz dari pada aku dibuatnya gini lagi, ogah kena untuk kedua kalinya." Sezha kesal dengan ustadz Dedek.
Dirasa tubuhnya sudah kembali seperti semula, Sezha keluar dari berendamnya lalu ia mandi bersih seperti biasanya.
__ADS_1