MAMA

MAMA
Bab 28


__ADS_3

Nova mendesak Arin untuk segera menceritakan tentang yang ia ketahui.


"Arin, please kasih tau ke kita."


"Baiklah, kalo kalian ingin tau bener tempat apa itu." Ucap Arin.


Yang sangat antusias ingin mengetahui bukannya Sezha malah Nova, padahal Sezha yang ingin pergi kesana bukan Nova.


Kejadian aneh terjadi diantara mereka berempat. Belum lagi Arin menceritakan, Arin melihat sesosok anak kecil perempuan berbaju putih lusuh, kulit tangan melepuh, wajah tertutupi rambut, hanya terlihat sebelah bola matanya melirik tajam kearah Arin. Sosok anak perempuan ini berdiri tepat di samping Sezha.


Sontak Arin terkejut bukan kepalang.


Arin juga menatap kearah sosok anak perempuan ini dengan rasa sangat takut.


Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori keningnya.

__ADS_1


"Maaf lain kali aja ya, aku ceritakan. Aku buru-buru mau pulang ni, bye. Yuk La." Arin mengajak Lala untuk pulang.


Arin menarik lengan Lala, untuk beranjak.


Lala bingung tapi ia mengikuti Arin.


"Bye, duluan ya." Pamit Lala.


Nova heran dan aneh melihat sikap Arin seprti itu. Bukannya cerita malah buru-buru pulang.


"Udahlah lagian kamu juga sih macem gak tau Arin aja gimana, dia kan emang gitu banyak ceritanya. Aku aja rada males ngeladeni dia ngomong. Suka gak sinkron omongannya sama faktanya." Sela Sezha .


"Ih kamu ini ya, aku yakin Arin itu pasti tau sesuatu tentang Persinggahan itu tapi tadi aku liat Arin pas mau cerita pandangan matanya itu kayak ketakutan gitu terus dia gak jadi cerita eh buru-buru pulang. Aneh gak sih ?" Duga Nova.


"Aneh apaan sih, gak ada deh kayaknya perasaan kamu aja kali." Sezha ngeyel.

__ADS_1


"Ck kamu bukannya dengerin Arin malah cuek." Nova berdecak.


"Bodo' ah, lagian kan aku ngajak kamu bukan mereka jadi ngapain mikirin apa perkataan mereka coba. Ya kan ?


Pokoknya aku mau kesana dan kamu harus ikut titik gak ada penolakan, ok deh masalah selesai sekarang kita pulang yuk kayaknya mau turun hujan ni." Sezha mengajak Nova pulang karena langit sudah mendung.


"Idih siapa juga yang mau ikut, ogah ah, gak mau aku, kamu aja deh kan kamu yang pengen banget pergi kesana bukan aku." Bantah Nova.


"Ok kalo kamu gak mau, itu artinya kita udah gak sahabatan lagi ya. Percuma debat, seharusnya teman itu dukung temannya bukan malah matahin semangat. Au ah, aku mau pulang. Oh ya kita bukan temen deket lagi, jadi mulai sekarang dan seterusnya kita saling jaga jarak." Sezha berlalu meninggalkan Nova.


Nova bingung harus bersikap bagaimana, Sezha begitu keras kepala. Sezha mementingkan keinginannya tanpa mau tau alasan yang Nova berikan.


Nova menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal. Nova mulai pusing melihat tingkah Sezha seperti kekanak-kanakan.


Nova tak habis pikir, Sezha yang dulu ia kenal berbeda dengan Sezha yang hari ini.

__ADS_1


"Astaga, ya Allah, ya Rabbi tuh anak kesambet apa coba. Dia yang mau pergi, aku gak mau ikut eh dia yang marah. Hadeh bener-bener tuh Sezha, lagi pms gak segitunya juga kan maksa temen buat ikut. Aku harus gimana ini, gak ikut Sezha ngambek tapi kalo aku ikut itu tempat keliatan serem. Ihh kepalaku pusing sumpah." Nova mengomel sendirian.


__ADS_2