
Tukijan menegur Sezha yang nampak diam dan kebingungan.
"Jangan membuat Ratu menunggu lama, segera sebutkan salah satu dari keluargamu agar Ratu memindahkan sihir itu, sebelum terlambat."
"Tapi pak, saya tidak mungkin menukarnya dengan salah satu dari keluarga saya."
"Kamu tidak bisa menukarnya dengan orang lain, karena jika orang lain itu dapat sembuh maka akan berbalik juga padamu bahkan akan lebih parah jika sihir itu sampai berbalik padamu."
Sezha berfikir keras, dia harus menukarkannya dengan ibu, ayah atau Ega adiknya.
Duh bagaimana ini ? "
Menunggu lama, Ratu mulai hilang kesabaran. Ia bertanya pada Sezha untuk kesekian kalinya.
"Kau pilih sekarang atau keinginanmu aku batalkan dan akan kubiarkan kau menjadi g*la karena sihir itu berbalik padamu." Ancam Ratu.
Sezha tersentak karena ia yang masih bingung dan tak tau harus memilih antara ayah, ibu dan Ega adiknya.
"Baik Ratu, saya akan menukarkannya dengan~." Ucapan Sezha menggantung.
"Dengan siapa ?!" Bentak Ratu Ajeng.
"Adik saya Ratu, saya menukarkannya dengan adik laki-laki saya." Sezha spontan.
__ADS_1
"Bagus, aku akan menarik sihir itu dan memindahkannya ketubuh adikmu."
"Ratu bolehkan saya bertanya lagi ?"
"Apa itu ?" Ratu balik bertanya.
"Bisakah Ratu melenya*kan istri Deon untuk selamanya dari dunia ini. Agar dia tidak menjadi penghalang hubungan antara saya dan Deon." Sezha berfikir untuk menghilangkan nyawa Nina.
"Huahhhhhaaaaaa.....dasar manusia selalu tidak puas ha-ha-hahaha...tapi aku suka.." Ratu Ajeng tertawa puas mendengar keinginan Sezha.
"Bagaimana Ratu, apakah Ratu bersedia ?" Tanya Sezha memastikan.
"Apa yang tidak bisa untukku, tapi kau tau imbalannya bukan, 1 nyawa dibayar 1 nyawa, jika kau menyanggupinya saat ini juga aku bisa menghabi*i nyawa perempuan itu dengan sekali tarik hahaha.." Ratu Ajeng setiap mengabulkan keinginan manusia yang meminta padanya pasti ia akan meminta imbalan yang setimpal, Ratu Ajeng tidak mau jika tidak mendapatkan imbalan yang setimpal.
"Kau benar-benar licik manusia hahaha..tidak bisa ! imbalannya harus dari salah satu dari keluargamu bukan orang lain."
Sezha terkejut, ternyata harus keluarganya lagi yang dikorbankan tidak bisa orang lain.
Sezha menelan salivanya.
"Saya batalkan saja Ratu, tidak mungkin saya mengorbankan nyawa keluarga saya. Biarlah perempuan itu sembuh yang terpenting saya bisa hidup bersama Deon seutuhnya."
"Demi seorang laki-laki kau tega hahaha tapi aku suka ini hahaha...kau memang pengikutku yang setia.."
__ADS_1
Mendengar terlalu lama Ratu Ajeng dan Sezha berbicara, Tukijan menengahi agar ritual ini cepat selesai.
"Ampun Ratu, jika aku lancang masuk kedalam pembicaraan ini. Jadi bagaimana Ratu, sihir yang ada pada wanita itu ? berkenankah Ratu untuk memindahkannya ketubuh dari adik laki-lakinya ?" Tukijan mengingatkan.
"Kau tenang saja Tukijan, sihir itu sudah pemindah dengan sendirinya saat dia mengucapkan adiknya sebagai pertukaran."
Sezha mendengar itu kaget.
"Berarti sekarang adik saya sudah g*la, Ratu ?"
"Iya, pulang dan lihatlah bagaimana kondisi adik laki-lakinya mu sekarang hahha...aku harus pergi. Sering-seringlah kalian menjamuku seperti ini hahaha." Ratu Ajeng menghilang dari ruangan ini.
Usai Ratu Ajeng pergi,wajah Sezha seketika panik.
"Pak, apakah adik saya bisa sembuh ? tidak mungkin jikalau adik saya terus-menerus seperti itu, bapak pasti tau caranya kan pak, tolong saya pak, tolong..." Sezha memohon Tukijan untuk membantunya.
"Kamu dengar sendiri tadi, apa yang dikatakan Ratu. Jadi saya tidak bisa melakukan apa-apa, semua keputusan ada pada Ratu."
"Ya ampun pak, adik saya bagaimana."
"Kamu terima saja, sekarang pulang lah, ini sudah hampir tengah malam." Tukijan tidak bisa membantu, lalu menyuruh Sezha untuk pulang.
"Baik pak, saya pulang." Raut wajah Sezha berubah sedih dan menyesal karena adiknya yang harus menjadi pertukaran dari sihir yang ia minta sendiri.
__ADS_1