MAMA

MAMA
Bab 160


__ADS_3

Dari arah dapur Nova membawa nampan berisikan sepiring gorengan dan 3 gelas minuman dingin.


Nova berjalan menghampiri Sezha dan Arin yang nampak duduk berdekatan.


"Sepertinya aku ketinggalan sesuatu ni." Ucap Nova sembari meletakkan nampan di atas meja.


"Biasa Nov, tanya-tanya dikit sama Sezha. Nah Sezha janji bakal kenalin kita ke pacarnya nanti. Ya kan Zha." Kata Arin lalu menepuk pundak Sezha.


"Iya, tapi aku gak janji kapannya. Kalo ingat ya aku kenalin tapi kalo aku lupa ya maklumin." Balas Sezha cuek.


"Idih mana bisa gitu, Zha. Kamu kan udah janji bakal kenalin. Masa udah janji ada acara lupa sih." Protes Arin.


"Ck, gini aja deh. Pacar, pacar siapa ? jadi terserah aku donk mau kapan aku kenalin ke kalian kok kamu maksa. Nova aja santai, gak maksa banget, lah kenapa kamu yang ribet ?" Sezha mulai bosan dengan ucapan Arin yang seperti memaksanya.


"Udah, udah kok jadi pada debat. Mending buruan dimakan plus diminum ini keburu gorengan dingin terus es nya keburu cair." Nova menengahi.


"Siapa yang debat Nova..aku sama Sezha cuma ngobrol santuy kok." Jawab Arin sambil mengambil satu potong pisang goreng kemudian digigit setengahnya.

__ADS_1


Sezha tersenyum kecut, ia benar-benar tidak merasa nyaman.


'Kenapa bisa barenganlah aku sama ni orang ? mending aku pulang, gak asik. Yang ada bad mood aku disini. Maksud hati mau cerita sama Nova aja, eh si mulut ember muncul juga. Mana tuh mulut udah kayak kaleng rombeng nyerocos kepo mulu.' Batin Sezha.


Nova tau kalo Sezha merasa kesal dengan Arin, ia pun berusaha mencairkan suasana agar Sezha melupakan perkataan Arin.


"Oh iya gimana kalo kita karokean aja. Daripada bengong-bengong, krik-krik. Tunggu bentar ya, aku mau ambil ponsel dulu."


Selangkah Nova berjalan, Sezha pamit ingin pulang.


"Nov, aku pulang duluan ya. Aku gak ikut karokeannya, kalian berdua aja. Oh ya salam sama ibu kamu ya, dah.."


"Iya Zha, baru juga mau sing a song, bentar lagi. Barengan aja pulangnya sama aku." Timpal Arin tanpa bersalah.


"Lain kali aja deh. Udah ya dah.." Sezha beranjak dari duduknya dan berjalan keluar menuju pintu.


Saat Sezha membuka pintu, ia dikejutkan dengan seorang bapak-bapak dengan memakai baju koko dan mengenakan peci dikepalanya.

__ADS_1


"Astaga !" Sezha terkejut sambil menghela nafas.


Si bapak ini tersenyum.


"Maaf kan bapak, kalo sudah mengagetkan kamu. Bapak masih akan mengetuk pintu ternyata kamu sudah lebih dulu membuka pintu." Ucapnya santun.


"Gak apa-apa pak, saya tamu. Saya juga mau pulang. Pemilik rumahnya ada didalam kok, panggil aja. Saya permisi." Berbicara singkat, Sezha langsung melangkah pergi.


Si bapak menatap Sezha dari belakang, ia pun menggelengkan kepalanya.


"Astaghfirullah al adzim, remaja zaman sekarang menghalalkan segala cara, hm." Gumam si bapak pelan.


Setelah Sezha sudah berjalan cukup jauh, si bapak pun mengalihkan pandangannya dari memperhatikan Sezha, lalu tak lupa ia mengetuk pintu rumah Nova dan diiringi ucapan salam.


Tok..tok.."Assalamualaikum..!" Serunya.


Arin dan Nova mendengar jika dari arah depan ada yang mengucapkan salam.

__ADS_1


"Eh kayaknya ada tamu tuh Nov."


"Iya, siapa ya ? bentar deh aku liat dulu."


__ADS_2