
Sezha dan Nova duduk santuy di warung sebrang sekolah.
Mereka memesan 2 cup pop ice rasa cokelat, kebetulan selera mereka sama. Kemudian mereka mengambil satu bungkus wafer yang juga rasa cokelat.
Usai Bu warung membuatkannya lalu Sezha memberikan uang selembaran 20ribu rupiah.
"Ni Bu, uangnya." Sezha menyerahkan uang.
"Semuanya 15 ribu ya, jadi kembali 5 ribu. Terima kasih." Ucap Bu warung sambil memberikan uang kembalian.
"Iya Bu, sama-sama." Sezha menerima uang kembalian.
Sezha memberikan satu cup pop ice cokelat kepada Nova dan meletakkan sebungkus wafer cokelat di atas meja.
"Nih, diminum." Ujar Sezha.
"Berapa ?" Tanya Nova.
"Udah gak usah, aku yang bayar." Jawab Sezha.
__ADS_1
"Hm makasih deh, oh ya btw ada apa nih kamu tiba-tiba ajak aku ngobrol gini ? Jujur daritadi aku tuh ngerasa aneh aja sama kamu."
"Ish lagi-lagi nanya nya gitu, gak ada pertanyaan lain emangnya. Lagian salah ya ajak temen ngobrol ? gak kan ?"
"Iya gak sih, cuma kayaknya kamu lagi nyembunyiin sesuatu gitu dari aku."
"Astaga Nova, Nova, kamu ini ya tau aja kalo aku lagi mikir."
"Tau donk, aku temenan sama kamu udah lama jadi aku tau sifat asli kamu. Cuma yang aku penasaran sampe sekarang aku belum pernah tau pacar kamu siapa deh, takut amat ketikung sampe dirahasiain." Nova mulut manyun.
"Apaan sih udah ah gak usah bahas cowok gak penting, anggap aja pacarku udah mati ditelen bumi, nah bereskan." Sezha mulai kesal.
"Skip aja ok. Kamu mau tau gak alasannya aku ajak kamu ngobrol bareng ?"
"Gimana mau tau oneng, kan aku tanya daritadi kamu gak jawab." Nova kembali memutar bola matanya malas.
"Oh ya lupa aku hehehe (Sezha nyengir kuda). Gini lho Nov, ada sesuatu yang mau tunjukkin ke kamu." Sezha sedikit berbisik.
"Nunjukin apaan emangnya, bisik-bisik segala." Celetuk Nova.
__ADS_1
"Ishhh ck ini rahasia, ntar ada orang lain denger Nov Nov." Sezha berdecak.
"Iya deh ya, rahasia apa zih Zha? kepo akut ni aku." Desak Nova.
"Ini liat deh, aku rencana mau pergi kesana besok. Aku mau relax, kayaknya tempatnya nyaman masih asri pasti sejuk. Hmmm gak sabar pengen kesana." Sezha menunjukkan gambar persinggahan pondok mak Iyem kepada Nova.
Nova melarang Sezha untuk pergi kesana.
"Asri apa nya Zha ? coba kamu liat bener-bener ni gambar, serem tau. Ihhh aku aja gitu liat ni pondok kayak merinding gini apalagi kalo kesana, ihh ogah." Nova bergidik merinding.
"Dasar penakut kamu, gini ja dibilang serem. Pokoknya aku mau kesana, pengen liburan aja nenangin diri. Biaya inapnya juga murah, jadi tabunganku cukuplah."
"Sakit kamu ya, coba aku periksa (Nova menempelkan telapak tangannya dikening Sezha)."
"Nova, kamu ada-ada aja. Aku sehat walfiat kali." Sezha menampik tangan Nova dari keningnya.
"Terus kalo kamu sehat kenapa gambar pondok serem kayak gini kamu bilang bagus ? aku aja ngeliatnya udah kayak rumah hantu tau gak."
"Suka-suka aku donk, oh ya kamu mau ikut gak ? temenin aku gitu, gak asik juga kalo sendiri." Sezha nampak acuh dengan apa yang dikatakan Nova.
__ADS_1
"Ogah. Kagak mau aku. Mending tabunganku buat beli baju, tas, sandal terbaru daripada buat bayar biaya nginap disana." Nova tidak berminat.