
"Kalian lanjut aja ya, aku mau pergi ke warung sebentar." Ucap Nova
"Kami ikut donk Nov." Celetuk Arin.
"Ya ampun Rin, bentaran doank. Lagian kan ada ibu aku juga dirumah."
"Ibu kamu kan di kamar Nov, masa iya kita dua disini sedangkan kamu pergi keluar. Ada-ada aja kamu deh." Arin tetap ingin ikut Nova.
"Ya ampun Rin, kan tadi Nova udah bilang kalo cuma ke warung, ngapain juga kita ikutan sih Rin. Mending kita nitip beli apa gitu." Sela Lala.
"Makan..aja kamu La, heran deh." Protes Arin.
"Kalo gak mikir makan bisa death aku."
Nova menggelengkan kepalanya melihat Arin dan Lala yang selalu berdebat kocak.
"Udah gini aja, bener apa kata Lala, aku ke warung sebentar nah kalian mau titip apa biar aku beliin."
"Aku titip yang enak-enak aja deh Nov, tapi yang aku cuma ada 5ribu, cukup kan ? kalo kurang tambahin ya hehehe." Lala cengengesan sambil menyerahkan selembaran uang 5ribu.
"Aku gak nitip deh Nov masih kenyang aku. Tapi beneran gak lama ya atau kita jemput nanti."
"Iya Arin, udah ya, titip rumah aku sama ibu aku jangan sampe ada yang kurang, dah..."
__ADS_1
Nova berjalan keluar rumah dengan alasan ke warung padahal ia akan kerumah pak ustadz Dedek yang tak jauh dari rumahnya.
Tidak memakan waktu lama, Nova telah sampai dirumah ustadz Dedek.
Kedatangan Nova disambut oleh istri ustadz Dedek yang kebetulan istri ustadz sedang duduk di teras rumah bersama seorang tamu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam. Eh Nova ya, sini duduk."
"Iya Bu ustadz saya Nova, terimakasih Bu."
"Ada perlu apa kesini ?"
"Saya kesini mau ketemu sama pak ustadz Dedek, Bu."
"Iya Bu."
Bu ustadz masuk untuk memanggil ustadz Dedek.
Nova menunggu diluar ditemani seorang tamu dari Bu ustadz.
Ustadz Dedek keluar dari ruangan dalam, tentunya bersama istrinya.
__ADS_1
Ustadz Dedek duduk bersila lalu bertanya.
"Ada apa Nova ?"
"Ada yang ingin saya tanyakan ke pak ustadz ?"
"Mau tanya apa ?"
"Ini tentang ibu saya pak ustadz, saya masih penasaran sebenarnya ibu saya kenapa pak ustadz soalnya ibu saya tidak pernah seperti itu."
"Bukannya kemarin sudah saya ceritakan kepada kamu tentang kondisi ibu kamu?" Seingat ustadz Dedek, ia telah bercerita perihal ibunya.
"Pak ustadz cuma bilang, ibu diganggu makhluk halus, tapi gak bilang alasan kenapa ibu bisa diganggu ? jujur pak ustadz saya semenjak kejadian kemarin jadi was-was, khawatir kalo ninggalin ibu saya sendirian dirumah."
"Alasan ibu kenapa digangguin, mungkin bisa jadi makhluk itu memang suruhan dari seseorang yang berniat tidak baik kepada ibu kamu atau kemungkinan ibu kamu melamun terus ada makhluk halus kebetulan melintas. Ya sejauh ini saya belum bisa memastikan."
"Kalo emang makhluk halus itu gak ada maksud kenapa dia bicara seperti nada memperingatkan ? tolong pak ustadz beritahu saya yang sebenarnya, saya yakin pak ustadz pasti tau." Nova mendesak pak ustadz untuk menyampaikan.
"Ya namanya juga makhluk laknatullah, makhluk yang dilak*at oleh Allah SWT, pasti dia akan mengeluarkan nada-nada ancaman agar ia tidak diusir dari raga si manusia yang telah dia rasuki."
"Oh gitu ya pak ustadz kirain ada yang sengaja mengirimkan makhluk jahat itu ke ibu saya."
"Intinya apapun yang terjadi, tetap jaga ibadah ya, sholat itu jangan sampai di tinggalkan, bila perlu setiap selesai Maghrib sama-sama membaca Al-Qur'an agar rumah kita senantiasa bercahaya dan insya Allah selalu dalam perlindungan Allah SWT." Pesan pak ustadz Dedek.
__ADS_1
"Iya pak ustadz, kalo gitu saya pamit pulang. Wassalamu'alaikum pak ustadz, Bu ustadz." Nova pamit undur diri.
"Waalaikum salam." Jawab berbarengan pak ustadz dan juga istri.