
Pagi harinya Sezha berangkat sekolah seperti biasa namun saat ia sedang menunggu ojol di teras rumah, tiba-tiba ada beberapa ibu-ibu mendatangi Sezha.
"Pagi nak Sezha." Sapa ramah salah satu dari tetangga.
"Pagi." Balas Sezha singkat.
"Hm kedatangan kami kesini, mau meminta maaf pada kamu karena telah membicarakan kamu yang tidak-tidak. Ya kan ibu-ibu." Beberapa tetangga mendadak meminta maaf pada Sezha.
"Owh..udah nyadar. Makanya udah tua itu inget umur. Jangan taunya ngurusin hidup orang, akhirnya ngerasa salahkan. Saya gak ada ngusik tetangga disini tapi kalian aja yang selalu ngusik hidup saya." Timpal Sezha angkuh.
"Iya Sezha, makanya kami kesini buat minta maaf pada kamu. Kamu mau maafin ibu-ibu disini kan ?"
"Ok saya maafin, tapi kalo kalian ngilangin lagi, walaupun kalian nangis darah gak akan saya maafin. Jaga tuh mulut jangan asal bunyi aja. Sadar udah pada tua. Udah ah saya mau berangkat sekolah." Sikap Sezha sungguh besar kepala.
__ADS_1
Ojol sudah datang, ia pun berangkat menuju sekolah dan meninggalkan ibu-ibu tetangga di depan rumahnya.
Tak berselang lama Sezha berangkat, secara kebetulan ustadz Dedek melintas dengan berjalan kaki.
Dilihatnya ada beberapa ibu-ibu sedang berjalan. Ustadz Dedek berinisiatif untuk menghampiri.
"Assalamualaikum ibu-ibu, selamat pagi." Sapa ustadz Dedek ramah.
"Waalaikum salam. Eh pak ustadz. Tumben pagi-pagi udah jalan sampai sini aja." Balas salah satu tetangga.
"Oh ini lho pak ustadz, kami abis dari rumahnya tetangga sebelah." Unjuk kearah rumah Sezha.
"Emangnya ada apa ?"
__ADS_1
"Jadi gini pak ustadz, kami kan semalam gosipin anak gadisnya tetangga sebelah itu nah kami ini kayak merasa bersalah, makanya kami datang kesana untuk meminta maaf, gitu pak ustadz." Jelas si tetangga.
"Bener pak ustadz...!" Seru berbarengan ibu-ibu.
"Alhamdulillah kalo pada sadar kesalahan, bagus itu karena Allah paling membenci manusia yang menceritakan kejelekan manusia lain itu sama saja memakan bangkai saudara kita sendiri nauzubillah, apalagi ini tetangga kita sama saja sudah menjadi saudara kita. Alangkah baiknya kalo kita membicarakan yang baik-baik saja ya, dan kalo pun ada yang mengganjal sebaiknya di tanyakan langsung pada yang bersangkutan agar tidak terjadi fitnah." Pak ustadz memberikan sedikit ceramah.
"Iya pak ustadz, kami yang salah dan kami tidak akan mengulanginya lagi."
"Kalo begitu saya permisi ya ibu-ibu, saya mau lanjut olahraga, karena kalo saya terus disini bisa tausyiah panjang saya. Mari ibu-ibu wassalamu'alaikum." Pak ustadz pun melanjutkan jalan santainya.
"Waalaikum salam pak ustadz." Sahut berbarengan ibu-ibu.
Pandangan ustadz Dedek tak bisa lepas dari melihat rumah Sezha. Hatinya mengatakan jika ada sesuatu yang ganjil meliputi rumah keluarga Sezha.
__ADS_1
"Saya merasakan ada sesuatu dirumah itu, tapi saya tidak mungkin langsung kesana tanpa ada alasan. Ya Allah, berilah hamba petunjuk-Mu jikalau memang ada keluarga yang harus hamba bantu." Ustadz bicara lirih sambil berjalan lambat dan pandangan tak luput dari memperhatikan rumah Sezha.
Ustadz Dedek tidak bisa langsung mendatangi si empunya rumah jika tidak ada alasan yang tepat. Ustadz Dedek menunggu waktu yang tepat untuk dapat mengunjungi rumah keluarga Sezha sebab ustadz merasakan ada sesuatu yang terselip di kediaman rumah Sezha.