MAMA

MAMA
Bab 71


__ADS_3

Nova menyebutkan jam yang tertera di layar ponsel dan jam sudah menunjukkan pukul 23:30 wib.


"Udah pukul setengah 12 bulek." Kata Nova.


"Huu." Bulek menghela nafas.


"Kenapa bulek ?" Tanya Nova ketika bulek seperti merasa cemas.


"Tidak apa-apa, kalo gitu kita lanjut jalan lagi, sudah dekat."


"Baik bulek."


Mereka berduapun melanjutkan perjalanan, mereka sudah sangat dekat dengan persinggahan pondok Mak Iyem'.


Butuh 10 menit mereka sampai ke Persinggahan ini, dan akhirnya mereka sampai.


Mereka tiba tepat di mana Mak Iyem' akan melakukan ritual.


Bulek dan Nova, mengintip dibalik rimbunnya semak-semak yang mengelilingi area Persinggahan ini


"Itu mereka." Tunjuk bulek kearah kerumunan para pengikut Mak Iyem'.


"Ramai sekali bulek, sedang apa mereka ?"


"Sepertinya mereka sedang melakukan sebuah ritual, tapi bulek belum tau ritual apa ?" Bulek nampak berfikir.

__ADS_1


"Berarti kalo mereka mau lakuin ritual gitu, pasti pada kumpul semua disinikan bulek ?" Nova menduga.


"Ya, sepertinya begitu." Bulek mengangguk.


"Nah otomatis yang di dalam tidak ada orang, kita bisa masuk tanpa ketauan sama mereka."


"Jangan gegabah, kita tidak tau situasi di dalam bisa saja ada penjagaan. Hm cuma yang bulek bingung, kenapa mereka berkumpul dan membentuk sebuah lingkaran? bulek yakin di tengah lingkaran itu pasti ada sesuatu." Bulek menerka.


"Iya juga sih bulek, terus mereka juga seperti menunggu gitu." Timpal Nova.


"Iya kamu benar. Coba kamu lihat jam di hp kamu?"


Bulek mengambil kembali ponsel dari saku celananya.


"Hampir pukul 12 malam, bulek."


"10 menit lagi bulek."


"Astaghfirullah." Bulek spontan mengucapkan istighfar, kemudian bulek menengadahkan kepalanya ke langit.


"Ada apa bulek ?" Tanya Nova kaget.


"Mereka sedang menunggu bulan purnama, yang akan membentuk sempurna tepat jam 12 malam." Tutur bulek mimik wajah serius.


"Maksudnya gimana bulek ? kenapa harus menunggu jam 12 malam tepat ? kenapa gak sekarang aja toh cuma berapa menit doank kan." Nova ingin tau.

__ADS_1


"Setau bulek, kalau ritual tepat bulan purnama itu pasti ada seseorang yang akan menjadi persembahan, apa mungkin ?" Ucapan bulek terpotong.


"Mungkin apa bulek ?" Desak Nova.


"Ah sudahlah lupakan saja." Bulek enggan menyampaikan.


"Bulek seperti menyembunyikan sesuatu?" Nova curiga.


"Apakah kamu yakin kalau teman kamu itu tidak sedang mengandung ?" Tanya bulek memastikan.


"Mengandung hm hamil gitu maksudnya?"


"Iyo jadi opo meneh."


"Ya ampun bulek mana mungkin, kita tuh masih pelajar masa iya hamil." Bantah Nova.


"Bulek merasa pasti teman kamu sedang mengandung saat ini karena jika tidak, tidak mungkin Mak Iyem' hanya menangkap teman kamu saja sedangkan kamu di biarkan bebas."


"Masa sih Sezha hamil, emang sih akhir-akhir ini sikapnya rada uring-uringan gitu, tapi Sezha hamil sama siapa hm ?" Nova bingung.


"Moga saja teman kamu tidak apa-apa."


"Iya bulek, moga aja. Oh ya bulek gimana kalo kita langsung masuk kedalam saja mumpung mereka masih sibuk dengan ritualnya, fokus mereka pasti pada ke ritual ini. Saya harus secepatnya menyelamatkan teman saya." Ajak Nova.


"Tunggu dulu, kita belum tau siapa yang mereka persembahkan malam ini."

__ADS_1


"Bulek, kita tidak akan bisa lihat karena mereka saja sudah membentuk lingkaran gitu sementara kita disini."


"Ntah kenapa perasaan bulek mengatakan jika yang sedang dipersembahkan itu adalah teman kamu." Bulek menatap lekat kearah Nova.


__ADS_2