
Reaksi ibu Sezha kaget.
"Deon telah beristri.." Ibu Sezha tercengang.
Sezha sekuat tenaga mendorong ibunya untuk masuk kedalam rumah kemudian segera menutup pintu.
Diluar istri Deon merasa lega karena telah menemui perempuan yang telah menjadi perebut suaminya.
"Ya Allah terimakasih telah memberikan hamba kekuatan untuk menemui perempuan yang telah merebut suami hamba. Setelah ini apapun yang terjadi hamba serahkan pada-Mu ya Allah." Istri Deon bersyukur.
Istri Deon tidak mau melanjutkan, ia memilih untuk kembali kerumah orangtuanya karena kedua anaknya ia tinggal disana.
Sementara Sezha harus menghadapi cercaan pertanyaan dari ibunya.
__ADS_1
"Apa benar yang dikatakan wanita tadi kalo Deon telah memiliki istri ?"
"Ish ibu, gak lho Bu. Kan Sezha udah bilang kalo dia tuh perempuan stres. Ibu sih gak percaya malah didengerin apa katanya."
"Sezha, jangan bohong sama ibu. Jawab dengan jujur, apa benar yang dikatakan wanita tadi ? jawab Sezha, jawab.." Ibu Sezha meremas pundak Sezha.
"Apa yang harus Sezha jawab coba, udah Sezha bilang Bu kalo dia itu perempuan stresss.." Sezha meninggikan volume suaranya.
"Kamu sudah berani membentak ibu ya, terserah kamu melakukan apa. Ibu udah capek Sezha, capek." Ibu dengan perasaan dongkol dan kecewa meninggalkan Sezha begitu saja dan masuk kedalam kamar.
Namun ibunya sama sekali tidak mau memperdulikan rengekan Sezha.
Karena ibunya tidak mengindahkannya, wajah Sezha seketika berubah menjadi sadis, nafasnya menderu kencang.
__ADS_1
"Kau telah membuat masalah denganku, kau buat ibuku marah padaku. Kau belum tau siapa aku, aku janji dalam hitungan jam kau akan menggelepar kesakitan. Tunggu saja kejutan dariku, bukan saja suamimu yang akan kuambil tapi juga kebahagiaanmu. Kau tidak pantas untuk bahagia, hanya aku yang pantas bahagia." Sezha menggertakkan rahangnya sembari mengepal sebelah tangannya, dan juga sorot mata yang penuh dengan kebencian. Sezha berencana mencelakai istri Deon.
Bayi Sezha pun menangis tanda ia haus, kemudian Sezha berjalan memasuki kamarnya dan menyusui bayinya. Usai menyusu bayi Sezha tertidur lagi. Sezha membaringkan diatas ranjang.
Sezha memanggil Tukijan untuk meminta pertolongan.
"Pak, tolong hadirlah. Saya memerlukan bantuan bapak. Hadirlah pak, hadirlah saat ini juga."
Tukijan yang berada dikediamannya mendengar jika Sezha sedang memanggilnya tapi dirumahnya masih ada kedatangan seorang tamu yang akan memakai jasanya. Jadi Tukijan tidak bisa segera datang menemui Sezha.
Sezha heran biasanya Tukijan sekali ia memanggil pasti langsung muncul tapi ini tidak.
"Aneh, biasanya pak Tukijan nongol tapi kok sekarang gak ya hm apa pak Tukijan lagi sibuk dengan Ratu Ajeng. Ya sudahlah nanti coba panggil lagi kali aja nanti pak Tukijan nongol. Hoammmm ngantuk juga, energiku terkuras habis, masalah marahnya ibu mah gampang tinggal oles minyak dileher pasti ibu lupa. Tapi kalo buat istrinya Deon liat aja gak ada ampun. Beraninya ngusik aku, dia belum tau berhadapan sama siapa huh. Nikmatilah waktu bahagia mu yang singkat ini sebelum aku merenggutnya darimu." Sezha tertawa jahat.
__ADS_1
Sezha benar-benar telah bukan manusia, dia lebih jahat dari seorang pembunuh sekalipun. Entah apa yang akan dilakukan Sezha pada istri Deon. Dia yang salah tapi dia tidak mau mengakuinya, seakan dia berhak bahagia diatas penderitaan orang lain.