
Setelah selesai makan pecel bersama ayah, Sezha kembali masuk kekamar sedangkan ayah duduk sambil menonton tv.
Sezha melupakan kesedihan yang sewaktu ia makan karena sama sekali tak dianggap ada oleh ibunya.
"Hoammmm...abis makan mataku ngantuk banget, tapi udah mau Maghrib 20 menit lagi, yaudah deh gak apa-apa penjamkan mata bentar. Hoammmm udah gak tahan mataku." Sezha merasakan kantuk yang tak tertahankan dan perlahan kedua mata Sezha pun terpejam.
Ia mengabaikan jika waktu sudah akan memasuki Maghrib, dilarang untuk seseorang tertidur. Disarankan agar seseorang itu terjaga karena para makhluk ghaib berinteraksi dan bertebaran di waktu Maghrib.
Sezha sungguh sangat mengantuk dan lelah, ia tidur dengan nyenyaknya. Disaat ia sudah terlelap, sosok hantu anak perempuan pun datang kedalam kamarnya, kedatangannya kali ini tidak sendiri melainkan bersama sosok hantu bayi Sezha yang sudah di lahap oleh Mak Iyem.
Sosok anak perempuan ini ingin memasuki alam mimpi Sezha tentunya dengan sosok hantu bayi ini.
Begitu adzan Maghrib berkumandang, sosok hantu anak perempuan dan sosok hantu bayi langsung masuk ke alam mimpi Sezha.
Sontak karena kedatangan mereka yang tidak diundang membuat Sezha yang sedang tertidur mendapatkan mimpi buruk.
Begini cerita di alam mimpi Sezha.
__ADS_1
Mendadak Sezha berada di suatu tempat yang gelap. Samar-samar ia melihat ada sesosok anak perempuan dengan memakai baju putih berdiri dihadapannya sembari tangan sebelahnya menggendong sesuatu.
Sezha tidak nampak begitu jelas dengan apa yang ia lihat lalu Sezha memberanikan bertanya.
"Kau siapa?" Tanya Sezha penasaran.
Sosok anak perempuan ini bukannya menjawab pertanyaan Sezha, ia malah berbalik dan melayang perlahan seperti ingin menunjukkan sesuatu kepada Sezha.
Sezha mengeraskan suaranya untuk memanggil sosok anak perempuan ini yang pergi meninggalkannya begitu saja tanpa menjawab. Sezha yang dalam rasa penasaran, ia pun mengikuti sosok anak perempuan ini.
Sosok anak perempuan ini melambaikan tangannya agar Sezha lebih dekat kepadanya.
Pandangan mata Sezha silau karena biasan cahaya.
" Untuk apa kau membawaku ke sini ?" Sezha bertanya sembari melindungi matanya dari biasan cahaya yang muncul tiba-tiba di dalam kegelapan.
Sosok anak perempuan ini sama sekali tidak mengeluarkan perkataan sepatah kata pun. Ia hanya menggerakkan sebelah tangannya untuk memberi isyarat kepada Sezha.
__ADS_1
Kali ini ia mengarahkan tangannya kearah cahaya itu. Sezha mengikuti arah tangannya dan memandangi biasan cahaya itu.
Ternyata dari biasan cahaya ini seketika terlihat Mak Iyem dengan kedua orang anak perempuan yang sedang terikat. Belum lagi jelas Sezha melihat, sekejab biasan cahaya tadi menghilang dan sekarang seluruh pandangan Sezha menjadi gelap.
Di dalam kegelapan dan panik, Sezha berteriak memanggil sosok anak perempuan tadi.
"Apa maksudmu menunjukkan ku yang aku pun tidak tau ? aku mengenal wanita itu tapi aku sama sekali tidak mengenali kedua anak perempuan itu. Kau jangan bersembunyi, keluarlah !"
Pandangan Sezha yang tadinya gelap, seketika nampak remang-remang dikarenakan kemunculan kunang-kunang yang entah datang darimana.
Di balik cahaya yang berasal dari kunang-kunang. Ia melihat sosok anak perempuan tadi menengadahkan kedua tangannya ke hadapan Sezha dan ditelapak tangannya itu seperti ada sesuatu.
Sezha mendekati sosok anak perempuan ini, betapa terkejutnya ia dengan apa yang ada ditangan sosok anak perempuan itu. Sesosok bayi yang selalu menghantuinya ada dihadapannya saat ini.
Sontak Sezha berteriak histeris sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ahhhhhhhhhhh......!!"
__ADS_1