MAMA

MAMA
Bab 51


__ADS_3

Lala menelan salivanya begitu mendengar penjelasan panjang dari Arin.


"Rin, fix itu tempat danger banget. Kita harus menyusul mereka kesana, aku takut kalo sampai terjadi apa-apa." Lala khawatir.


"Iya, aku tau La tapi masalahnya kita bisa bahayain keselamatan kita sendiri, masa kamu lupa sih anak sama suaminya aja dihabisin apalagi kita yang bukan siapa-siapa hadeh gak kebayang tau gak."


"Ck iya juga ya, tapi masa kita diem aja disini sementara temen sekelas kita lagi butuh bantuan. Biar gimana juga kita harus menolong mereka, Rin." Sambung Lala.


"Sumpah La, otak ku serasa buntu ini. Bukan aku gak mau bantu, hm asal kamu tau ya sewaktu aku mau jelasin ke mereka berdua tentang Persinggahan itu pasti aku kayak diteror gitu, ihhh serem aku." Arin begidik takut.


"Hah ? maksudnya diteror gimana Rin ? kok kamu belum ada cerita ke aku."


"Iya La, kemarin yang kita duduk di warung bareng Sezha dan Nova kan aku kaget liat rumah yang serupa dengan Persinggahan itu nah ternyata memang yang di ponsel Sezha adalah benar persinggahan itu. Terus gitu aku mau jelasin, tiba-tiba di samping Sezha muncul sesosok anak perempuan rupanya itu serem banget makanya aku ngajak kamu pulang buru-buru."


"Owh jadi itu alasannya, atau jangan-jangan sosok anak perempuan itu salah satu anaknya Mak Iyem' lagi, ya kan bisa aja donk."


"Bisa jadi La, soalnya memang kira-kira usianya 9 tahunan gitu lah. Hm tapi kenapa ya, kayaknya aku gak diizinkan untuk memberitahukan kepada Sezha dan Nova ?" Arin berfikir.


"Kalo menurut aku sih, mungkin aja sosok si anak perempuan itu mau meminta tolong, nah Sezha dan Nova udah jadi tujuannya." Lala menduga.


"Iya iya, kamu bener." Arin mengangguk.


Ditengah obrolan mereka ponsel Arin berdering.

__ADS_1


Arin mengambilnya dari saku celana. Tertera di layar " Ibu ".


"Waduh ibu ku nelpon ni, bentar La aku angkat dulu."


"Ok."


Percakapan ibu Arin dan Arin.


Ibu : " Kamu kemana hah? di suruh beli sayur, sampai sekarang belum pulang.


Arin : " Ya Bu, bentar lagi pulang kok."


Ibu : " Bentar-bentar, alasan kamu. Sekarang ibu tanya sayurannya sudah kamu beli belum ?"


Ibu : " Sekarang pokoknya kamu pulang. Bawa motor bukannya makin cepat pulang malah kelayapan. Ni gegara kamu, ayah sampe gak makan sayur."


Arin : " Ya Bu, ini mau pulang. Udah ya Bu telponnya Arin matiin."


Ibu : " Etdah ni anak, orang tua masih ngomong main matiin aja, kamu mau memangnya gak ibu kasih uang kuota lagi."


Arin : " Ya ampun Bu, tadi ibu suruh Arin pulangkan nah Arin naik motor kalo telponnya gak dimatiin gimana Arin bisa ngendarai Bu."


Ibu : " Hilih pake ngeles aja, udah buruan pulang."

__ADS_1


Arin : " Hm, wassalamu'alaikum Bu."


Ibu : " Waalaikum salam.


Panggilan telpon berakhir.


Lala menghampiri Arin.


"Kenapa Rin, ibu kamu nge-reff ya ? pasti iya udah keliatan dari muka kamu pfttt." Lala menahan tawanya.


"Ledekin aja terus." Arin cemberut.


"Yaudah buruan pulang gih daripada ibu kamu nelpon lagi bisa berabe kan."


"Yaudah deh, aku pulang ya. Ntar kita bahas lagi, kali aja aku dapet cara buat nolongin Sezha dan Nova."


Arin pamit


"Siiiippp, hati-hati dijalan."


"Ya, bye."


"Bye." Balas Lala.

__ADS_1


__ADS_2