
Mereka berdua berbarengan memutar handle pintu begitu pintu dibuka, mereka melihat ada 4 orang sedang berbincang-bincang tepat didepan kamar mereka.
Salah satu dari ke empat orang ini menyapa Sezha dan Nova.
"Hai, malam. Tamu baru ya ?" Tanya seseorang.
"Hai juga, iya kami berdua tamu baru." jawab Sezha.
Nova tidak membalas sapaan orang asing ini. Nova menyikut lengan Sezha.
Sezha tidak memperdulikan Nova yang seperti tidak nyaman dengan ke empat orang yang ada dihadapan mereka.
Nova menunjukkan sikap acuh sedangkan Sezha bersikap ramah.
Seseorang yang menyapa tadi adalah seorang laki-laki muda, parasnya lumayan, tubuhnya tinggi, kulitnya juga bersih.
Sekilas Sezha terpana dengan seseorang ini yang baru pertama kali ditemuinya di persinggahan ini.
Laki-laki ini berjalan mendekati Sezha dan Nova yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
"Boleh kenalan ?" Laki-laki ini menyodorkan tangan kanannya guna ingin berkenalan.
"Boleh, saya Sezha dan ini teman saya Nova." Sezha meyambut ramah jabatan tangan laki-laki ini.
__ADS_1
"Nama yang bagus, oh ya kenalin saya Galang. Salam kenal dari saya, moga kita bisa saling mengenal soalnya kamar saya berada tepat didepan kamar kalian."
"Iya Galang." Ucap Sezha.
"Karena kalian masih baru disini, bagaimana kalo kalian, saya ajak berkeliling ? Disini jika sudah memasuki malam hari pemandangannya lebih indah dibandingkan siang hari." Galang mengajak.
"Boleh, aku juga bosen dikamar aja." Sezha tersenyum.
Nova menahan langkah Sezha dengan menarik lengannya kemudian berbisik.
"Zha, kita baru kenal lho. Mending kita balik ke kamar aja yuk." Nova masih enggan berbaur dengan tamu yang lain.
"Ck Nova, please deh jangan mulai." Sezha berdecak kesal.
"Kalian sedang berbicara apa ? saya lihat kalian seperti membicarakan sesuatu." Galang ingin tau.
"Tidak ada kok, biasa temen saya ini maunya di di kamar aja, suka mager kalo diajak jalan."
"Owh, kalo emang temen kamu gak mau ikut ya gak apa-apa, kita aja itu juga kalo kamu."
"Aku mau kok Lang (jawab cepat Sezha), aku juga ingin lihat pemandangan saat malam hari."
"Kamu gak akan nyesel, banyak kunang-kunang berterbangan menerangi area sekitar persinggahan ini, aku yakin pasti kamu bakalan takjub, saya berani jamin."
__ADS_1
"Oh ya ,hm jadi makin gak sabar ni. Hayuk deh kalo gitu."
Nova protes karena Sezha bukannya mementingkan dirinya sebagai teman, malah lebih mementingkan orang yang baru dikenal.
"Zha, kamu tega ninggalin aku sendiri di kamar. Dih gak setia kawan banget sih kamu. Tadi kata ngantuk, tiba ketemu cowok aja, langsung on mata."
"Apaan sih kamu, kan kamu sendiri yang gak mau ikut. Terus salah ku dimana Nov Nov. Sekarang aku tanya sekali lagi, kamu mau ikut aku sama Galang atau kamu tetep di kamar ? tinggal pilih deh." Sezha memberi pilihan kepada Nova.
Nova berfikir sejenak, sebenarnya dia tidak ingin ikut tapi ia tidak mungkin membiarkan Sezha pergi sendiri. Nova berkutat dengan pikirannya sendiri.
Nova bingung harus memilih ikut atau tidak. Maklum saja Nova, ciri orang yang tidak terlalu percaya dengan orang yang baru dikenal apalagi orang yang berjenis kelamin laki-laki, dia pasti akan lebih waspada.
Usai berkutat dengan pikirannya ia pun memilih untuk ikut, Nova begini semata demi ikatan persahabatannya dengan Sezha, ia pun bersedia untuk ikut dengan mereka berdua.
"Ok, aku ikut."
"Mau ikut aja kebanyakan mikir kamu. Lagian kita juga gak jauh-jauh cuma keliling sekitar sini aja, ya kan Galang."
"Yupz, yaudah yuk jalan sekarang." Timpal Galang.
"Yuk, oh ya aku kunci kamar dulu."
Sezha mengunci kamar sebelum pergi.
__ADS_1