MAMA

MAMA
Bab 283


__ADS_3

Setelah Sezha di lilit oleh ekor Ratu Ajeng, dengan tanpa belas kasihan Ratu Ajeng melemparkan Sezha ke tanah.


Brukkk... Kursi yang diikatkan dengan Sezha patah dan diikuti oleh Sezha yan tak sadarkan diri karena kepalanya terbentuk cukup keras.


"Hahahaha...kau lihat itu kan, betapa aku bisa melakukan apa saja pada siapapun yang aku mau hahaha, kau bahkan tidak bisa menghentikanku manusia hahahaaa."


Nova terbelalak ketika Sezha dilemparkan begitu saja oleh Ratu Ajeng.


"Sezha.." Nova tercengang tapi ia tidak bisa menghampiri Sezha sebab letak Sezha masih sangat dekat dengan Ratu Ajeng.


Ustadz Dedek tidak bisa tinggal diam, ia harus mengalahkan Ratu Ajeng malam ini juga agar tidak ada lagi manusia yang tersesat lalu menjadi korban.


Ustadz Dedek duduk bersila, sembari memegang tasbih ditangan kanannya. Ia membaca lafadz dzikir, perlahan dan terus menerus tanpa henti.


Nova yang berada disampingnya juga tak lupa spontan membaca ayat kursi, di dalam perasaan takut dan cemas.


Ratu Ajeng yang awalnya sombong, merasa dirinya paling kuat. Mulai terasa sekujur tubuhnya seperti terbakar, ia tak sanggup.


"Apa yang kalian lakukan, hentikan ! hentikan ! Tukijan habi*i mereka, cepat !" Ratu Ajeng tidak bisa menjangkau ustadz Dedek dan Nova, ia memerintahkan Tukijan untuk maju.


Melihat Sezha dilempar dengan ke*i oleh Ratu Ajeng di depan matanya, ia masih berdiri termenung.


Ya ia membayangkan, pasti suatu saat cepat atau lambat, pasti dirinya yang akan menjadi korban kek*jaman Ratu Ajeng.


Bukannya membantu Ratu Ajeng, Tukijan malah lari tunggang langgang. Ia sama sekali tidak mau mengabdikan dirinya kepada Ratu Ajeng.


Ratu Ajeng yang melihat Tukijan melarikan diri, ia nampak sangat marah.


"Dasar manusia jahan*m ! achhhh...panas...panas ...(Ratu Ajeng akan menangkap Tukijan dengan ekornya tapi ia seperti tidak mampu bergerak, ia semakin merasakan panas')."

__ADS_1


Setelah cukup lama Ratu Ajeng akhirnya terkulai jatuh di tanah sambil menggelepar, ia berusaha masuk ke dalam air sungai namun ia juga tak sanggup, kekuatannya terasa lemah.


Sementara bayi Sezha tak jauh berbeda dengan Ratu Ajeng, karena bayi Sezha bukanlah manusia, ia juga merasa panas berada di area ini. Ia menangis sekencangnya, memekakkan kedua telinga.


"Oekkkk.....oekkkkk......!!!!!!"


Usai menangis tak lama kemudian, bayi Sezha lenyap menjadi abu.


Ratu Ajeng yang menyaksikan bayi telah menjadi abu, merasa panik sebab ia tidak mau jikalau dirinya berakhir seperti itu.


"Hentikan ku mohon hentikan (Ratu Ajeng melunak dan memohon ), aku janji tidak akan berada di dunia ini lagi jika kalian berhenti membuatku seperti terbakar."


Ustadz Dedek dan Nova tidak mau terkecoh, mereka berdua fokus dengan melafazkan zikir dan ayat kursi berulang kali sampai Ratu Ajeng musnah.


Ratu Ajeng semakin melemah, ia pun berakhir seperti bayi Sezha. Perlahan terbakar kemudian menjadi abu.


Ustadz Dedek tidak lagi merasakan aura jahat dari Ratu Ajeng, ustadz Dedek pun membuka kedua matanya sembari mengucapkan hamdalah.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau telah membantu kami mengalahkan makhluk ini."


Nova merasa lega dan tenang, ia juga mengucapkan hamdalah sebagai rasa sykur.


"Alhamdulillah, makhluk iblis itu telah hancur menjadi debu pak ustadz."


"Iya semua ini berkat bantuan Allah SWT. Sekarang tolong bantu teman kamu, coba kamu periksa." Ustadz Dedek menyuruh Nova untuk memeriksa Sezha.


"Baik pak ustadz."


Nova bergegas berlari kearah Sezha, ia mengecek hembusan nafas dari lubang hidung Sezha.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Sezha masih bernafas. Aku harus bawa dia segera kerumah sakit. Tenang Zha, kamu pasti selamat, semuanya telah berakhir. Aku yakin kamu pasti bisa hidup lebih baik setelah ini hiks." Nova sedih.


Ustadz Dedek menghampiri.


"Kita pulang sekarang, bawa teman kamu kerumah sakit."


"Iya pak ustadz."


Ustadz Dedek dan Nova meninggalkan tempat ini dengan Nova memapah Sezha.


Sedangkan Tukijan karena lari tergesa-gesa dan juga pandangannya tidak terlalu jelas disebabkan memang disini sangatlah gelap, ia tersandung dan keningnya terhantam oleh batu, kemudian ia akhirnya pun tew*s.


Singkat cerita 2 hari setelahnya, Sezha telah dirawat dirumah sakit ia masih dalam keadaan koma, luka di kepalanya cukup parah.


Semuanya kembali seperti semula, Deon tidak lagi mengingat Sezha, dia juga tidak jadi bercerai dengan istrinya, Deon menjadi keluarga yang bahagia terlepas ia juga bersalah tapi istrinya Nina besar hati memaafkan kesalahan Deon.


Adik Sezha yaitu Ega juga telah kembali pulih, ia tidak lagi mengalami sakit seperti orang depresi.


Saat ini ayah, ibu dan Ega berada dirumah sakit sedang menjaga Sezha yang sudah 2 hari besar belum sadarkan diri.


Begitu pun Nova, Arin dan Lala setiap sepulang sekolah menyempatkan diri untuk menjenguk Sezha.


TAMAT.


TERIMAKASIH TELAH SETIA DENGAN "MAMA".


BACA KARYA AKU YANG LAINNYA YA 😊.


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATU.

__ADS_1


__ADS_2