MAMA

MAMA
Bab 175


__ADS_3

Keesokan paginya Sezha bangun dengan tubuh terasa sangat pegal sekali, apalagi bagian pu*ing Sezha terasa perih karena hampir dua jam sekali bayi Sezha terus saja menangis dan ingin selalu menyusu.


Perut Sezha juga terasa keroncongan, energinya seketika lemah. Sezha melirik ke bayinya yang masih tertidur.


"Syukur deh, rupa bayi aku kembali gak kayak tadi malam. Hm aku harus terus menyusui bayi aku, moga aja aku tahan. Sumpah baru semalam bayi aku nyusu tapi kedua pu*ing aku serasa mau lepas."


Seperti yang dikatakan oleh Ratu Ajeng jika sudah memasuki pukul 11 malam maka rupa bayi Sezha akan kembali seperti awal ia dilahirkan, namun usai memasuki waktu pagi maka bayi Sezha akan berubah layaknya bayi manusia.


Sezha beranjak dari ranjangnya, menuju ke kamar mandi. Saat mandi ia merasa perih dibagian pu*ingnya, sebab kedua pu*ing Sezha luka akibat bayinya menghi*ap terlalu kuat. Kedua pu*ing Sezha juga sedikit mengeluarkan darah.


"Shhhhh...perih..." Sezha mandi sambi meringis.


Selesai mandi, Sezha berpakaian lalu berias seadanya.


"Ibu udah masak belum ya ? perutku laper. Mending aku sarapan dulu deh mumpung bayi aku masih tidur."


Sezha melangkah keluar kamar kemudian menuju ke dapur, dilihatnya ibu, ayah dan adiknya sudah bersiap akan sarapan.


"Kok gak banguni Sezha sih, udah pada mau sarapan aja." Wajah Sezha cemberut.

__ADS_1


"Ibu kasihan sama kamu, soalnya kan tadi malam kamu begadang. Makanya ibu setelah sarapan mau nganterin ke kamar kamu."


"Iya Bu, bayi Sezha rewel banget. Tiap 2 jam sekali pasti nangis minta nyusu. Sebenarnya mata Sezha masih ngantuk banget ni tapi perut Sezha laper."


"Yaudah kamu duduk sini, kita sarapan." Ucap ayah.


Sezha mengambil posisi duduk dan mengambil nasi sebanyak 3 centong nasi, lalu ikan 3 potong, sayur sampai menutupi nasi. Sezha makan seperti tidak pernah makan beberapa hari.


Ega memperhatikan kakaknya merasa terkejut dan menelan salivanya sembari menggelengkan kepala.


"Kak, gak salah tuh porsi sarapan segitu banyaknya, gimana porsi makan siang sama makan malam ?" Ega melongo.


Sezha makan dengan lahapnya. Hanya waktu singkat makanan yang ada dipiring Sezha bersih tanpa tertinggal sebutir nasi pun.


Egghhhhhhh Sezha bersendawa keras.


"Ish kakak, gak sopan. Sendawa bukannya tutup mulut. Astaga." Ega protes


"Bawel kamu ah, namanya juga orang kenyang. Yaudah deh mau balik ke kamar lagi. Dah ayah, ibu." Sezha dengan santainya melenggang setelah kenyang.

__ADS_1


"Iya." Kata ayah.


Ega lagi-lagi heran dengan kakaknya, padahal baru melahirkan sehari tapi kondisi nya sudah sangat normal.


"Kak tunggu !" Panggil Ega.


Langkah Sezha tertahan dan berbalik


"Ada apa ?" Tanya Sezha.


"Aku heran, kakak kan baru melahirkan tapi kenapa kakak cepat banget pulihnya. Soalnya kan ibunya temen aku baru juga melahirkan nah waktu aku main kesana kalo ibunya baru melahirkan seminggu tapi jalan aja masih kesulitan, tapi kakak aku liat santai aja."


"Astaga beda donk, ibu temen kamu kan udah tua sedangkan kakak masih muda. Ya kakak cepat lah pulihnya. Pertanyaan kamu tuh gak mutu tau gak, cowok kok kepo kayak cewek, hadeh." Sezha memutar bola matanya jengah dengan pertanyaan adiknya.


"Yaelah kak, cuma nanya doank. Eh iya kak, kakak lupa sama janji kakak ya ?" Ega mengingatkan perihal Sezha berjanji akan membelikan ponsel baru untuknya.


"Oh iya ,ya ampun kakak lupa. Yaudah deh ntar ya kakak kasih uangnya aja, nah nanti kamu beli sendiri ponselnya. Yaudah ah, kakak mau ke kamar."


"Ok kak."

__ADS_1


__ADS_2