MAMA

MAMA
Bab 249


__ADS_3

Pagi harinya Sezha bangun dengan mata panda, karena ia tidak bisa tidur hingga pukul 2 dini hari. Ia gelisah memikirkan Nina istri Deon karena jika Nina sembuh maka dapat berbalik padanya.


"Ya ampun mataku masih ngantuk banget hoammmm, ck gimana ini hm apa aku telpon aja ya mas Deon ? tanya kapan istrinya akan dibawa ke pondok itu, jadi biar aku gak was-was gini. Ini jam berapa (Sezha melihat jam dinding), masih 6:30 masih ada waktu buat siap-siap ke sekolah, sekarang yang terpenting telpon mas Deon."


Sezha menekan nomor ponsel Deon, ia belum tenang jika belum mendapatkan kabar tentang si Nina.


Hanya sekali berdering Deon langsung menjawab telpon dari Sezha, karena saat ini Deon sedang sarapan sebelum ia berangkat bekerja.


Deon : " Ya hallo."


Sezha : " Hallo mas, pagi." Suara Sezha terdengar lesu.


Deon : " Pagi, kenapa suaranya lemes gitu ? kamu sakit ?" Tanya Deon perhatian.


Sezha : " Dikit sih mas, biasalah si adek rewel, jadinya begadang tadi malam (Sezha beralasan), hoammmm ni aja masih ngantuk, males banget mau pergi sekolah."


Deon : " Kamu yang sabar ya, sebentar lagi (Deon merasa bersalah). Mau mas anter perginya ?"


Sezha : " Gak usah mas, naik ojol aja."


Deon : " Oh yaudah tapi kalo kamu mau mas anter cepetan kasih kabar ya jadi mas biar kerumah kamu, ok."

__ADS_1


Sezha : " Iya mas, hm aku mau nanya soal istri mas. Emangnya kapan mau dibawa ke pengobatan alternatif nya ?" Tanya Sezha selidik.


Deon : " Tunggu mas libur palingan 3 hari lagi, kenapa kamu mau ikut ?"


Sezha : " Ach gak kok mas, cuma tanya aja. Yaudah deh aku mau siap-siap berangkat sekolah dulu. Mas juga met kerja. Bye mas..Miss you.." Sezha senang begitu mendengar kalo Nina melakukan ruqyah 3 hari lagi, membuat Sezha bernafas lega.


Deon : " Wih semangat, iya deh kamu juga ya semangat sekolahnya, bye Miss you too..."


Sezha : " Ok."


Panggilan berakhir.


"Yessss... istrinya mas Deon masih lama lagi, aku masih ada waktu, ahh akhirnya aku bisa tenang gak perlu was-was lagi deh. Nasib baik selalu berpihak padaku, terus dan teruslah seperti ini."


Ibunya yang berada di dapur heran karena sudah pukul 7 Sezha belum juga keluar dari kamarnya.


"Sezha kok belum keluar ya, apa tuh anak masih molor ? Ga, coba kamu panggil kakak kamu, hari ini sekolah atau gak dia udah jam 7 itu lho." Ibu menyuruh Ega yang sedang sarapan untuk memanggil Sezha yang masih didalam kamar.


"Iya Bu."


Ega beranjak dari duduknya berjalan menuju ke kamar Sezha, saat memutar handle pintu, pintu masih terkunci.

__ADS_1


"Masih dikunci, panggil aja. Kak ! dipanggil ibu tu ! kakak sekolah atau gak ?!" Panggil Ega dari luar kamar.


"Ya bentar ! kakak mau mandi dulu !" Sahut Sezha dari dalam kamar.


"Yaudah kak !"


Ega kembali kedapur.


"Bu, kak Sezha udah bangun lagi mau mandi." Ucap Ega sambil duduk di kursi makan.


"Kesiangan berarti kakak kamu, tapi perasaan tadi malam si adek gak rewel, kenapa bisa bangun kesiangan ?"


"Mungkin kak Sezha chat-an sama temennya sampe larut malam, Bu." Terka Ega.


"Mungkin, yaudah kamu abisin sarapannya. Mau dianter ayah atau pergi sama temen ?"


"Nebeng sama temen aja Bu."


"Hati-hati bilangin sama temennya jangan ngebut-ngebut, bahaya."


"Beres Bu."

__ADS_1


__ADS_2