
Nova diam sejenak, ia memandang Sezha lekat. Nova masih menimbang keinginan Sezha untuk bermalam disini sehari lagi .
"Yakin, besok hem?" Nova meragukan.
"Iya, yakin dan aku pun janji besok kita pulang." Jawab Sezha yakin.
"Huuu (Nova menghembus nafas pelan) baiklah aku gak akan pulang tapi besok kita pulang no debat." Nova mengurungkan niatnya untuk pulang.
"Makasih Nov Nov zeyeng, love love deh." Sezha memeluk Nova saking senangnya.
"Iya iya ah, yaudah lepasin donk." Nova risih.
"Hehehe maaf maaf." Sezha cengengesan.
"Yaudah kalo gitu temenin aku ke kantin, aku laper ni belum sarapan." Ajak Nova.
"Kuy lah." Sahut Sezha.
Nova mengembalikan tas ranselnya kedalam lemari baju mereka.
Kemudian mereka berduapun keluar bersamaan menuju kantin.
Seperti biasa Nova memesan nasi goreng spesial.
Nasi goreng ini tidak butuh waktu lama Nova sudah sekejab melahapnya sampai habis karena memang perut Nova terasa sangat lapar. Usai makan Nova membayar kepada ibu kantin.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan ibu kantin mereka meninggalkan kantin.
Nova belum ingin kembali ke persinggahan. Nova mengajak Sezha untuk berkeliling di area Persinggahan ini.
"Zha, jalan-jalan yuk. Aku pengen duduk santai di tengah sawah gitu. Bosen dikamar mulu."
"Iya, yaudah hayuk. Nah nanti kita foto-foto backgroundnya sawah, pasti ciamik hasil fotonya."
"Ok, kita ganti-gantian ambil fotonya. Abis itu baru kita selfi foto barengan."
"Siiippp." Sahut Sezha.
Sezha dan Nova berjalan terus melewati Persinggahan.
Hanifah bergegas memberi tahukan kepada Mak Iyem.
Hanifah masuk kedalam ruangan khusus dimana Mak Iyem' berada.
Tanpa mengetuk pintu Hanifah menerobos masuk begitu saja.
Mak Iyem yang lagi duduk sambil menikmati hidangan bunga melati nampak meradang dikala Hanifah tanpa permisi masuk begitu saja .
"Pfuiihhhh bocah edan kuwe !" Mak Iyem meludah sembarang.
"Maafkan saya Mak, karena sudah lancang tapi saya begini ingin menyampaikan perihal dua orang gadis itu." Hanifah duduk bersimpuh.
__ADS_1
"Kenapa dengan mereka hah ?!" Tanya Mak Iyem' pitam.
"Mereka berjalan ingin keluar dari area tempat ini Mak."
"S*tan alas ! aku gak mau jika penduduk desa menemukan mereka. Rencanaku bisa gagal." Mak Iyem nafas menderu.
Mak Iyem begitu sangat marah sementara
Hanifah masih dengan posisi bersimpuh, ia belum berani untuk merubah duduknya. Hanifah tidak mau jika sampai menjadi pelampiasan amarah Mak Iyem'.
Sosok berjubah ini seakan tau jika Mak Iyem' sedang marah, dan dia dengan sekejap hadir ditengah mereka.
Begitu melihat sosok berjubah ini, Mak Iyem' langsung memberikan perintah untuk membawa kembali Sezha dan Nova.
"Bawa mereka kembali kesini, jangan sampai mereka berhasil melewati batas ku. Aku tidak mau berurusan dengan warga kampung." Titah Mak Iyem'.
"Njih Mak." Sosok berjubah ini pun menghilang.
Usai sosok berjubah menghilang dari ruangan ini, Mak Iyem' beralih kepada Hanifah.
"Siapkan keperluan ritual untuk malam ini. Aku sudah tidak mau menunggu lama lagi. Aku harus secepatnya mendapatkan makananku." Perintah Mak Iyem'.
"Njih Mak." Hanifah sambil bersimpuh beranjak perlahan meninggalkan ruangan ini.
Para pengikut setia Mak Iyem' sudah paham apa yang diperintahkan oleh mereka, walaupun Mak Iyem' memerintah cukup bicara 1kali saja.
__ADS_1