MAMA

MAMA
Bab 196


__ADS_3

Singkat cerita waktu masuk sekolah pun tiba, Sezha telah bersiap untuk berangkat kesekolah. Tak lupa ia memberitahu bayinya, Sezha belum memberi nama pada si bayi. Sezha hanya menyebut dengan panggilan adek.


"Dek, mama berangkat kesekolah dulu ya. Kamu baik-baik sama nenek dirumah. Mama gak akan lama kok."


Bayi Sezha mengangguk tanda mengerti.


"Pinter anak mama, oh ya kalo kamu haus mama udah siapin susu formula nah nanti kamu minumnya pake dot ya, gak apa-apa kan ?"


Bayi Sezha menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau.


"Lho jadi gimana kalo kamu haus, mama pulang tengah hari nanti. Apa kamu mau nunggu mama pulang, iya ?"


Bayi Sezha memberi anggukan.


"Yaudah kalo gitu, mama berangkat ya. Jadi anak baik dirumah ya, jangan buat nenek pusing. Dah adek."


Sezha berjalan keluar dari kamar, begitu Sezha menutup pintu si bayi merubah dirinya ke wujud asli. Ia merangkak bebas, ke bawah merambat keatas, dengan penuh rasa senang.

__ADS_1


Hingga ada yang datang dan membuka pintu kamar, dengan cepat bayi Sezha merubah diri ke rupa bayi normal.


Ibu Sezha masuk kedalam kamar Sezha, dan menggendong bayi Sezha.


"Duh..duh..kacian cucu nenek. Mama sekolah jadi adek sama nenek dirumah."


Ibu Sezha membawa bayi keluar kamar dan menggendongnya sambil menonton tv.


"Mama, om Ega sama kakek udah pada berangkat nah sekarang tinggal adek sama nenek dirumah. Nenek mau cucu pakaian tapi adek belum bobo, ni nenek gendong adek bobo ya soalnya kerjaan rumah belum nenek masih numpuk." Ibu Sezha menimang bayi Sezha dengan penuh kasih sayang.


Setelah beberapa menit menimang, bayi Sezha pun tertidur pulas.


Usai memastikan bayi telah tidur pulas, ibu Sezha berjalan menuju dapur.


Bayi Sezha menyipitkan kedua matanya untuk melihat neneknya sudah berada di dapur.


Dipastikan neneknya telah berada di dapur, ia pun berubah kembal ke wujud seram dan bermain-main menaiki sofa, merangkak di lantai.

__ADS_1


Hingga ia mengintip dari balik jendela, ia seperti ingin keluar dan bermain-main diluar rumah.


Baru aja si bayi bermain belum lama, ia mendengar langkah neneknya berjalan kearah ruang tv.


Dengan sekejab ia merubah dirinya lagi tapi ia tidak di tempat awal dibaringkan oleh neneknya melainkan ia berbaring tepat dibawah jendela.


Ibu Sezha sontak kebingungan mendapati jikalau cucunya tidak ada di sofa.


"Lho si adek kemana ? perasaan tadi aku tiduri di sofa ini, kok gak ada, astaga kemana perginya si adek."


Ibu Sezha mencari dimana cucunya, di tengah kebingungan terdengar suara tangisan bayi.


"Oekkkkk.....oekkk....."


Ibu Sezha bergegas menghampiri, dan ibu Sezha terkejut karena mendapati bayi berada dibawah jendela.


"Ya ampun, adek kok bisa sampe kesini." Ibu Sezha langsung menggendong.

__ADS_1


"Baru aja nenek tinggal sebentar, udah bisa aja pindah dari sofa kesini, macem udah bisa jalan aja si adek. Nenek jadi heran, masa iya kamu merosot terus gelinding sampe kesini ?"


Ibu Sezha sedikit heran karena awalnya ia membaringkan disofa eh tiba-tiba ada dibawh jendela. Tapi ibu Sezha belum menaruh rasa curiga.


__ADS_2