MAMA

MAMA
Bab 54


__ADS_3

Balik ke cerita Sezha.


Mak Iyem menyuruh Sezha untuk duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan cermin.


"Kamu duduk disini dulu, saya akan memilihkan baju yang cocok buat kamu."


"Woah saya sudah tidak sabar ingin segera mencobanya." Sezha begitu senang.


Mak Iyem mengambil sepasang pakaian adat Jawa berwarna hitam, dan juga sanggul beserta bunga melati yang sudah dirangkai.


"Ini pakaian pengantin adat Jawa, dan juga ada sanggul serta bunga melatinya. Kamu memakai ini pasti terlihat semakin cantik."


"Pakaian pengantin." Sezha termenung.


Sekejap Sezha terbayang wajah Deon sewaktu dulu mereka masih sering jalan bersama.


Wajah Sezha berubah murung, karena ia sempat berfikir jikalau Deon akan mau bertanggung jawab, namun itu hanya keinginan semunya saja.


Tanpa sadar Sezha mengelus perutnya di depan Mak Iyem' sambil membayangkan wajah Deon.

__ADS_1


Mak Iyem tersenyum miring.


"Ekhem, kamu baik-baik saja cah ayu." Tegur Mak Iyem.


"Ah iya Bu, maaf saya jadi melamun." Sezha tersentak.


"Tidak apa-apa, sepertinya kamu sedang menyimpan suatu beban ?"


"Gak kok Bu, saya hanya suka aja liat pakaian ini." Jawab Sezha.


"Tidak baik kalo ada masalah di simpen sendiri, sebaiknya di ceritakan kepada orang lain, biar plong."


"Yo wes kalo kamunya ndak mau, saya ndak akan maksa. Tapi kalo kamu mau cerita, saya siap dengerin cerita kamu. Anggap saya ini sebagai ibu kamu." Mak Iyem mengelus lembut rambut Sezha.


"Sebenarnya ada beban yang aku tanggung Bu, mungkin lebih tepatnya aib. Saya gak tau gimana dengan masa depan saya dan juga sekolah saya." Sezha akhirnya mau bercerita.


"Jangan sedih, cerita saja agar kamu bisa merasa lega dan tidak di hantui dengan beban maupun rasa bersalah, jangan sungkan disini kita hanya berdua tidak ada orang lain." Bujuk Mak Iyem'.


Sezha memandang wajah Mak Iyem dengan wajah sendu. Sentuhan lembut Mak Iyem' berhasil membuatnya terenyuh. Hatinya merasa tentram, karena sentuhan lembut ini tidak ia dapatkan dari sang ibu dirumah, semenjak ibunya tau jika Sezha hamil, sikap ibunya berubah drastis terhadap Sezha sama sekali tidak ada kepedulian dari sang ibu lagi.

__ADS_1


Mak Iyem membalas tatapan Sezha dengan tatapan yang serupa.


Sezha merasa tenang di dekat Mak Iyem'.


"Ibu mau tau sesuatu yang saya sembunyikan dari teman-teman saya ?"


"Silahkan cerita saja."


"Begini Bu, sejujurnya saya telah mengandung dan usia kandungan saya sudah memasuki 2 bulan." Sezha tertunduk lesu.


Sekali lagi Mak Iyem' tersenyum miring.


"Itu berita bagus cah ayu, impian setiap wanita pasti ingin hamil. Jadi buat opo kamu sedih harusnya kamu gembira toh."


"Iya saya tau Bu, tapi masalahnya saya masih sekolah dan saya masih harus menamatkan sekolah saya. Mana mungkin saya dapat melanjutkan sekolah dengan adanya janin di rahim saya, Bu. Hiks." Sezha menitikan bulir air mata.


"Stsstt cah ayu gak boleh nangis yo, nanti cantiknya ilang." Mak Iyem mengusap air mata Sezha.


"Tapi Bu, saya harus apa Bu hiks saya gak tau harus bagaimana. Lelaki yang saya pacari tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan saya. Padahal dia yang meminta saya untuk melakukan perbuatan kotor itu, tapi tapi apa setelah saya memberikannya dia malah tidak memperdulikan saya sedikitpun. Dia laki-laki ba*ingan Bu, ba*ingan !" Sezha meluapkan rasa bencinya terhadap Deon.

__ADS_1


__ADS_2