
Sepulang dari pasar, saat akan memasuki rumah, Sezha dihampiri oleh tetangga.
"Sezha !" Panggil si tetangga.
Sezha menoleh dan menahan membuka pintu.
Hadeh ada apaan lagi.
"Zha, ibu denger katanya adik kamu sakit ya ?" Tanyanya.
"Iya, kenapa ?" Jawab Sezha malas, lalu balik bertanya.
"Rencananya ibu bersama beberapa tetangga mau jenguk adik kamu. Kalo ibu boleh tau, rumah sakit mana ya ?"
"Hm bukan gak boleh ni ya Bu, kebetulan peraturan rumah sakitnya gak ngizinin buat dijenguk rame-rame."
"Gak rame kok Zha, palingan 4orang gitu."
"Tetep gak boleh Bu, lagian kalo mau jenguk entar aja kalo Ega udah rumah."
"Oh gitu ya, emangnya rencananya kapan adik kamu pulang dari rumah sakit ?"
"Mana saya tau, emang saya dokter. Pokoke kalo liat ibu sama ayah ada dirumah, itu artinya Ega udah pulang. Yaudah ya Bu, saya mau masuk. Permisi." Balas Sezha tidak begitu ramah, kemudian ia membuka pintu dan ia pun masuk meninggalkan si tetangga diluar.
Si tetangga hanya bisa menghela nafas mendapatkan balasan dari sikap cuek Sezha saat ditanya.
__ADS_1
"Astaghfirullah."
Si tetangga pulang karena pintu ditutup begitu saja oleh Sezha.
Si tetangga memberitahu kepada beberapa tetangga yang kebetulan mereka sedang duduk bersama.
"Sezha bilang peraturan rumah sakitnya bolehin buat jenguk pasien rame-rame."
"Lho kenapa ? biasanya gak masalah tuh yang penting masih di jam besuk." Tetangga 2.
"Iya, sejak kapan ada peraturan seperti itu. Jangan-jangan emang mereka gak mau dijenguk kali, ya kan." Tetangga 3.
"Gak tau sih, atau Sezhanya yang gak kasih untuk dijenguk tapi yaudahlah tunggu Eganya pulang aja dari rumah sakit baru kita jenguk." Timpal si tetangga pertama.
Meninggalkan cerita para tetangga, kembali ke Sezha yang memberi makan bayinya dengan daging mentah yang ia beli di pasar.
Sezha meletakkan dagingnya diatas piring.
Begitu mencium aroma daging segar, si bayi langsung merubah dirinya ke wujud awal.
Bayi memakan lahap daging sapi segar itu, Sezha melihat bayinya memakan daging sapi itu sangat lahap, ia menelan salivanya sambil bergidik.
"Lahap banget kamu ya, enak ya dagingnya."
Bayinya mengangguk sembari membeti senyuman lebar, menunjukkan giginya yang dilumuri darah dari daging sapi mentah ini.
__ADS_1
"Lanjut deh, mama mau makan juga. Liat kamu, mama jadi lapar. Oh ya jangan lupa abis makan daging, wujud kamu balik lagi ya, biar mama gak ngerti liat kamu."
Bayinya memberi anggukan, tak lepas dari menikmati daging sapi mentah ini.
Sezha meninggalkan bayinya yang lahap makan, ia berjalan kedapur untuk makan juga, karena ibunya tidak ada dirumah, Sezha makan dengan hanya telur dadar.
"Lupa beli, jadi yaudah deh ini aja. Padahal tadi udah makan, gegara liat adek makan, jadi laper lagi."
Prediksi visual :
Sezha
Deon
Nova
Arin & Lala
__ADS_1
Kira-kira gini deh visual dari mereka. Maaf ya ini hanya visualisasi saja dari pikiran saya π, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun π. Jika readers punya visual versi pribadi, silahkan komen di kolom dikomentar.