MAMA

MAMA
Bab 248


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul 10 malam, berarti sebentar lagi, Sezha harus pergi kerumah Tukijan karena ritual dimulai pukul 11 malam tepat, ia tidak boleh telat sedetikpun.


"Dek, mama pergi bentar ya. Mama mau kerumah pak Tukijan buat lakuin ritual ini malam. Adek, mama tinggal sendirian gak apalah ya, mama gak lama kok." Sezha meninggalkan bayinya sendiri di kamar sedangkan ia akan pergi.


Bayi Sezha mengangguk paham, karena tidak mungkin jika malam-malam Sezha keluar seorang diri dengan membawa bayi, bisa ribet urusan kalo ada tetangga yang lihat.


Sezha keluar dulu dari kamar untuk memeriksa apakah keluarga dirumahnya sudah tertidur belum.


Keadaan diruang tamu sepi, dapur juga sepi, lalu ia mendengarkan dari balik pintu kamar kedua orangtuanya.


"Kayaknya ibu sama ayah udah tidur, gak ada suara ngobrol. Nah sekarang giliran ni anak (Sezha berjalan kekamar Ega), soalnya ni anak tiba-tiba tau aja aku lagi ngapain."


Sezha menempelkan daun telinganya ke pintu kamar Ega, ia masih mendengar suara game yang berasal dari ponsel.


"Ck si Ega masih main game, duh ni anak apa gak ngantuk jam segini belum tidur. Mana jarum jam cepet banget lagi jalannya udah kayak eskalator."


Sezha berdiri di depan pintu kamar Ega sambil berfikir.


Ega yang berada di dalam kamar merasa tenggorokannya kering, keasyikan main game ia sampe lupa minum.

__ADS_1


"Kelamaan main game bisa haus juga ya, ke dapur bentar ah ambil minum abis tu lanjut lagi mainnya. Pause aja dulu."


Ega membuka pintu, saat dibuka Sezha terkejut.


"Astaga ya ampun, Ega.... bilang-bilang donk kalo mau buka pintu, bikin kaget aja, kebiasaan emang."


"Lah kok Ega yang salah, ni kan kamar Ega. Terus kakak ngapain di depan kamar Ega coba ? udah malem gini, bukannya tidur malah ngeronda."


"Oh gak, kakak tadi pastiin kamu doank udah tidur belum."


"Terus ? kalo Ega belum tidur, emang kenapa kak ? ada perlu?" Tanya Ega masih heran dengan kakak nya yang berdiri didepan kamarnya.


"Yaelah kak, masalah yang kakak nelpon itu. Kebetulan Ega lewat terus pintu kamar kakak kebuka dikit, eh Ega denger deh yang kakak bilang."


"Iya pokoknya jangan diulangi lagi, udah ah kakak mau tidur ngantuk." Sezha tidak ingin lama berbicara dengan Ega, ia pun meninggalkan Ega kembali masuk kedalam kamar.


"Kak Sezha aneh, maklum lah mama muda jadi sering gak jelas. Tuh kan lupa, aku kan mau ambil minum."


Ega berjalan ke dapur, ia mengambil segelas air minum. Usai dirasa dahaganya sudah lega, ia pun kembali ke kamarnya dan melanjutkan permainan yang sempat tertunda.

__ADS_1


Sezha melihat jam di dinding, sudah pukul 22:20, itu artinya 40 menit lagi waktu Sezha.


"Duh sebentar lagi jam 11 ni, aku harus buru-buru. Bodo' ah sama Ega, palingan tuh anak asyik main game."


Sezha celingukan melihat kondisi rumah, dari belakang terdengar suara Tukijan.


"Malam ini Ratu tidak bisa, besok malam saja kamu melakukan ritual."


Sezha sontak menutup pintu kamarnya, dan menoleh ke belakang.


"Aish bapak, selalu ngagetin. Tadi kenapa pak ? Ratu gak bisa malam ni ? duh terus darahnya gimana pak udah saya beli lho, emang alasan Ratu tidak bisa apa ?" Seketika Sezha lemas.


"Hak Ratu sepenuhnya, sesuai kata Ratu, besok malam baru kamu bisa melakukan ritual. Saya pergi."


Seperti biasa setelah menyampaikan pesan sukma Tukijan menghilang.


"Yaelah pak, duh gimana ni. Kalo besok Deon bawa istrinya ruqyah terus sembuh, berarti aku bakalan jadi g*la donk. Ihhh gak mau...gimana ya hmm ayo Sezha berpikir..kamu pasti ada cara lain." Sezha mulai kebingungan, ia berfikir melakukan rencana lain agar Nina istri Deon tidak jadi dibawa ruqyah ke sebuah pondok pesantren.


Tapi ia belum menemukan rencana lain, ia mondar-mandir di dalam kamar sembari otaknya berfikir.

__ADS_1


__ADS_2