
Singkat cerita, keesokan paginya Sezha bangun dari tidur dan begitu membuka mata lalu ia duduk sembari mengelus perutnya. Disaat mengelus perutnya, ia merasa jika ukuran perutnya bertambah besar dari yang sebelumnya.
"Perasaan baru satu hari Ratu memasukkan janin ini ke rahim aku, kok perut aku udah cepat banget gedenya." Sezha bingung sekaligus heran.
Disela Sezha bingung dari dalam perutnya, seperti ada yang menendang-nendang.
"Aww..eh masa sih janin aku dalam waktu satu hari udah bisa nendang gini. Cepet banget pertumbuhan janin aku. Hm kayaknya ada yang gak beres ni. Aku harus tanya sama dukun itu nanti malam."
Sezha beranjak dari ranjang dan ia berdiri di hadapan cermin untuk melihat seberapa besar perutnya. Sezha tidak menyangka jikalau ukuran perutnya sudah seperti hamil tua.
"Hah ? udah sebesar ini perut ku. Astaga jangan-jangan besok aku melahirkan, aduh gimana ni rencananyakan tunggu Deon nikahin aku baru lahiran, masa iya ni anak lahir gak ada ayahnya. Emang kalo perempuan hamil cuma satu hari bisa langsung gede gini, kan gak donk. Aishh Ratu kasih janin manusia atau janin setan sih." Sezha mulai panik, sambil mondar-mandir di didepan cermin.
Ditengah kepanikan, terdengar suara ibunya memanggil dari luar kamar.
__ADS_1
"Sezha ! kamu sudah bangun, sayang !" Seru ibu.
"Iya ibu ! Sezha udah kok !" Sahut Sezha.
"Hm tanya ibu aja deh, apa memang gini kalo perempuan hamil, cuma perlu waktu sehari atau dua hari langsung gede janinnya ?"
Sezha berjalan membuka pintu kamar dan meminta ibunya untuk masuk kekamar.
"Bu, ada yang mau Sezha omongin." Ucap Sezha setengah berbisik.
"Di dalam kamar Sezha aja ngomongnya."
"Iya ya ampun ada-ada aja kamu ini." Ibu pun masuk kedalam kamar Sezha sesuai permintaan Sezha.
__ADS_1
Setelah ibunya masuk, Sezha menutup kembali pintunya.
"Mau ngomong apa ? sampe pintunya ditutup gitu." Ibu heran dengan sikap Sezha.
"Ini lho Bu, coba liat perut Sezha." Sezha menunjukkan perutnya yang bertambah besar.
"Woah, sudah besar kandungan kamu Zha." Ibu Sezha takjub tanpa ada rasa terkejut sedikitpun sebab begitu Sezha sudah melakukan pemujaan pada Ratu Ajeng maka seluruh keluarga Sezha berada dalam sihir Ratu Ajeng.
"Ish ibu, perasaan kan semalam masih normal aja ukuran perut Sezha, masa iya cepat banget gedenya. Mana udah kayak ada yang nendang-nendang di dalam perut Sezha." Sezha merengek manja pada ibunya.
"Bagus donk Sezha, berarti perkembangan janin kamu pesat. Kalo gitu ibu panggil ibu bidan dulu ya buat periksa kandungan kamu. Ya ampun Sezha seneng banget ibu lho, gak nyangka bentar lagi ibu udah mau punya cucu. Oh ya tapi kamu juga harus cepat kasih tau pacar kamu kalo kamu sebentar lagi akan melahirkan dan sebelum kamu melahirkan ibu mau dia nikahi kamu. Ibu gak mau kalo cucu ibu begitu lahir kedunia ini tidak memiliki seorang bapak." Yang tadinya sumringah, ibu Sezha mengingatkan Sezha untuk secepatnya menikah sebelum bayi Sezha lahir.
"Ta~pi Bu, Sezha rasa kalo kehamilan Sezha aneh Bu. Sezha takut Bu." Sezha tiba-tiba merasakan ketakutan dengan kelahiran bayinya nanti padahal dirinya sendiri yang sangat menginginkan adanya janin didalam rahimnya.
__ADS_1
"Udah jangan mikirin macem-macem, intinya kamu sehat bayi kamu juga sehat. Kamu buruan sarapan. Ibu mau nyuci pakaian dulu. Setelah ibu selesai nanti ibu akan panggilkan ibu bidan kesini." Kata ibu santai kemudian beranjak meninggalkan kamar Sezha.