MAMA

MAMA
Bab 275


__ADS_3

Ratu Ajeng mendatangi kediaman ustadz Dedek, Ratu Ajeng datang dengan diiringi hembusan angin kencang.


"Akan aku porak poranda kan seluruh rumah yang berada di dekatmu ha-ha-ha-ha. Kalian harus tau siapa aku, ini balasan untuk manusia yang telah berani mengusikku ha-ha-ha."


Angin begitu sangat kencang, namun angin ini hanya bergerak ke sisi yang berdekatan dengan rumah ustadz Dedek.


Ada 5 rumah yang berdekatan dengan rumah ustadz Dedek.


Mereka semuanya keluar rumah karena atap rumah mereka, paku mulai terlepas satu per satu.


"Ya Allah anginnya kencang sekali."


Tidak hanya para tetangga yang keluar di rumah, tapi ustadz Dedek dan juga istrinya ikut keluar rumah.


"Abi, anginnya kenceng banget. Seperti angin ****** beliung."


"Iya umi, atap rumah kita juga mulai ada yang lepas pakunya."


Di tengah rasa heran dengan munculnya angin kencang secara tiba-tiba Ratu Ajeng menampakkan dirinya dihadapan mereka. Ratu Ajeng terbang melayang sambil tertawa puas.


"Hahahaha...wajah manusia-manusia lemah.. Aku baru menghembuskan angin, tapi kalian sudah ketakutan hahaha. Bagaimana jika aku membuat rumah-rumah kalian tenggelam hahaha."

__ADS_1


Ustadz Dedek mendongakkan kepalanya untuk melihat sosok yang berbicara sembari berkata.


"Siapa kau ?! untuk apa kau melakukan ini wahai makhluk yang dilaknat oleh Allah."


"Hahahaha jangan pura-pura tidak tau, aku adalah Ratu Ajeng, kau telah berani mengusik pengikutku. Sudah beberapa kali ku ingatkan kau untuk tidak ikut campur tap sepertinya kau tidak peduli, malah kau semakin berani. Ini akibat dari kau berani mengusikku ha-ha-ha."


"Aku tidak ada urusan apapun denganmu, hentikan semua ini atau aku bertindak tegas." Ultimatum ustadz Dedek.


"Pfuihhh kau manual rendahan beraninya mengancamku. Rasakan ini hahaha." Ratu Ajeng membuat angin berpusar kencang, membentuk angin ****** beliung yang berputar-putar.


Para tetangga berteriak histeris dan takut.


Mereka hampir tersapu pusaran angin ini.


"Hahahaha... manusia yang kalian juluki ustadz tidak akan bisa menolong kalian. Aku akan berbaik hati jika kalian memuja namaku sekarang hahahaha..." Ratu Ajeng tertawa begitu puas dan menyuruh mereka untuk memuja dirinya.


"Kami tidak akan sudi memuja iblis seperti mu !" Balas lantang salah satu tetangga.


"Dasar manusia b*doh, erghh beraninya kau berbicara lantang denganku." Ratu Ajeng mengangkat yang berbicara lantang itu lalu menghempaskannya kesembarang.


Ustadz Dedek duduk bersila sambil melafazkan zikir kepada Allah SWT.

__ADS_1


Ustadz duduk tenang, ia tidak terkecoh dengan suara para tetangga yang berteriak meminta tolong.


Tak lama sukma ustadz Dedek keluar dari tubuhnya.


"Hey ! hentikan perbuatanmu wahai iblis ! sebelum aku membakarmu dengan lafadz Allah SWT."


"Huh, coba saja jika kau bisa. Dasar penakut, kau takut jika tubuhmu rusak maka kau Menggung sukma mu untuk menghadapi ku. Kalahkan jika kau bisa hahaha." Ratu Ajeng meremehkan lalu menantang ustadz Dedek.


"Kau belum tau sebesar apa kekuatan Allah SWT Tuhan semesta alam, kau akan hangus terbakar !"


"Banyak bicara." Ratu Ajeng menggerakkan ekornya tepat kearah ustadz Dedek.


Ekor Ratu Ajeng tidak mengenai ustadz Dedek.


Ustadz Dedek memukul ekor Ratu Ajeng dengan tasbih yang ada dipegangan ustadz Dedek.


"Allahu Akbar !"


Sontak Ratu Ajeng merasakan panas diarea ekornya.


"Ahhhh....!!! erghhh kurang aja*r ! beraninya kau !" Ratu Ajeng mengerang penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2