MAMA

MAMA
Bab 182


__ADS_3

Seperginya Tukijan dari kamar Sezha, benar saja dari arah luar terdengar suara riuh dari para tetangga.


"Tolong..tolong..!!"


Ibu Sezha yang saat ini berada di dapur, bergegas keluar rumah.


Ibu Sezha melihat ada ramai-ramai di rumah tetangga sebelah mereka yaitu tetangga yang mengetuk pintu rumah Sezha sewaktu Nova datang. Sebut saja namanya Bu Ani.


Ibu Sezha berlari menghampiri dan bertanya pada salah satu tetangga yang sedang panik karena melihat kondisi Bu Ani.


"Bu, ada apa Bu ?" Tanya ibu Sezha ikut merasakan kepanikan.


"Ini lho Bu, Bu Ani tiba-tiba kejang-kejang. Terus mulutnya miring-miring gitu. Ihhh Ya Allah kasihan liat Bu Ani." Raut wajah tetangga sedih.


"Hah ? astaga, perasaan tadi baik-baik aja sewaktu kerumah saya. Kenapa mendadak kejang-kejang gini ? udah panggil petugas puskesmas untuk dateng kesini. Agar lekas ditangani sama pihak medis, saya takut terjadi apa-apa dengan Bu Ani." Ibu Sezha cemas.

__ADS_1


"Sudah Bu, mungkin lagi dijalan."


"Oh ya coba tolong buatkan saya segelas kopi, tolong cepat ya Bu." Saran ibu Sezha.


"Kopi ? untuk apa Bu ? itu kan kalo anak kecil sedangkan ini apa bisa Bu ?" Si tetangga ragu.


"Iya saya tau Bu, yang penting usaha dulu. Tolong cepat buatkan ya Bu, sambil menunggu petugas puskesmas nya datang." Pinta ibu Sezha segera.


"Yaudah Bu tunggu sebentar saya buatkan dulu."


"Eh itu petugas puskesmas nya sudah datang, saya tidak perlu membuat kopi. Biar mereka yang menangani Bu Ani."


"Hayuk kita masuk kedalam, kita bantu pegangin Bu Ani, agar mereka gampang memeriksa keadaan Bu Ani." Ajak ibu Sezha.


Terdapat 6 orang ibu-ibu yang ada di rumah Bu Ani. Mereka memgangi Bu Ani karena petugas puskesmas akan memeriksa kondisi Bu Ani.

__ADS_1


"Pegang yang kuat ibu-ibu, soalnya saya akan menyuntikkan obat penenang dulu agar ibu ini tidak kejang-kejang seperti ini." Bidan puskesmas mengambil tindakan.


"Apa sebaiknya tidak diperiksakan dulu Bu bidan ? kalo langsung disuntik apa tidak akan terjadi apa-apa dengan Bu Ani?" Ibu Sezha menyarankan.


"Tidak apa-apa Bu, ini hanya sekedar obat penenang saja. Dosisnya juga aman bagi pasien." Jawab bidan tenang.


Bidan menyuntikkan obat penenang ke lengan sebelah kiri Bu Ani. Dalam waktu kurang dari 5 menit Bu Ani pun berhenti kejang-kejang tak lama kemudian pingsan tak sadarkan diri.


"Lho Bu bidan kok Bu Ani pingsan ?" Si tetangga mulai panik.


"Tidak apa-apa Bu, berarti obat penenangnya sudah bekerja. Sekarang saya akan memeriksa kondisi Bu Ani, tapi sebelumnya saya mau bertanya gejala awal dari ibu ini sebelum kejang-kejang apa ya ? apakah sebelumnya ibu ini panas tinggi atau ada hal yang lain ?" Tanya bidan sebelum mendiagnosa penyakit yang ada di Bu Ani.


"Gak ada gejala apa-apa kok Bu, malahan tadi baru aja kerumah saya. Eh belum lama, saya mendengar ramai-ramai. Pas saya kesini ibu Ani sudah kejang-kejang. Saya juga kaget." Jawab ibu Sezha.


"Iya lho Bu bidan bener kata ibu ini, Bu Ani tadi sehat-sehat aja, gak lagi sakit. Tiba-tiba kejang-kejang. Kami juga gak tau kenapa." Timpal si tetangga.

__ADS_1


"Oh begitu, baiklah untuk diagnosa awal kemungkinan ibu ini punya riwayat penyakit jantung atau bisa jadi epilepsi atau saraf terjepit. Tapi alangkah baiknya ibu ini kita bawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan akurat. Soalnya saya juga belum paham sepenuhnya dengan penyakit dalam. Saya takut salah memberi obat. Biar nanti dokter yang menangani ibu ini." Bidan tidak berani menangani Bu Ani sebab diluar kemampuannya.


__ADS_2