
Keesokan paginya Sezha bangun masih dengan wajah sumringah. Ia belum mengetahui kalo minyak itu diambil oleh Tukijan tanpa sepengetahuannya karena ia sudah tertidur pulas tadi malam.
Seperti pagi biasanya, ia bersiap untuk berangkat ke sekolah. Usai berpakaian dan berdandan sewajarnya seorang pelajar, Sezha pun keluar dari kamar menuju dapur untuk sarapan.
Setelah sarapan dan tak lupa berpamitan dengan kedua orang tuanya namun Sezha tidak mengenal ucapan salam layaknya seorang muslim. Ia benar-benar sudah melupakan anjuran mengucapkan salam, baik akan berangkat dari rumah maupun kembali ke rumah.
Sezha menunggu driver ojol yang sudah ia pesan melalui ponsel barunya.
Sekitar 15 menit sang driver pun tiba, tak menunggu lama Sezha pun segera naik keatas motor kemudian sang driver melajukan motornya.
Tak butuh waktu lama karena Sezha menaiki ojol maka ia cepat sampai ke sekolah.
Begitu turun, Sezha melihat Nova sedang berdiri di depan gerbang sekolah.
"Nova ngapain disitu ? kayaknya lagi nunggu seseorang. Apa nungguin aku kali ya ? yaudah deh samperin aja, kebetulan aku mau kasih tau kalo aku udah punya ponsel baru."
Sezha menghampiri Nova.
__ADS_1
"Nov, nunggui aku ya ?" Tanya Sezha percaya diri.
"Ya Zha, aku mau ngomong sesuatu ke kamu." Nova menunjukkan wajah serius.
"Waduh Nov serius banget sih tuh muka. Emang mau ngomongin apa sih ? jadi penasaran aku."
"Aku mau tanya, cowok om-om semalem siapa Zha ? aku liat kayaknya kalian dekat banget." Tanya selidik Nova.
"Owh kamu mau tau itu siapa ? ok aku kasih tau deh, dia itu pacar aku namanya Deon. Hm emang sih look nya itu kayak om-om muda gitu tapi dia sayang bangettt sama aku. Ntar deh kalo Deon jemput bakalan aku kenalin ke kamu, kamu kan sahabat aku." Sezha menceritakan dengan rona wajah bahagia.
"Kamu yakin tuh cowok om-om gak ada istri sama anaknya gitu, Zha ?" Tanya Nova lagi.
"Ya kan secara kayaknya udah dewasa banget, gak mungkin kan kalo belum berkeluarga." Ucap Nova menerka.
"Masih dibahas aja, udah ah ntar aku kenalin deh ok. Yuk masuk, pegel tau kaki aku." Protes Sezha tidak mau mengatakan sejujurnya pada Nova tentang status Deon.
"Iya deh ya, tapi nanti kamu janji ya bakalan kasih tau aku selengkapnya soalnya aku masih penasaran. Aku gak mau kalo kamu sampe salah pilih cowok, Zha."
__ADS_1
"Iya Bu ustadzah, dih perhatian banget sih jadi sayang." Goda Sezha kepada Nova.
Sezha dan Nova pun berjalan memasuki area sekolah, tak lama bel masuk berbunyi.
Pak Abram masuk ke kelas kemudian memberikan satu mata pelajaran saja, sehabis selesai dengan satu mata pelajaran para siswa pun disuruh untuk pulang kerumah masing-masing sebab para guru akan mempersiapkan raport untuk dibagikan hari Sabtu esok.
Pukul 10 mereka sudah pada keluar dari kelas. Sezha sengaja tidak menunggu Nova, ia berjalan cepat agar Nova tidak melihatnya. Ia ingin menghubungi Deon untuk menjemputnya di sekolah.
Sezha mengirim pesan singkat kepada Deon.
*Mas, jemput aku ya sekarang. Soalnya aku udah pulang sekolah. Jangan lama-lama ya mas, love you.*
Deon yang masih bekerja, menerima pesan dari Sezha kemudian Deon membalas.
*Maaf ya sayang, mas gak bisa jemput sekarang, masih banyak kerjaan. Kamu pulang naik taksi aja ya nanti uangnya mas ganti. See you sayang mas.*
Sezha menerima balasan pesan singkat kalo Deon tidak bisa menjemput dikarenakan banyak pekerjaan yang belum di selesaikan.
__ADS_1
"Yah gak bisa jemput, hm yaudah deh karena Deon gak bisa jemput mending sama Nova aja deh. Daripada pulang cepat bosen dirumah."
Sezha yang bersembunyi dibelakang pos satpam, keluar dan menghampiri Nova yang berada ditepi jalan sedang menunggu angkutan umum.