
Sezha membawakan 2 gelas es sirup, tanpa cemilan.
"Ni minum, biar dingin tuh tenggorokan." Kata Sezha sambil meletakkan nampan minuman di nangkas sebelah ranjang Sezha.
"Tau aja, orang lagi haus." Nova langsung menyambar satu gelas minuman dingin.
"Nah btw, ada apa kamu kesini ? ada hal penting ?" Tanya Sezha setelah Nova selesai meneguk minumannya.
"Gak apa-apa sih Zha, cuma pengen main aja." Kata Nova santai.
"Kebetulan donk kalo gitu, nanti temenin aku ke suatu tempat ok."
"Tempat apaan ?"
"Ada deh, ntar kamu juga bakalan tau. Jadi masih rahasia."
"idih jangan bilang kalo kamu mau ngajakin aku ke tempat yang aneh dan gak jelas."
"Slow respon Nov, aman kok. Tempatnya juga gak jauh dari rumahku. Aku bisa sih sendiri tapi karena kamu udah dateng masa iya aku usir pulang kamunya, gak mungkin kan makanya aku mau ngajak kamu sekalian ikut."
__ADS_1
"Aku mau ikut tapi kasih tau dulu tempat apa itu? kalo jelas aku ikut tapi kalo gak mohon maaf aja deh mending aku pulang."
"Hilih, kan udah aku bilang rahasia masa maksa mau tau. Nanti juga kamu bakalan tau kok. Anggap aja surprise gitu ala ala tempatnya kejutan."
"Yaudah kalo kamu gak mau kasih tau, fix aku gak ikut."
"Hm mulai deh gak setia kawannya. Temenin bentaran doank kali Nov, masa kamu tega aku pergi sendirian. Lagian kamu pasti seru pas liat aku bakalan ngapain, penasaran gak ?" Sezha memainkan kedua alisnya.
"Au ah terserah, jam berapa emangnya mau pergi ke tempat rahasia itu?" Nova akhirnya dengan rasa terpaksa, mau juga diajak Sezha.
"Ya kira-kira habis Maghrib gitu lah kita kesana."
"Kalo sekarang belum bisa, bisanya malam. Udah kamu bobo-bobo manja deh di ranjang empuk aku."
"Alasannya ?"
"Udah pokoknya gitu deh."
Nova menghela nafas, ia malas untuk bertanya lagi. Nova beralih memainkan ponselnya. Nova memainkan sebuah permainan jewelry karena ia tau tidak akan ada habisnya jika berdebat dengan Sezha. Daripada ia capek berdebat dengan Sezha, Nova pun lebih memilih memainkan sebuah permainan di ponselnya.
__ADS_1
Sezha melihat Nova yang sedang serius memainkan ponsel, ia merasa ingin memiliki ponsel lagi tapi ia belum bisa membeli ponsel dikarenakan uang tabungannya sudah menipis jadi dia harus berhemat.
Nova sadar jika Sezha sedang memperhatikannya.
"Kamu mau main ? nih kita gantian." Nova menawarkan Sezha untuk bermain permainan bersama.
"Gak usah aku gak apa-apa kok. Hm cuma aku bingung uang aku udah nipis banget, kalo aku beliin ponsel baru yang ada uangku bakalan habis tapi kalo gak ada ponsel juga susah kan."
"Emang uang tabungan kamu ada berapa Zha ? kali aja aku bisa pinjemin ke ibu buat kamu biar bisa beli ponsel baru."
"Gak banyak Nov, paling pun adanya cuma 1 juta. Mana cukup beli ponsel."
"Beli yang bekas mau gak ?" Celetuk Nova.
"Ponsel bekas ? yang ada baru sekali pake udah padam tuh ponsel, ngaco kamu Nov." Protes Sezha.
"Ya mau gimana lagi, abis uang kamu kurang banyak gimana aku mau minjem ke ibu. Btw Zha, kamu jangan salah kadang biarpun bekas masih bagus kok. Intinya kita pilih deskripsinya dulu nah kalo masih bagus, kenapa gak ? ya kan."
"Iya sih, tapi ntar aja deh Nov. Oh ya, kamu aku tinggal dulu ya, gerah ni aku mau mandi dulu."
__ADS_1
"Ok."