MAMA

MAMA
Bab 204


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi, Nova dari awal masuk sekolah hingga hari ini sudah tidak pernah pulang bareng lagi. Mereka sudah jalan-jalan masing-masing. Sifat Sezha sangat berubah jauh dari Sezha yang ia kenal.


Nova merasa tidak sejalan lagi dengan Sezha tapi Nova tetap menganggap Sezha sahabat dekatnya.


Sezha masih berbincang-bincang dengan siswa lain sedangkan Nova telah menaiki angkutan umum.


Setibanya di rumah, Nova melihat pak ustadz Dedek bersama istrinya dan ibu sedang mengobrol di teras rumah.


"Kebetulan banget ada pak ustadz, mending aku buruan tanya tentang Sezha."


Nova mempercepat langkahnya dan menyapa pak ustadz dan juga istrinya lebih dulu.


"Assalamualaikum pak ustadz.


"Waalaikum salam Nova." Balas pak ustadz Dedek.


"Sungguh kebetulan yang pas banget deh pak ustadz bertamu dirumah saya. Soalnya ada yang ingin saya ceritakan dengan pak ustadz."


"Nova, sopan donk kamu. Baru aja sampe rumah, ganti baju dulu sana. Kok dateng-dateng malah mau cerita. Ibu sama pak ustadz dan Bu ustadz lagi bahas penting ini lho." Ibu menegur Nova untuk mengganti seragam sekolah nya dulu.

__ADS_1


"Ish ibu ini juga penting, janji deh Nova gak akan lama. Bentaran doank kok."


"Ya sudah emang Nova mau cerita apa sepertinya penting sekali." Pak ustadz menengahi.


"Kamu ini ya." Ibunya menggelengkan kepala melihat sikap Nova yang main nyelonong memeotong pembicaraan penting mereka.


Nova hanya cengengesan.


"Gini pak ustadz, saya punya temen hm ustadz inget tidak yang pernah papasan dengan ustadz sewaktu pak ustadz datang kerumah saya juga."


"Hm, coba saya ingat dulu." Pak ustadz nampak mengingat.


"Oh ya saya ingat, kenapa dengan teman kamu itu ?"


"Ya Allah, saya lupa. Maaf ya, maklum pikiran saya lagi fokus ke pelebaran masjid."


"Becanda kok pak ustadz, nah maksud pak ustadz kemaren gimana tuh ?"


"Menurut yang saya rasakan, ya teman kamu itu seperti di selimuti aura mistik hanya saja saya belum terlalu yakin karena kan juga baru sekilas dan itupun sebentar jadi saya belum bisa memastikan."

__ADS_1


Ibu Nova memotong pembicaraan mereka.


"Coba berhenti dulu, ni temen kamu yang mana sih Nov. Ibu kok gak nyambung daritadi deh."


"Sezha, Bu. Sikap Sezha belakangan ini berubah banget. Gak seperti Sezha yang Nova kenal."


"Nova, kamu jangan berprasangka buruk dengan temen kamu sendiri. Tidak baik seperti itu." Ibu Nova mengingatkan Nova untuk tidak su'udzon.


"Soalnya Nova inget kalo Sezha itu pernah mau nemui dukun gitu tapi Nova gak mau ikut. Makanya Nova mau minta bantuan pak ustadz, untuk bantu sadari Sezha, Bu."


Ustadz Dedek diam sejenak sembari berfikir.


"Begini saja, kita bertamu saja kerumah temen kamu itu, jadi kita bisa memastikan benar atau tidaknya dugaan kamu tentang temen kamu itu."


"Boleh juga tuh pak ustadz. Hm pak ustadz bisanya hari apa biar kita pergi kesana ?" Tanya Nova memastikan.


"Besok siang insya Allah saya bisa."


"Yaudah pak ustadz, lebih cepat lebih baik. Jujur saya mau temen saya kembali seperti Sezha yang dulu saya kenal."

__ADS_1


"Iya saya mengerti, intinya kita berusaha tetap Allah SWT yang menentukan. Baiklah kalo begitu saya permisi pulang, wassalamu'alaikum."


"Terimakasih pak ustadz, waalaikum salam. Hati-hati dijalan pak ustadz." Balas Nova.


__ADS_2