
Begitu mereka berdua masuk, ibu mertua Deon sudah duduk di sofa sedang memegang ponsel.
Ya terlihat jikalau ibu mertua Deon memang telah menunggu kedatangan Deon.
"Kalian sudah sampai, sini duduk. Kita ngobrol-ngobrol sebentar." Sapa ibu Nina kepada Deon dan Sezha, tidak ada guratan marah di wajahnya.
Sezha nampak kurang nyaman dengan pertemuan ini, tapi ia berusaha tenang. Namun tidak bisa dipungkiri kalo Sezha kikuk.
"Iya, terimakasih Tante." Jawab Sezha canggung.
Sezha duduk dan diikuti Deon. Mereka berdua seperti akan di sidang.
Perbincangan pun dimulai.
"Boleh kita kenalan ?" Tanya ibu Nina kepada Sezha.
"Tentu boleh Tante."
"Nama kamu ?"
"Sezha.."
__ADS_1
"Kamu masih sekolah, kelas berapa ?"
"Kelas 2 SMK, Tante."
"Sudah lama menjalin hubungan dengan suami Nina, hm saya ralat dengan Deon maksudnya?"
"Lumayan Tante."
"Saya dengar dari Deon ,kalo kamu sudah memiliki anak juga ya dari Deon ?"
"Iya sudah."
"Ohhh tapi saya salut lho, kamu masih muda banget, terus udah punya anak, lalu belum menikah juga, tapi bisa ngurus anak, hm saya juga heran pihak sekolah tau tidak kalo kamu sudah memiliki anak ?"
"Itu privasi saya, saya rasa cukup pembicaraannya. Terimakasih telah mengundang saya dirumah ini. Saya harus segera pulang. Permisi." Sezha hilang kesabaran, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah ini secepatnya.
Deon yang berada disebelahnya bahkan tidak bisa membelanya, Deon hanya diam menunduk. Sebab ia juga kaget ketika ibu mertuanya bukan hanya berkenalan saja melainkan menanyai Sezha sebegitu detail.
Sezha beranjak dari duduknya, dan bergegas berjalan menuju pintu keluar.
Deon mengejar Sezha yang tergesa-gesa ingin cepat pergi dari sini.
__ADS_1
"Sezha ! tunggu !" panggil Deon.
Panggillan Deon tak digubris oleh Sezha, ia terus berjalan hingga keluar rumah ini.
Sezha mengambil ponselnya untuk memesan ojol. Perasaannya benar-benar kacau karena pertanyaan ibu mertua Deon tadi. Memang hanya beberapa tapi itu berhasil membuat Sezha seperti dikuliti secara terang-terangan tanpa mampu ia membela diri.
"Sayang, kamu kok langsung keluar sih." Deon menghampiri.
"Udahlah mas, ini kan yang mas mau. Mas seneng kan aku di tanyai gitu sama ibu mertua mas tadi. Apa yang mas lakuin, cuma diem dan dikitpun gak ada belain aku. Oh apa jangan-jangan ini rencana mas iya huh."
"Gak gitu Zha, mas kirain tadi cuma mau kenal aja sama kamu eh gak taunya ibu mertua mas malah interogasi kamu. Mas bener-bener gak tau."
"Terserah males bahasnya, aku mau pulang. Mending aku dirumah kasih ASI buat anak aku daripada harus kesini bikin kuping panas dengerinnya. Sia-sia doank aku kesini."
"Udah donk jangan ngambek gitu, nah sesuai janji mas karena kamu udah mau dateng kesini sebagai hadiah mas kasih uang saku 3 juta ya. Mau kan ?"
"Mau lah, tapi aku mau pulang. Gerah disini lama-lama." Sezha masuk kedalam mobil tanpa Deon menyuruhnya.
"Dasar cewek kalo denger kata uang langsung ilang bete nya." Gumam Deon sambil menggelengkan kepalanya.
Deon masuk kedalam mobil dan mengantarkan Sezha pulang.
__ADS_1
Dari balik jendela ibu mertua Deon memperhatikan sikap Deon yang begitu perhatian dengan Sezha, tak sadar ia menitikkan air mata. Ia sedih melihat menantunya sendiri yang notabenenya masih suami sah anaknya tapi lebih memilih perempuan lain.
"Ya Allah kuatkanlah hati hamba dalam mengahadapi semua ini."