MAMA

MAMA
Bab 69


__ADS_3

Persinggahan Mak Iyem sedang menunggu waktu munculnya bulan penuh atau bulan purnama sementara di kediaman pak Kasan, Nova dan bulek Sukini juga sudah bersiap-siap untuk pergi ke persinggahan Mak Iyem.


Bulek Sukini mengetahui jalan lain untuk menuju kesana tanpa diketahui oleh Mak Iyem dan para pengikutnya.


Sebelum pergi, bulek Sukini memakai sebuah gelang yang terbuat dari bambu kuning karena rata-rata penduduk yang ada di desa ini percaya jika memakai gelang yang terbuat dari bambu kuning akan mampu menangkal gangguan arwah penasaran.


Tak lupa bulek Sukini memakaikannya juga kepada Nova agar Nova juga dapat merasa aman.


"Pakai gelang ini di pergelangan tangan kiri kamu." Suruh bulek Sukini.


"Untuk apa bulek ? ini kan hanya gelang yang terbuat dari bambu ?" Nova masih merasa tabu.


"Jangan banyak bertanya, pakai saja. Waktu kita tidak banyak. Kita harus secepatnya memastikan teman kamu baik-baik saja disana." Desak Nova untuk segera memakai gelang itu.


"Iya bulek, saya akan pakai." Tanpa mau bertanya lagi, Nova langsung memakai gelang itu di pergelangan tangan kirinya


"Bagus, kalo gitu kita berangkat sekarang." Ajak bulek.

__ADS_1


"Baik bulek." Angguk Nova.


Sebelum berangkat bulek mengambil sebuah obor untuk menerangi jalan mereka nanti ketika menuju ke persinggahan pondok Mak Iyem'.


Nova yang melihat bulek membawa obor, nampak bingung dan ia pun kembali mempertanyakan alasan bulek membawa obor.


"Hm maaf bulek, itu ngapain kita bawa gituan kan saya ada ponsel, nah ponsel saya ada senternya jadi kita gak usah repot-repot bawa gitu." Usul Nova.


"Sudah diam, bukankah tadi sudah bulek ingetin kalo jangan terlalu banyak bertanya." Ucap bulek memperingatkan.


"Ya sudah kita berangkat sekarang, kita pakai obor ini saja. Senter di hp kamu simpen aja."


Nova hanya mengangguk sembari memasuki ponselnya di saku celana.


Baru saja mereka berdua akan melangkahkan kedua kakinya keluar, pak Kasan memanggil kami dari arah kamar.


"Berhenti." Titah Pak Kasan.

__ADS_1


Mendengar kata itu, Nova dan bulek berbarengan menoleh kebelakang.


"Mau pergi kemana malam-malam begini ?" Tanya pak Kasan.


"Ini lho pak, ibu mau temenin adek ini ketempatnya Mak Iyem'." Jawab bulek Sukini.


"Ibu lupa kalo malam ini adalah malam bulan purnama. Jika sampe tertangkap bisa saja salah satu diantara ibu dan mbak ini akan dijadikan sebagai persembahan ritual Mak Iyem'. Saran bapak, jangan pergi kesana karena malam ini bukan waktu yang pas." Pak Kasan melarang.


"Tapi pak, temen saya seorang diri disana dan saya tidak tau bagaimana keadaannya. Saya harus memastikan keadaan teman saya, pak." Tutur Nova menjelaskan.


"Iyo pak, bapak ora usah okeh pikran seng enggak-enggak yo. Ibu dan adek iki secepete balik nang omah." Bulek menenangkan pak Kasan yang nampak cemas.


"Tapi buk nang kono iku berbahaya." Pak Kasan bersikukuh melarang Nova dan istrinya untuk pergi menuju persinggahan Mak Iyem'.


Nova yang mendengar percakapan berbahasa Jawa antara pak Kasan dan bulek Sukini membuat Nova semakin bingung mau bicara apa karena Nova sama sekali belum mengerti bahasa Jawa. Nova hanya menghela nafas sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Ya Allah, mereka ngomong apa coba hiks aku gak ngerti lagi." Gumam Nova.

__ADS_1


__ADS_2